KabarTifa- Ethereum (ETH) kembali menunjukkan performa impresifnya di pasar kripto. Mata uang digital terbesar kedua ini berhasil menembus level Rp 48 juta (sekitar US$ 3.000) untuk pertama kalinya sejak awal Februari 2025. Kenaikan ini jauh melampaui kinerja Bitcoin (BTC), yang justru mengalami pelemahan di tengah indikasi kuat datangnya altseason.
KabarTifa- Pada Selasa (15/7/2025), saat Bitcoin merosot ke Rp 1,86 miliar (US$ 116.500), Ethereum justru mencatatkan lonjakan harian yang signifikan, bahkan sempat menyentuh puncak mingguan di Rp 49,4 juta (US$ 3.090). Analis dari firma Swissblock menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh peralihan modal dari Bitcoin ke altcoin, termasuk Ethereum.

KabarTifa- Menurut Swissblock, Bitcoin saat ini berada di hari ke-12 dari bullish rally, mendekati durasi tipikal 15-30 hari dari empat kenaikan sebelumnya. Kondisi ini memicu aksi ambil untung pada Bitcoin, dan dana kemudian mengalir ke altcoin seperti Ethereum.
KabarTifa- Pergerakan positif Ethereum juga tercermin pada rasio ETH/BTC. Grafik harian ETH/BTC menunjukkan perubahan struktur bullish untuk pertama kalinya sejak 24 Mei 2024. Rasio ini juga berhasil melampaui rata-rata pergerakan 200 hari, sebuah pencapaian yang belum terjadi selama setahun terakhir, menandakan kekuatan jangka menengah hingga panjang.
KabarTifa- Ted Pillows, seorang penggemar Ethereum, menambahkan bahwa Relative Strength Index (RSI) mingguan ETH/BTC telah keluar dari tren penurunan selama tiga tahun. Munculnya pola golden cross semakin memperkuat prediksi perubahan tren jangka panjang.
KabarTifa- Analis kripto Merlijn The Trader bahkan memprediksi Ethereum berpotensi melonjak hingga 1.110 persen dari titik terendahnya di Rp 24,8 juta (US$ 1.550) pada bulan April lalu. Jika prediksi ini akurat, harga Ethereum bisa mencapai Rp 291 juta (US$ 18.205). Analisis ini didasarkan pada pola pasar Bitcoin tahun 2018-2021, meskipun bersifat spekulatif karena kurangnya validasi ilmiah.
KabarTifa- Dari sudut pandang teknikal, analis Crypto Daan menyebut bahwa Ethereum saat ini berada di paruh atas kisaran siklus 18 bulannya. Menurutnya, ada dua level penting yang perlu diperhatikan, yaitu US$ 2.800 dan US$ 4.000. Daan juga menambahkan bahwa dengan dominasi Bitcoin yang mulai menurun, ini menjadi sinyal kuat bahwa altseason semakin dekat, dan Ethereum berpotensi terus unggul.
KabarTifa- Kenaikan Ether sebesar 100 persen sejak kuartal kedua 2025 dan terobosannya di level teknikal penting telah memicu diskusi hangat di media sosial X. Banyak trader kini mengincar harga US$ 4.000 sebagai target berikutnya.
KabarTifa- Meskipun prediksi kenaikan harga hingga US$ 18.205 terdengar menggembirakan, para analis tetap menekankan pentingnya kehati-hatian mengingat sifat pasar kripto yang sangat fluktuatif. Dengan momentum altcoin yang semakin kuat, Ether kemungkinan besar akan tetap menjadi sorotan para investor di masa mendatang.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.
