KabarTifa.ID – 29 Juni 2026 | Pasar aset kripto kembali diguncang oleh kabar mengejutkan. Empat aset kripto terkemuka, yaitu Alchemix (ALCX), Ardor (ARDR), NFPrompt (NFP), dan Marlin (POND), dilaporkan mengalami tekanan jual yang sangat tajam setelah salah satu bursa kripto global mengumumkan rencana penghapusan perdagangan atau delisting terhadap keempat token tersebut. Kabar ini sontak memicu kepanikan di kalangan investor, membuat 4 token ini anjlok setelah terancam delisting, investor ramai-ramai keluar dari posisi mereka.
Menurut laporan yang beredar, keempat token tersebut dijadwalkan tidak lagi diperdagangkan di platform bursa tersebut mulai tanggal 10 Juli 2026. Pengumuman ini langsung memicu reaksi negatif di pasar. Tiga dari empat token yang masuk daftar delisting bahkan dilaporkan menyentuh level terendah sepanjang masa (all-time low) pada hari yang sama. Tekanan jual semakin membesar karena para trader memilih untuk segera keluar dari posisi mereka sebelum perdagangan resmi dihentikan, demi meminimalkan kerugian.
Harga Token Langsung Tertekan
Penurunan harga yang paling signifikan terlihat pada token dengan kapitalisasi pasar dan likuiditas yang relatif lebih kecil. NFPrompt (NFP) dan Marlin (POND) masing-masing mengalami penurunan sekitar 20% setelah pengumuman delisting dirilis. Alchemix (ALCX) juga merasakan tekanan serupa, sementara Ardor (ARDR) menunjukkan ketahanan yang relatif lebih kuat dengan pelemahan sekitar 6%.
Tipisnya likuiditas pada aset-aset ini menjadi faktor yang memperparah tekanan jual. Ketika banyak pelaku pasar memutuskan untuk melepas aset mereka dalam waktu bersamaan, harga token dengan volume perdagangan rendah cenderung lebih mudah jatuh. Pada saat laporan ini dibuat, Alchemix diperdagangkan di kisaran US$2,67, NFPrompt berada di kisaran US$0,0054, sementara Marlin berada di kisaran US$0,0011. Kondisi ini menegaskan betapa rentannya aset-aset tersebut terhadap sentimen pasar negatif.
Perlu dicatat bahwa keempat token tersebut sebenarnya sudah berada dalam tren pelemahan sebelum pengumuman delisting ini. Dalam satu bulan terakhir, ALCX, ARDR, NFP, dan POND telah mengalami penurunan lebih dari 30%. Bahkan, seluruhnya kini diperdagangkan lebih dari 98% di bawah harga tertinggi sepanjang masa masing-masing, menunjukkan performa yang sangat buruk dalam jangka panjang.
Binance will delist ALCX, ARDR, NFP, and POND. More info pic.twitter.com/42G1a4XVso
— Binance (@binance) June 26, 2026
Mengapa Token Ini Dihapus dari Perdagangan?
Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa platform perdagangan aset digital biasanya melakukan evaluasi berkala terhadap aset yang sudah terdaftar. Penilaian ini mencakup berbagai faktor krusial, mulai dari volume perdagangan, likuiditas, keamanan jaringan, komitmen tim pengembang, aktivitas proyek, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Dalam kasus keempat token ini, penilaian menunjukkan bahwa mereka masuk dalam kategori aset dengan performa yang melemah. Selain mengalami koreksi besar dari harga tertingginya, masing-masing token juga mencatat kinerja negatif dalam satu tahun terakhir. NFPrompt menjadi salah satu token yang paling disorot. Token ini sempat diluncurkan melalui program Launchpool pada Desember 2023 dan sempat mencapai harga sekitar US$1,17 pada hari pertama listing. Namun, sejak saat itu, harga NFP terus merosot hingga kehilangan sekitar 99% dari nilainya.
Keputusan delisting ini merupakan cerminan dari standar ketat yang diterapkan oleh bursa kripto global untuk menjaga kualitas pasar dan melindungi investor dari aset berisiko tinggi. Fenomena 4 token ini anjlok setelah terancam delisting, investor ramai-ramai keluar menjadi pengingat pentingnya diversifikasi dan riset mendalam sebelum berinvestasi.
Investor Masih Punya Waktu Sebelum Deadline
Meskipun perdagangan spot untuk ALCX, ARDR, NFP, dan POND akan dihentikan pada 10 Juli 2026, pengguna masih memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penarikan aset hingga 9 September 2026. Sementara itu, kontrak perpetual yang terkait dengan token-token tersebut di pasar futures telah lebih dulu dilikuidasi pada 2 Juli 2026. Hal ini menjadi sinyal bahwa platform mulai menutup eksposur perdagangan terhadap aset-aset tersebut secara bertahap.
Bagi para pemegang token, periode sebelum tanggal delisting menjadi waktu yang sangat penting untuk menentukan langkah strategis. Pilihan yang tersedia meliputi menjual aset sebelum perdagangan dihentikan, memindahkannya ke dompet pribadi (wallet) untuk disimpan atau dicari platform lain, atau mencari bursa lain yang mungkin masih mendukung perdagangan token-token tersebut.
Delisting ini juga menjadi pengingat keras bahwa aset kripto dengan likuiditas rendah dan performa proyek yang melemah memiliki risiko yang jauh lebih besar, terutama ketika masuk dalam proses evaluasi oleh bursa. Dalam banyak kasus, pengumuman delisting dapat mempercepat tekanan jual dan memperdalam penurunan harga secara eksponensial.
Ke depan, pasar akan terus mencermati apakah penghapusan ALCX, ARDR, NFP, dan POND dari perdagangan akan semakin menekan harga token-token tersebut, atau justru membuka ruang stabilisasi setelah tekanan jual awal mereda. Situasi ini kembali menunjukkan bahwa volatilitas pasar kripto sangat dipengaruhi oleh keputusan regulasi dan manajemen bursa. Kejadian 4 token ini anjlok setelah terancam delisting, investor ramai-ramai keluar ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelaku pasar kripto.
Investasi dan trading kripto yang aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

