Editor: BobonSyah
KabarTifa- Dogecoin (DOGE) menunjukkan performa impresif pada perdagangan Jumat, 19 Desember 2025, dengan mencatatkan penguatan lebih dari 6%. Kenaikan signifikan ini berhasil mendorong harga DOGE melampaui ambang batas $0,1300, didukung oleh pulihnya sentimen positif di pasar kripto secara keseluruhan.
.13! Sinyal Bullish atau Jebakan?” />Lonjakan harga Dogecoin ini terjadi tak lama setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) melaporkan bahwa inflasi tahunan AS pada November hanya mencapai 2,7%, jauh di bawah proyeksi analis sebesar 3,1%. Demikian pula, IHK inti tercatat meningkat 2,6%, juga di bawah ekspektasi pasar di level 3%. Data inflasi yang mereda ini secara langsung memicu gairah investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Pemulihan Dogecoin yang Rentan
Meskipun menunjukkan kenaikan, pemulihan Dogecoin dinilai masih rentan. Pasar derivatif DOGE, khususnya Open Interest (OI) futures, mengalami kontraksi tajam. OI anjlok sekitar 71% sejak insiden "kecelakaan kilat" pada 10 Oktober lalu. Pada Jumat, OI tercatat hanya berkisar antara $1,21 hingga $1,27 miliar, sebuah penurunan drastis dari puncaknya yang sempat menyentuh $4,4 miliar, bahkan pernah mencapai $6 miliar pada pertengahan September ketika DOGE melonjak dari $0,1298 ke $0,3068.
Penurunan drastis dalam Open Interest ini mengindikasikan melemahnya partisipasi trader ritel, kelompok yang sebelumnya berperan vital sebagai motor penggerak utama reli Dogecoin. Kondisi ini berpotensi membatasi kemampuan DOGE untuk mempertahankan tren pemulihan yang baru saja terbentuk menjelang penutupan tahun.
Dari sisi institusional, minat terhadap ETF Dogecoin spot juga terlihat kurang bergairah. Data dari SoSoValue mengungkapkan tidak adanya arus masuk baru ke ETF DOGE sejak 10 Desember, di mana saat itu tercatat inflow sebesar $172.000. Hingga kini, total arus masuk bersih kumulatif berada di angka $205 juta, dengan total aset bersih sekitar $4,96 juta. Perlu dicatat, di Amerika Serikat sendiri telah disetujui dua ETF Dogecoin spot, yakni GDOG milik Grayscale dan BWOW dari Bitwise.
Analisis Teknikal: Bayang-bayang Tekanan Jual
Secara teknikal, Dogecoin masih berada di bawah bayang-bayang tekanan jual. Harga saat ini bergerak di bawah Exponential Moving Average (EMA) 50-hari, 100-hari, dan 200-hari, yang semuanya menunjukkan tren menurun. Indikator MACD pada grafik harian juga masih berada di area negatif. Namun, ada secercah harapan dari Relative Strength Index (RSI) yang naik ke level 38, mengisyaratkan bahwa tekanan jual mulai mereda.
Jika DOGE mampu menembus EMA 50-hari, potensi untuk melanjutkan tren positif menuju area EMA 100-hari dan 200-hari terbuka lebar. Namun, garis tren turun yang berasal dari level $0,3063 masih berfungsi sebagai tembok penghalang krusial, dengan resistensi terdekat yang harus ditembus berada di $0,1561. Sebaliknya, penutupan harian di bawah level support $0,1205 berpotensi mempercepat penurunan harga menuju level terendah Oktober di $0,0931.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

