KabarTifa- Harga Bitcoin (BTC) terus menunjukkan taringnya, mendekati level US$ 120.000. Para analis kripto pun semakin optimis, bahkan ada yang memprediksi aset kripto nomor satu ini bisa mencetak rekor baru hingga US$ 155.000.
Optimisme ini didasarkan pada analisis teknikal mingguan dari analis dengan nama samaran ‘TradingShot’. Menurutnya, reli Bitcoin saat ini dipicu oleh pantulan dari Moving Average (MA) 50-minggu pada 7 April 2025. Titik ini dianggap krusial dalam struktur channel naik tiga tahunan yang dimulai sejak November 2022. Pantulan dari level Fibonacci 0,236 di siklus sebelumnya juga menjadi sinyal kuat, karena sebelumnya terbukti menjadi titik balik bullish yang signifikan.

TradingShot melihat pola yang mirip dengan dua reli sebelumnya. Jika pola ini berulang, ia memprediksi potensi puncak baru di angka US$ 155.500, yang berarti kenaikan sekitar 30 persen dari harga saat ini.
Namun, analis kripto Michael van de Poppe memberikan peringatan. Menurutnya, Bitcoin kembali tertahan di zona resisten kuat sekitar US$ 119.400. Penolakan ini membuka peluang koreksi jangka pendek, terutama karena ada CME futures gap yang masih terbuka di level US$ 118.500. Ia juga mencatat adanya liquidity cluster di bawah harga saat ini, yang meningkatkan kemungkinan harga akan turun terlebih dahulu ke area US$ 116.500 – US$ 117.500. Area ini bisa menjadi momen akumulasi strategis bagi investor.
Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 118.013, naik 0,4 persen dalam 24 jam terakhir, dengan kenaikan mingguan sebesar 0,68 persen. Secara teknikal, tren jangka menengah masih positif. Bitcoin diperdagangkan jauh di atas kedua moving average, dan RSI 14 hari berada di level 64,11, menunjukkan masih ada dorongan beli tanpa memasuki zona jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi dalam aset kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
