KabarTifa- Sektor game berbasis blockchain yang dulu diprediksi sebagai masa depan hiburan digital, kini tengah menghadapi badai. Di pertengahan 2025, banyak proyek game kripto besar gulung tikar. Laporan dari decrypt.co mengungkap sejumlah proyek ambisius yang terpaksa berhenti beroperasi karena berbagai masalah, mulai dari kekurangan dana hingga minimnya pemain. KabarTifa.id merangkum beberapa game Web3 yang telah "menyerah" di tahun 2025 ini.
Deadrop (Midnight Society, Polygon): Game extraction shooter ini, yang sempat menjual akses NFT, tiba-tiba tutup di Januari 2025, hanya dua hari setelah pengumuman penutupan. Komunitas pemain kini berupaya mendapatkan pengembalian dana.

Ember Sword (Bright Star Studios, Ethereum): Meskipun berhasil mengumpulkan dana US$ 200 juta lewat penjualan NFT lahan, hype tersebut tak cukup untuk menyelamatkan game ini. Setelah beberapa kali migrasi blockchain, Ember Sword akhirnya offline karena kehabisan dana di Mei 2025.
Nyan Heroes (9 Lives Interactive, Solana): Game shooter mech berbasis kucing ini, yang memiliki lebih dari 250.000 wishlist, juga harus mengakui kekalahannya di Mei 2025. Token NYAN anjlok hingga 99 persen dari harga tertinggi, dan CEO-nya menyatakan sedang mengeksplorasi akuisisi IP.
Realms of Alurya (Ronin): Perpindahan blockchain ke Ronin (eks-Treasure) dan terhentinya hibah dana yang dijanjikan membuat proyek ini terhenti.
Symbiogenesis (Square Enix, Ethereum, Arbitrum, Polygon): Berbeda dengan lainnya, game naratif berbasis NFT dari kreator Final Fantasy ini berakhir bukan karena kebangkrutan, melainkan karena cerita yang telah selesai di Juli 2025.
The Mystery Society (Great Big Beautiful Tomorrow, Polygon/Immutable): Game dengan mekanik mirip Among Us ini gagal beroperasi karena kehabisan dana, meskipun sempat mengumpulkan US$ 3 juta. CEO-nya menyalahkan "keserakahan dan kebodohan" ekosistem kripto.
The Walking Dead: Empires (Gala Games, Ethereum): MMORPG zombie ini berhenti beroperasi pada akhir Juli 2025, namun pemain mendapatkan kompensasi berupa NFT dari game Gala lainnya.
Metalcore (Studio 369, Immutable/Solana): Game shooter mecha ini menghentikan komunikasi dan menutup server di Maret 2025 tanpa penjelasan yang jelas, meskipun masih terdaftar di Epic Store.
Blast Royale (Ethereum/Base): Game battle royale ini gagal bertahan dan menutup layanan pada 30 Juni 2025. Source code-nya akan dibuka untuk komunitas. Token NOOB anjlok 99 persen.
Mojo Melee (Planet Mojo, Polygon): Game auto-battler ini tutup pada 1 Juli 2025 karena studio beralih ke pengembangan AI dan film digital. Kerja sama dengan Amazon pun tak mampu menyelamatkannya.
Faktor Kegagalan:
Kegagalan game-game kripto ini disebabkan oleh beberapa faktor utama: minimnya pemain aktif, sistem insentif yang tidak seimbang, ketergantungan pada pendanaan yang tak kunjung cair, penjualan akses NFT sebelum game siap, dan minimnya komunikasi dengan komunitas.
Masa Depan Game Web3?
Meskipun banyak proyek yang gagal, game blockchain belum sepenuhnya mati. Proyek seperti Pixels dan Illuvium masih menunjukkan pertumbuhan, asalkan fokus pada gameplay yang menarik, bukan hanya pada tokenomics. Keberhasilan di masa depan bergantung pada pengembangan game yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan atau tanpa kripto.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi. Investasi kripto berisiko tinggi. KabarTifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan pembaca.
