KabarTifa- Dogecoin (DOGE) kembali memantik spekulasi di kalangan investor dan pengamat pasar kripto setelah seorang analis terkemuka mengisyaratkan bahwa pergerakan harganya kini mengulang pola akumulasi signifikan yang mendahului lonjakan harga fantastis pada tahun 2021. Potensi kebangkitan ini menjadi sorotan utama, dengan level US$0,15 disebut-sebut sebagai kunci penentu.
Analis kripto dengan nama akun Cryptollica (@Cryptollica di X), dalam analisis mingguan yang dipublikasikan di TradingView pada 23 Desember 2025, menggarisbawahi formasi "rounded base" pada grafik Dogecoin. Menurut analisis yang diakses KabarTifa.id, ia mengamati adanya penurunan volatilitas yang jelas dan momentum yang seolah "diatur ulang" atau di-reset. Kondisi ini digambarkan oleh Cryptollica sebagai "calm before the storm" atau ketenangan sebelum badai besar.

Dalam laporannya yang berjudul "DOGE: The Cycle Repeats (1W Timeframe)", Cryptollica menjelaskan bahwa struktur harga Dogecoin saat ini merupakan "fractal setup" yang secara "tekstual" identik. Analisis ini mengacu pada empat titik struktur historis dalam siklus jangka panjang DOGE. Pasar, menurutnya, kini berada di "Point 4", sebuah fase yang dinilai serupa dengan periode akumulasi masif sebelum bull run sebelumnya.
Indikator RSI dan Kelesuan Penjual
Selain struktur harga, indikator Relative Strength Index (RSI) juga menjadi dasar kuat argumen Cryptollica. Ia menyoroti level RSI mingguan di sekitar 32, yang secara historis berulang kali berfungsi sebagai "lantai historis" atau titik dasar makro. Setiap kali RSI mingguan DOGE menyentuh area tersebut pada siklus sebelumnya, hal itu selalu menandai titik dasar makro. Saat ini, RSI dinilai kembali berada di area krusial tersebut, mengindikasikan kelelahan di kalangan penjual dan potensi pembalikan arah.
Catatan Kehati-hatian dari Analis Lain
Meski demikian, tidak semua pihak sepenuhnya sepakat dengan optimisme tersebut. Pengguna TradingView lain, ZarinSyed, memberikan nada kehati-hatian. Ia mengakui daya tarik analisis fraktal, namun menekankan bahwa hal itu tidak bersifat deterministik atau mutlak. ZarinSyed berpendapat bahwa kondisi makroekonomi global dan arus likuiditas pasar dapat mengubah proyeksi yang diharapkan.
ZarinSyed menambahkan bahwa konfirmasi bullish yang lebih valid baru akan tercapai jika Dogecoin mampu mencatatkan penutupan mingguan secara konsisten di atas kisaran US$0,15–US$0,17. Ia juga menyarankan agar indikator RSI idealnya perlu bergerak stabil di atas level tengah 50 untuk benar-benar mengonfirmasi perubahan momentum. Tanpa kondisi tersebut, DOGE berisiko terjebak dalam pergerakan mendatar (sideways) untuk periode yang lebih panjang.
Lebih lanjut, ZarinSyed menyoroti perbedaan konteks pasar. Berbeda dengan 2020, pasar kripto saat ini dinilai lebih matang dengan pengaruh signifikan dari aliran dana institusional, termasuk produk berbasis ETF. Faktor ini dapat membuat pola yang didasarkan pada perilaku ritel mungkin tidak sepenuhnya terulang seperti yang terjadi di masa lalu.
Secara keseluruhan, analisis Cryptollica menempatkan Dogecoin pada fase akumulasi dengan keyakinan tinggi dalam kerangka waktu mingguan. Namun, sejumlah pelaku pasar menilai konfirmasi lanjutan tetap esensial sebelum menyimpulkan bahwa DOGE benar-benar siap mengulang reli besar seperti di siklus sebelumnya.
Editor: BobonSyah
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

