KabarTifa.ID – 19 Juli 2026 | Harga aset kripto BONK dilaporkan mengalami penurunan drastis sebesar 40% setelah insiden yang melibatkan pengurasan dana dari treasury pada 6 Juli lalu. Situasi ini diperparah dengan munculnya aktivitas penjualan token baru yang kembali memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar. Hingga kini, BONK belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.
Tekanan Jual Berlanjut dari Trader Besar
Menurut data yang dirilis oleh Lookonchain, seorang trader yang sebelumnya telah menarik 4,426 triliun token BONK senilai sekitar US$21,2 juta dari treasury, kini kembali melakukan penjualan. Kali ini, sebanyak 800 miliar token BONK dilepas ke pasar, dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$2,48 juta. Aksi jual lanjutan ini semakin menambah tekanan pada sentimen pemegang token BONK yang sudah tertekan.
Penjualan 800 miliar BONK ini berasal dari dompet digital (wallet) yang sama dengan pelaku penarikan besar sebelumnya. Meskipun telah melakukan penjualan tersebut, wallet tersebut dilaporkan masih menyimpan sekitar 2,4 triliun token BONK, yang jika dikonversikan bernilai sekitar US$6,94 juta. Kepemilikan besar yang tersisa ini menjadi sumber ketidakpastian baru bagi pasar. Para trader kini tengah memantau dengan cermat apakah wallet tersebut akan kembali melakukan penjualan dalam jumlah besar di masa mendatang.
Sentimen Pasar dan Peran Meme Coin
Dalam kondisi pasar yang normal, distribusi token dalam jumlah besar tidak serta merta langsung menyebabkan penurunan harga. Namun, ketika penjualan terus-menerus dilakukan oleh satu pemegang besar, tekanan terhadap sentimen pasar dapat meningkat secara signifikan, terutama jika tren harga aset tersebut sudah menunjukkan pelemahan. Hal ini menjadi sangat relevan bagi aset kripto yang termasuk dalam kategori meme coin seperti BONK, di mana sentimen komunitas dan persepsi pasar memainkan peran yang sangat krusial dalam pergerakan harganya.
Oleh karena itu, kekhawatiran akan potensi penjualan lanjutan dari kepemilikan besar tersebut dapat membuat para calon pembeli menjadi lebih berhati-hati dan menunda keputusan investasi mereka. Situasi ini memperburuk kondisi BONK Anjlok 40% Usai Treasury Terkuras, Penjualan Token Baru Picu Kekhawatiran yang sudah ada.
Tren Harga BONK Masih Melemah
Saat ini, BONK diperdagangkan di kisaran harga US$0,00000272. Sepanjang tahun ini, token ini telah kehilangan sekitar US$0,00001000 dari nilainya dan masih berjuang untuk membangun momentum pemulihan yang berkelanjutan. Bahkan pada bulan Juni lalu, BONK belum mampu keluar dari tren turun (downtrend) yang lebih luas. Insiden yang melibatkan treasury pada awal Juli kemudian semakin memperparah tekanan yang sudah ada.
Penurunan harga sebesar 40% sejak 6 Juli menjadi bukti nyata bahwa pasar masih belum sepenuhnya memiliki keyakinan terhadap stabilitas harga BONK. Selama kekhawatiran mengenai sisa token yang berada di dompet besar tersebut masih membayangi, tekanan jual diperkirakan akan terus menghantui pergerakan harga BONK.
Level Psikologis US$0,00000100 Menjadi Perhatian
Dalam jangka pendek, struktur pasar BONK masih terlihat rapuh. Jika terjadi kembali penjualan besar dari sisa kepemilikan 2,4 triliun BONK, harga aset ini berisiko melanjutkan tren penurunannya. Level psikologis US$0,00000100 kini mulai menjadi area yang dipantau ketat oleh para trader, terutama jika tekanan jual semakin dalam. Area tersebut dapat menjadi target penurunan berikutnya apabila BONK gagal menemukan permintaan baru yang cukup kuat.
Sebaliknya, agar harga BONK dapat mulai stabil, dibutuhkan masuknya permintaan yang cukup kuat dari pasar. Permintaan ini diharapkan mampu menyerap potensi pasokan tambahan yang mungkin muncul dari dompet besar tersebut. Tim Research Tokocrypto menyatakan bahwa untuk saat ini, prospek BONK cenderung masih tertekan. Penjualan token baru yang terjadi pasca insiden treasury telah meningkatkan kekhawatiran pasar, sementara tren harga belum menunjukkan sinyal pembalikan yang jelas. Arah pergerakan harga BONK selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah sisa token besar tersebut kembali dijual atau berhasil diserap oleh permintaan pasar.
Situasi ini menegaskan kembali bahwa BONK Anjlok 40% Usai Treasury Terkuras, Penjualan Token Baru Picu Kekhawatiran adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi komunitas BONK. Pergerakan harga selanjutnya akan menjadi indikator penting bagi pemulihan aset ini.
Investasi dan trading aset kripto memiliki risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

