KabarTifa- Dogecoin (DOGE) kembali mencuri perhatian di jagat media sosial, meskipun pergerakan harganya di pasar kripto masih cenderung datar. Aset kripto berlogo anjing Shiba Inu ini, dalam sepekan terakhir, menunjukkan lonjakan keterlibatan daring yang signifikan, menempatkannya sejajar dengan raksasa seperti Bitcoin dan Ethereum. Fenomena ini memicu pertanyaan: apakah di balik stagnasi harga, DOGE sedang memasuki fase akumulasi yang krusial?
Data terbaru dari perusahaan analitik blockchain Santiment mengungkapkan bahwa Dogecoin menjadi salah satu aset dengan peningkatan atensi sosial tertinggi. Berbagai diskusi di platform X dan Reddit, mulai dari undian DOGE hingga perdebatan sengit tentang relevansinya di pasar kripto, menjadi pemicu utama lonjakan ini. Namun, ironisnya, antusiasme di media sosial ini belum mampu mendorong kenaikan harga, mengingat sektor memecoin secara umum masih menunjukkan performa yang lesu.

Indikator On-Chain Menunjukkan Penurunan Tekanan Jual
Menariknya, di balik hiruk pikuk media sosial, indikator on-chain justru menyajikan gambaran yang lebih dalam. Santiment mencatat bahwa Mean Coin Age Dogecoin terus menanjak selama dua bulan terakhir. Metrik ini, yang mengukur rata-rata usia koin yang disimpan, sering diinterpretasikan sebagai sinyal kuat fase akumulasi, di mana investor memilih untuk menahan aset mereka. Lebih lanjut, metrik Age Consumed, yang melacak pergerakan koin-koin lama, terpantau rendah sejak pertengahan November. Ini mengindikasikan bahwa para pemegang DOGE jangka panjang belum banyak melakukan penjualan, sehingga tekanan jual dari whale atau holder besar cenderung menurun.
Meski demikian, pasar tetap perlu waspada. Laporan dari Icobench menunjukkan bahwa indikator Market Value to Realized Value (MVRV) Dogecoin mencapai titik terendah dalam enam bulan pada pertengahan Desember dan belum menunjukkan pemulihan berarti. Ini menandakan bahwa banyak investor DOGE yang membeli dalam enam bulan terakhir masih berada dalam posisi rugi yang belum terealisasi, dengan rata-rata kerugian sekitar 36%.
Harga Bergerak Datar, Pasar Masih Waspada
Dari sisi teknikal, harga DOGE sendiri telah bergerak dalam rentang sempit antara USD 0,122 hingga USD 0,133 selama sekitar sepuluh hari terakhir. Pola konsolidasi ini, meskipun masih dalam tren bearish yang lebih besar, bisa menjadi pijakan sebelum potensi perubahan arah. Penembusan harga di atas batas atas rentang ini dapat menjadi katalis untuk perubahan struktur pergerakan jangka pendek.
Indikator sentimen seperti Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) juga mengisyaratkan bahwa pasar masih diselimuti kehati-hatian, dengan sebagian pelaku pasar merasakan tekanan yang mirip dengan fase kapitulasI. Situasi Dogecoin saat ini memang mencerminkan kondisi umum sektor memecoin di tengah ketidakpastian pasar kripto global. Kombinasi antara visibilitas tinggi di media sosial dan indikasi akumulasi on-chain menyoroti kompleksitas hubungan antara aktivitas komunitas, perilaku investor, dan pergerakan harga aset digital. Apakah Dogecoin sedang mempersiapkan kejutan di balik layar, ataukah ini hanya jeda dalam tren yang lebih besar, hanya waktu yang akan menjawab.
Editor: BobonSyah
