KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) melesat 13,5 persen dalam 48 jam terakhir, menembus angka psikologis US$ 3.000 pada Kamis. Meskipun grafik menunjukkan tren positif, para analis justru menunjukkan sikap skeptis terhadap keberlanjutan kenaikan ini. Data dari pasar derivatif, termasuk futures dan options, menunjukkan kepercayaan terhadap reli jangka panjang masih rendah. Premi bulanan futures ETH berada di angka 5 persen, masih di bawah wilayah netral dan cenderung bearish. Meskipun lebih baik dari minggu lalu (3,5 persen), angka ini jauh dari level optimis yang terlihat terakhir kali pada 23 Januari, saat ETH diperdagangkan di atas US$ 3.300. Dengan kata lain, trader profesional belum sepenuhnya yakin akan pergerakan bullish ETH dalam waktu dekat.
Salah satu faktor yang memicu keraguan adalah penurunan aktivitas jaringan Ethereum, ditandai dengan menurunnya biaya transaksi (gas fee). Meskipun ini kabar baik bagi pengguna, penurunan fee berdampak negatif pada harga ETH karena mekanisme burn Ethereum bergantung pada tingginya aktivitas jaringan. Data Nansen menunjukkan penurunan biaya jaringan sebesar 22 persen dalam 30 hari terakhir, menjadi US$ 34,8 juta. Ironisnya, Total Value Locked (TVL) justru meningkat tajam dari US$ 50 miliar menjadi US$ 73 miliar. Namun, kenaikan TVL ini tidak diiringi lonjakan permintaan ETH, menimbulkan kewaspadaan di kalangan investor. Volume perdagangan di DEX juga turun ke titik terendah dalam sembilan bulan terakhir, menunjukkan minat pengguna yang menurun meskipun TVL meningkat.

Perkembangan ekosistem layer-2 Ethereum yang pesat, dengan volume perdagangan DEX di layer-2 mencapai US$ 58,6 miliar dalam 30 hari terakhir, juga belum mampu mendorong permintaan ETH secara signifikan. Sebagai perbandingan, Solana, dengan TVL 86 persen lebih kecil dari Ethereum, mampu menghasilkan biaya jaringan US$ 25,3 juta, bahkan Tron mencatat fee 60 persen lebih tinggi dari Ethereum dalam periode yang sama.
Analisis pasar opsi (options) juga menunjukkan sentimen yang masih berimbang. ETH options delta skew berada di -3 persen, mengindikasikan ketertarikan yang seimbang antara strategi bullish dan bearish. Ini sedikit membaik dari minggu lalu yang sempat mencapai +1 persen, menunjukkan adanya permintaan lindung nilai dari penurunan.
Kenaikan harga ETH belakangan ini tampaknya didorong oleh arus masuk dana sebesar US$ 468 juta ke ETF berbasis ETH yang terdaftar di Amerika Serikat selama empat hari terakhir, serta pembelian ETH oleh SharpLink Gaming (SBET) dan Bit Digital (BTBT). Namun, belum jelas apakah minat institusional ini akan berlanjut.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
