KabarTifa- Harga Pi Network kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan, anjlok lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir, menempatkannya di level $0,177 per koin berdasarkan data Coinmarketcap yang dihimpun pada Sabtu (28/3).
Pergerakan negatif ini bukan tanpa sebab. Analis pasar menyebutkan bahwa koreksi harga Pi Network terjadi di tengah gelombang tekanan yang melanda pasar kripto secara menyeluruh, didorong oleh sentimen ‘risk-off’ global yang kian menguat. Fenomena ini sekaligus menegaskan eratnya korelasi Pi terhadap dinamika harga Bitcoin, sang raja aset digital.

Berbeda dengan koreksi sebelumnya, pelemahan Pi kali ini tidak bersumber dari internal ekosistemnya. Sebaliknya, penurunan ini merupakan imbas langsung dari tekanan makroekonomi global yang kini menghantam berbagai aset berisiko, termasuk seluruh sektor kripto. Harga Pi yang anjlok selaras dengan koreksi pasar kripto global yang juga mencatat penurunan sekitar 3%. Pemicu utamanya adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, terutama eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah lagi dengan meroketnya harga minyak mentah yang kini mendekati angka $110 per barel.
Situasi ini secara otomatis mendorong pergeseran sentimen investor menuju aset-aset yang lebih defensif. Indikator paling mencolok adalah masifnya arus keluar dana dari Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat, yang mencapai sekitar $171 juta hanya dalam sehari. Angka ini merupakan yang terbesar dalam tiga minggu terakhir. Konsekuensinya, gelombang penarikan dana ini menciptakan tekanan jual signifikan pada Bitcoin, yang pada gilirannya menyeret turun harga altcoin lain, termasuk Pi Network. Dalam skenario ini, Pi sekali lagi membuktikan karakternya sebagai aset ‘high-beta’, bergerak mengikuti arah Bitcoin namun dengan tingkat volatilitas yang jauh lebih tinggi.
Di samping faktor eksternal yang mendominasi, Pi Network juga masih bergulat dengan beberapa tekanan internal dari ekosistemnya sendiri. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah proses migrasi token yang masih berjalan, yang secara progresif menambah jumlah suplai beredar di pasar. Lonjakan suplai ini berpotensi memicu tekanan jual ekstra, terutama jika tidak diimbangi oleh peningkatan permintaan yang substansial. Dalam kondisi pasar yang sedang lesu, dampak dari faktor internal ini menjadi kian terasa.
Analisis teknikal juga mengindikasikan kerapuhan pada struktur harga Pi. Aset digital ini terpantau masih bergerak dalam formasi penurunan (descending structure), dengan level support krusial di sekitar $0,17 yang saat ini sedang diuji ketahanannya. Apabila Pi gagal mempertahankan posisi di atas level ini, maka potensi untuk melanjutkan tren penurunan ke area yang lebih rendah akan semakin terbuka lebar.
Untuk jangka pendek, pergerakan Pi masih diperkirakan akan tetap bearish selama harganya berada di bawah area resistance $0,19. Level ini menjadi patokan vital untuk mengukur apakah pasar dapat menemukan stabilitas atau justru terjerumus lebih dalam ke tren penurunan. Jika tekanan jual terus berlanjut dan harga menembus support $0,17 dengan meyakinkan, skenario penurunan menuju $0,15 akan menjadi sangat mungkin terjadi. Sebaliknya, apabila Pi berhasil bertahan dan kembali menembus $0,19, ini bisa menjadi indikasi awal pemulihan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa arah pergerakan Pi akan sangat bergantung pada dinamika pasar secara keseluruhan, terutama stabilitas Bitcoin. Selama Bitcoin belum berhasil menemukan pijakan yang kokoh, altcoin seperti Pi kemungkinan besar akan terus menghadapi tekanan.
Pergerakan harga terkini ini semakin mempertegas bahwa valuasi Pi Network masih didominasi oleh sentimen pasar global, ketimbang perkembangan internal jaringannya. Tanpa adanya pemicu kuat seperti pembaruan fundamental atau lonjakan adopsi yang signifikan, Pi cenderung akan terus mengikuti arus pasar yang lebih luas. Meskipun peta jalan pengembangan jaringan terus bergulir, termasuk rencana peningkatan node ke versi 23.0 dalam beberapa bulan mendatang, dampaknya terhadap harga dalam waktu dekat diperkirakan masih minimal selama tekanan eksternal belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Secara keseluruhan, koreksi harga Pi Network kali ini merupakan cerminan dari kombinasi tekanan makro global dan isu internal yang belum tuntas. Dengan struktur teknikal yang masih rentan dan suplai token yang terus meningkat, Pi berada dalam posisi yang sangat rawan di tengah gejolak pasar yang tidak menentu. Ke depan, level $0,17 akan menjadi ambang batas krusial yang patut dicermati. Sementara itu, stabilitas harga Bitcoin akan tetap menjadi penentu utama apakah tekanan terhadap Pi akan terus berlanjut atau justru mulai mereda.
Editor: BobonSyah

