Oleh: BobonSyah
KabarTifa- Ethereum (ETH) kembali menarik perhatian pasar kripto setelah menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat, bangkit dari level terendah sekitar US$1.840. Kenaikan harga hampir 4% ini memicu spekulasi bahwa tekanan jual ekstrem yang sempat mendominasi kini mulai mereda, membuka jalan bagi potensi reli baru yang signifikan.

Pergerakan positif ini didukung oleh perubahan signifikan pada data on-chain dan dinamika pasar derivatif. Berdasarkan laporan dari BeInCrypto, arus masuk ETH ke bursa telah anjlok drastis, sementara investor jangka panjang terpantau kembali aktif melakukan akumulasi aset.
Sinyal Bullish Muncul, Awal Pembalikan Tren?
Pada grafik jangka pendek, Ethereum membentuk pola symmetrical triangle, menandakan fase konsolidasi antara kekuatan pembeli dan penjual. Lebih lanjut, indikator Relative Strength Index (RSI) menampilkan bullish divergence yang menarik. Sejak awal Februari hingga 23 Februari, harga ETH mencetak lower low, namun RSI justru membentuk higher low. Pola ini secara historis sering menjadi prekursor pelemahan tekanan jual dan sinyal rebound harga, seperti yang terlihat pada dua fase terpisah di bulan Februari yang memicu kenaikan 6% hingga 10%.
Tekanan Jual Anjlok 90%, Namun Derivatif Masih Bearish
Salah satu indikator paling mencolok adalah penurunan drastis arus masuk ETH ke bursa. Dari puncaknya 1,06 juta ETH pada 7 Februari, angka ini kini menyusut hingga sekitar 126.000 ETH, sebuah penurunan hampir 90%. Biasanya, peningkatan arus masuk ke bursa mengindikasikan potensi aksi jual. Namun, menariknya, harga ETH justru turun sekitar 14% meski tekanan jual di pasar spot mereda. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa pelemahan harga lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen di pasar derivatif, bukan penjualan langsung.
Di pasar derivatif, funding rate Ethereum telah bergeser ke zona negatif sekitar -0,02%, menunjukkan dominasi posisi short atau jual. Meskipun demikian, open interest (jumlah kontrak terbuka) tetap stabil di kisaran US$8,8 hingga US$9 miliar. Ini mengindikasikan bahwa tidak ada lonjakan signifikan dalam pembukaan posisi baru, melainkan pergeseran sentimen dari pelaku pasar yang sudah ada. Kondisi ini membuka peluang terjadinya short squeeze jika harga terus naik dan memaksa trader short untuk menutup posisi mereka.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa pelemahan tekanan jual sebesar 90% adalah katalis fundamental kuat untuk rebound ETH. Mereka menambahkan, "Kondisi pasar yang sangat bearish di sisi derivatif tanpa adanya penambahan posisi short baru menciptakan peluang short squeeze yang masif jika resistensi US$2.060 berhasil ditembus."
Holder Jangka Panjang Kembali Akumulasi
Indikator Hodler Net Position Change juga menunjukkan pergeseran penting. Setelah mencatat distribusi bersih lebih dari 41.000 ETH pada awal hingga pertengahan Februari, data terbaru mengonfirmasi pembalikan tren. Dalam dua hari terakhir, holder jangka panjang tercatat melakukan akumulasi bersih lebih dari 6.000 ETH. Pola ini sering muncul mendekati fase dasar harga lokal, di mana investor berpengalaman mulai kembali mengakumulasi aset sebelum terjadi pemulihan pasar yang lebih luas. "Akumulasi sunyi oleh long-term holders adalah validasi bahwa nilai ETH saat ini dianggap sudah cukup murah oleh investor berpengalaman," ungkap Tim Riset Tokocrypto.
Level Kunci yang Harus Ditembus
Ethereum kini menghadapi serangkaian level resistensi krusial. Area US$1.920 menjadi hambatan awal, diikuti oleh US$2.020. Namun, level paling penting berada di sekitar US$2.060. Jika ETH berhasil menembus dan bertahan di atas US$2.060, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$2.200 hingga US$2.420. Sebaliknya, struktur bullish ini sangat bergantung pada pertahanan support di US$1.840. Apabila level ini ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju US$1.740 akan kembali terbuka lebar.
Dengan kombinasi tekanan jual yang anjlok drastis, sentimen derivatif yang ekstrem, dan kembalinya akumulasi oleh holder jangka panjang, rebound Ethereum kali ini terlihat lebih dari sekadar pantulan teknikal biasa. Level breakout berikutnya akan menjadi penentu arah pergerakan harga ETH selanjutnya di pasar kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

