KabarTifa- Perusahaan investasi Strategy, yang dipimpin oleh Michael Saylor, kembali membuat gebrakan di pasar mata uang kripto dengan mengakuisisi 21.021 Bitcoin (BTC) senilai lebih dari US$2,46 miliar. Pembelian agresif ini didanai melalui hasil Initial Public Offering (IPO) saham preferen STRC yang mencetak rekor sebagai yang terbesar di Amerika Serikat pada tahun 2025.
Aksi korporasi ini diumumkan langsung oleh Strategy melalui platform media sosial X pada Selasa (29/7/2025) malam. Perusahaan mengungkapkan bahwa setiap Bitcoin diperoleh dengan harga rata-rata US$117.256. Dengan demikian, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 628.791 BTC, menjadikannya pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik di seluruh dunia.

Dana segar sebesar US$2,5 miliar berhasil diraup Strategy dari penjualan 28 juta saham STRC (Variable Rate Series A Perpetual Preferred Stock) dengan harga US$90 per saham. Antusiasme pasar terhadap penawaran ini sangat tinggi, terbukti dari target awal yang hanya US$500 juta, namun berhasil melambung hingga lima kali lipat.
Keberhasilan IPO STRC melampaui pencapaian Circle Internet Group yang sebelumnya mencatatkan IPO senilai US$1 miliar. Hal ini menjadikan IPO Strategy sebagai yang terbesar di Amerika Serikat pada tahun 2025, berdasarkan nilai dana yang berhasil dihimpun.
Strategi akumulasi Bitcoin bukanlah hal baru bagi Strategy, yang sebelumnya dikenal dengan nama MicroStrategy. Sejak tahun 2020, perusahaan ini secara konsisten memanfaatkan berbagai instrumen keuangan, mulai dari penerbitan saham, obligasi, hingga convertible notes, untuk menambah kepemilikan Bitcoin. Pendekatan ini telah menginspirasi lebih dari 160 perusahaan publik lainnya untuk turut mengadopsi Bitcoin ke dalam neraca keuangan mereka.
"Kami melihat STRC sebagai instrumen pendanaan yang tidak hanya agresif, tetapi juga cerdas bagi investor yang berorientasi pada pendapatan," ujar Michael Saylor, memberikan pandangannya terkait strategi pendanaan perusahaan.
Saham STRC dijadwalkan untuk mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada hari Rabu. Ini menjadikannya saham preferen perpetual pertama dari perusahaan treasury Bitcoin yang terdaftar di bursa Amerika, menawarkan dividen bulanan yang disesuaikan oleh dewan, dan menargetkan investor dengan preferensi pendapatan tetap.
STRC merupakan tambahan baru dalam jajaran produk saham preferen yang ditawarkan oleh Strategy. Sementara itu, saham induk Strategy (MSTR) mengalami penurunan sebesar 2,26 persen pada hari Selasa. Namun, sempat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,52 persen dalam perdagangan after-hours, mencapai US$396,70, menurut data dari Google Finance.
Secara tahunan, saham MSTR mencatatkan kenaikan sebesar 31,55 persen di tahun 2025, melambat dibandingkan lonjakan signifikan sebesar 358,55 persen yang terjadi sepanjang tahun 2024. Pembelian Bitcoin dalam skala besar ini dilakukan hanya dua hari sebelum Strategy merilis laporan keuangan kuartal II, yang akan memberikan gambaran mengenai dampak akumulasi Bitcoin dan aktivitas penggalangan dana perusahaan hingga tanggal 30 Juni.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau saran trading. Investasi dalam aset kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi. KabarTifa- tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.
