KabarTifa- Analis kripto kenamaan, Benjamin Cowen, kembali mengingatkan para trader tentang ancaman yang membayangi altcoin. Dalam cuitannya di X, Cowen memprediksi tekanan terhadap Bitcoin (BTC) akan terus berlanjut. Ia menunjuk kebijakan moneter AS yang ketat sebagai biang keladinya. Ekonomi AS yang masih kuat, menurut Cowen, menghambat penurunan suku bunga dan memperpanjang kebijakan quantitative tightening (QT). Kondisi ini, lanjutnya, mendukung dominasi Bitcoin dan menekan altcoin.
Cowen mengamati pola dua tahun terakhir: altcoin sempat menguat sedikit terhadap Bitcoin selama musim panas, namun ambruk di kuartal keempat. Ia memperkirakan pola ini akan terulang. "Selama dua musim panas terakhir, ALT/BTC sempat pulih sebentar sebelum anjlok di Q4. Rebound besar dari ALT/BTC baru terjadi sekitar November," tulisnya.

Data terbaru memperkuat prediksi Cowen. Kapitalisasi pasar kripto di luar Bitcoin dan Ethereum (TOTAL3) berada di kisaran US$ 827,5 miliar, turun 2,3 persen dalam 24 jam terakhir. Ini menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap altcoin, meskipun beberapa aset menunjukkan kenaikan terhadap USD.
Cowen mengingatkan pentingnya membedakan antara pasangan ALT/BTC dan ALT/USD. Ia menyoroti kesalahan umum trader yang menyamakan keduanya. "Apakah orang benar-benar memahami perbedaan antara ALT/BTC dan ALT/USD, atau hanya berpura-pura? Altcoin terus melemah terhadap BTC, tetapi masih mencatat kenaikan terhadap USD. Ini soal dominasi Bitcoin," tegasnya.
Dengan dominasi Bitcoin yang kokoh dan likuiditas global yang terbatas, para analis sepakat altcoin akan menghadapi tantangan berat. Tren penurunan diperkirakan berlanjut hingga ada perubahan signifikan dalam kebijakan moneter global atau munculnya katalis pasar yang kuat.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
