Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan sinyal pelemahan, gagal menembus level psikologis krusial $3.000. Data terbaru pada Minggu, 21 Desember 2025, mencatat ETH diperdagangkan di kisaran $2.973,39, mengalami koreksi tipis sekitar 0,37% dalam 24 jam terakhir di tengah sentimen pasar kripto yang cenderung berhati-hati.

Penurunan ini terjadi seiring dengan menyusutnya volume perdagangan, mengindikasikan kehati-hatian investor. Meskipun demikian, Ethereum masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai $358,87 miliar USD. Namun, minimnya minat beli jangka pendek menjadi tantangan utama yang membatasi pergerakan harga.
Pergerakan Terbatas dan Volume Lesu
Pergerakan harga ETH dalam 24 jam terakhir relatif terbatas, bergerak antara titik terendah $2.962,17 dan tertinggi $2.991,33. Ambang batas $3.000 terbukti menjadi penghalang signifikan yang sulit ditembus oleh para bull. Volume perdagangan harian Ethereum tercatat hanya sekitar $7,55 miliar USD, jauh di bawah rata-rata saat pasar sedang aktif. Kondisi ini mencerminkan sikap "wait and see" dari pelaku pasar, yang cenderung menunda transaksi besar hingga ada kejelasan arah tren.
Kinerja Kontras Jangka Pendek dan Menengah
Melihat kinerja dalam rentang waktu yang lebih luas, Ethereum menunjukkan gambaran yang kontras. Dalam 30 hari terakhir, ETH berhasil mencatat kenaikan positif sekitar 6,13%, menandakan adanya upaya pemulihan setelah periode tekanan. Namun, performa jangka menengah dan panjang masih menunjukkan tren negatif, dengan penurunan 23,04% dalam 60 hari dan 30,64% dalam 90 hari. Ini menegaskan bahwa meskipun ada rebound sesaat, tren bearish belum sepenuhnya teratasi. Harga ETH juga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73, menyoroti pekerjaan rumah besar bagi investor yang berharap pada kenaikan signifikan.
Tekanan dari Volume dan Sentimen Investor
Faktor utama yang menahan laju ETH saat ini adalah kombinasi volume perdagangan yang lesu dan sentimen investor yang cenderung defensif. Dengan volume yang minim, aksi jual sekecil apa pun dapat dengan mudah memicu penurunan harga. Sentimen kehati-hatian ini tercermin dari koreksi 4,49% dalam tujuh hari terakhir, di mana banyak trader memilih untuk menahan diri atau mengamankan keuntungan, terutama di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi global dan potensi perubahan kebijakan moneter.
Fundamental Ethereum Tetap Kokoh
Meski menghadapi tekanan harga jangka pendek, fondasi fundamental Ethereum tetap kokoh. Dengan pasokan beredar sekitar 120,70 juta ETH, jaringan ini terus menjadi pilar utama bagi ekosistem Keuangan Terdesentralisasi (DeFi), Non-Fungible Token (NFT), dan Web3. Meskipun tidak memiliki batas pasokan maksimum seperti Bitcoin, mekanisme pembakaran (burning) melalui EIP-1559 secara efektif membantu mengelola inflasi pasokan. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh Ethereum yang berada di $358,80 miliar USD menunjukkan stabilitas relatif terhadap kapitalisasi pasar saat ini.
Level Krusial yang Perlu Diperhatikan
Dalam analisis teknikal jangka pendek, area $2.950–$2.960 menjadi zona support krusial yang harus dipertahankan. Apabila level ini berhasil dijaga, konsolidasi sehat masih memungkinkan. Namun, jika tembus ke bawah, ETH berisiko menguji support yang lebih rendah. Di sisi lain, area $3.000–$3.050 berfungsi sebagai resistance kuat yang perlu dipecahkan untuk memulihkan sentimen bullish jangka pendek.
Secara keseluruhan, Ethereum saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan bias melemah, didorong oleh volume perdagangan yang lesu dan sentimen pasar yang berhati-hati. Meskipun ada kenaikan bulanan yang patut dicatat, tekanan dari kinerja jangka menengah masih terasa. Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi peluang untuk akumulasi bertahap dengan strategi manajemen risiko yang cermat. Sementara itu, trader jangka pendek perlu memantau pergerakan harga dengan ketat, mengingat volatilitas yang masih ada. Ethereum memang memiliki fundamental yang kuat, namun untuk kembali ke tren kenaikan berkelanjutan, pasar tampaknya menantikan katalis yang lebih substansial.
Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Informasi ini bersifat edukasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual. Ikuti KabarTifa.id di Google News untuk update berita kripto terkini.

