Editor: BobonSyah
KabarTifa- Ethereum (ETH) kini menghadapi momen penentuan yang krusial. Setelah menunjukkan kenaikan tipis sebesar 2,93% sepanjang Maret 2026, harapan untuk mengakhiri enam bulan beruntun tren penurunan yang telah menggerus lebih dari separuh nilainya, kini berada di ambang batas. Bulan ini menjadi satu-satunya peluang ETH untuk mencetak "bulan hijau" pertamanya sejak Agustus 2025, namun tekanan pasar justru semakin menguat menjelang penutupan.

Sayangnya, euforia awal Maret tak bertahan lama. Sejak pertengahan bulan, dinamika pasar berbalik arah secara signifikan. Berdasarkan analisis grafik 4 jam, Ethereum terpantau bergerak dalam pola falling channel yang terbentuk sejak 16 Maret, tepat setelah mencapai puncaknya di $2.380. Penurunan drastis pun terjadi, membawa harga terkoreksi sekitar 18% hingga menyentuh $1.970. Saat ini, ETH berjuang di kisaran $2.020, masih terperangkap dalam tren penurunan di dalam channel tersebut. Ini mengindikasikan bahwa keuntungan yang sempat diraih di awal bulan perlahan-lahan terkikis, sebuah sinyal pelemahan momentum bullish menjelang akhir periode, seperti yang juga disoroti oleh BeInCrypto.
Tekanan tak hanya datang dari pergerakan harga, melainkan juga dari fondasi internalnya. Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa masalah Ethereum kini bukan sekadar harga yang tertahan, melainkan menipisnya dukungan fundamental dari sisi on-chain. "Ketika investor institusional atau ‘whale’ mengurangi posisi mereka secara signifikan, berbarengan dengan melemahnya minat beli saat harga turun (dip-buying), pasar kehilangan dua pilar penting sekaligus," jelas tim riset tersebut. "Ini membuat struktur potensi bulan hijau ini terlihat jauh lebih rapuh dari yang diperkirakan." Data on-chain menguatkan hal ini: dalam 48 jam terakhir, whale Ethereum dilaporkan telah melepas sekitar 180.000 ETH, mengakibatkan penurunan total kepemilikan mereka dari 122,91 juta menjadi 122,73 juta ETH.
Bersamaan dengan aksi jual whale, indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan sinyal bearish divergence. Meskipun harga sempat menunjukkan kenaikan, volume pembelian secara keseluruhan justru mengalami penurunan sepanjang Maret. Fenomena ini mengindikasikan bahwa setiap koreksi harga tidak lagi memicu respons pembelian yang kuat dari para investor, berbeda dengan pola sebelumnya. Perpaduan antara pelepasan aset oleh whale dan surutnya minat beli ini secara fundamental mengikis fondasi harga Ethereum, menjadikannya kian rentan.
Dalam situasi genting ini, level krusial yang menjadi fokus utama para analis adalah area $1.970. Angka ini telah berfungsi sebagai support vital sejak awal Maret. Apabila Ethereum gagal bertahan dan ditutup di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan akan meningkat tajam. Potensi target penurunan selanjutnya membayangi di $1.910 dan $1.830. Bahkan, skenario terburuk bisa terjadi jika $1.830 berhasil ditembus, membuka jalan bagi koreksi lebih lanjut hingga ke area $1.650.
Di sisi lain, untuk meredakan tekanan bearish dan mengembalikan momentum positif, Ethereum harus berhasil kembali naik dan mempertahankan posisinya di atas $2.050. Jika level ini dapat dikonsolidasikan, target berikutnya yang perlu dicapai adalah area $2.110, yang sekaligus menjadi batas atas dari falling channel yang membelenggu pergerakannya saat ini.
Dengan demikian, Ethereum benar-benar berada di persimpangan jalan yang krusial. Level $1.970 bukan sekadar angka, melainkan garis pemisah antara harapan untuk mengakhiri rentetan enam bulan merah dan mencetak bulan hijau pertama, atau justru memperpanjang penderitaan menjadi tujuh bulan berturut-turut. Beberapa hari terakhir di bulan Maret akan menjadi penentu mutlak arah pergerakan Ethereum selanjutnya, di tengah gempuran tekanan kuat baik dari analisis teknikal maupun data on-chain.
Penting untuk diingat bahwa investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Informasi ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto.

