KabarTifa.ID – 23 Juli 2026 | Di tengah gejolak pasar kripto yang masih membayangi, Chainlink (LINK) menunjukkan geliat pemulihan yang menarik perhatian. Pergerakan harga yang cenderung terbatas belakangan ini justru diiringi oleh lonjakan aktivitas dari para investor kakap atau ‘whale‘. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa whale borong 14 juta LINK, Chainlink coba pulih di atas US$8,54, sebuah fenomena yang patut dicermati oleh para pelaku pasar.
Saat berita ini ditulis, LINK diperdagangkan di kisaran US$8,54, mengalami sedikit penurunan sekitar 0,6% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya menyentuh angka US$6,39 miliar, dengan volume perdagangan harian yang cukup aktif sekitar US$175,24 juta. Rentang pergerakan harga LINK dalam 24 jam terakhir berada antara US$8,53 hingga US$8,72. Meskipun belum terjadi breakout besar, data on-chain mengungkap tren akumulasi signifikan dari investor besar.
Akumulasi Masif oleh Investor Kakap
Analisis data on-chain yang dibagikan oleh analis terkemuka, Ali Martinez, menunjukkan lonjakan aktivitas whale Chainlink dalam dua pekan terakhir. Dalam periode tersebut, tercatat lebih dari 20 transaksi yang nilainya melebihi US$1 juta. Lebih mencengangkan lagi, para whale ini dilaporkan telah mengakumulasi lebih dari 14 juta token LINK dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Total kepemilikan mereka dilaporkan melonjak dari posisi di bawah 170 juta token menjadi sekitar 182 hingga 183 juta LINK.
Akumulasi oleh pemegang besar seperti ini berpotensi mengurangi pasokan LINK yang tersedia di pasar, terutama jika token yang dibeli tidak segera dikirim ke bursa untuk diperdagangkan. Namun, perlu dicatat bahwa akumulasi whale tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga dalam jangka pendek. Peristiwa whale borong 14 juta LINK, Chainlink coba pulih di atas US$8,54 ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat sebelumnya dalam ekosistem Chainlink.
Data lebih lanjut menunjukkan bahwa jumlah dompet yang menyimpan lebih dari 1.000 LINK telah mencapai level tertinggi tahun ini. Sementara itu, alamat dompet yang menguasai minimal 100.000 LINK juga mencatat rekor baru, mencapai 805 dompet. Fenomena whale borong 14 juta LINK, Chainlink coba pulih di atas US$8,54 ini menjadi sinyal optimisme dari para pemegang besar.
Indikator Teknikal Mulai Menunjukkan Perbaikan
Secara teknikal, LINK masih bergerak dalam tren turun yang lebih luas setelah mengalami koreksi dari area US$26 hingga US$28. Dalam beberapa bulan terakhir, harga LINK cenderung berkonsolidasi dalam rentang US$7 hingga US$10. Kendati demikian, indikator jangka pendek mulai memperlihatkan tanda-tanda perbaikan.
Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) berada di sekitar 0,1866, melampaui signal line yang berada di kisaran 0,1267. Histogram positif yang terbentuk juga mengindikasikan momentum yang mulai membaik. Selain itu, RSI (Relative Strength Index) LINK terpantau di angka 60,43, berada di atas level netral 50 dan moving average-nya di kisaran 58,31. Kondisi ini menunjukkan bahwa para pembeli mulai mendapatkan kendali pasar, namun harga belum memasuki zona overbought (jenuh beli).
Area resistensi utama bagi LINK berada di kisaran US$9 hingga US$10. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas zona krusial ini, struktur pemulihan LINK berpotensi menjadi lebih kuat. Sebaliknya, jika harga kembali tertolak dari level tersebut, LINK kemungkinan masih akan melanjutkan fase konsolidasi di rentang harga yang lebih rendah.
Cadangan LINK di Bursa Menurun, Ekosistem Tetap Aktif
Selain akumulasi masif oleh whale, indikator positif lainnya adalah penurunan cadangan token LINK di bursa. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa exchange reserves Chainlink telah turun ke sekitar 125,4 juta LINK. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode 2024 dan 2025, di mana cadangan LINK di bursa seringkali berada di kisaran 165 juta hingga 190 juta token.
Penurunan cadangan di bursa dapat diartikan sebagai berkurangnya pasokan token yang siap dijual dalam waktu dekat. Namun, tren ini perlu dikonfirmasi oleh peningkatan permintaan beli yang lebih kuat di pasar spot. Sementara itu, data dari pasar derivatif masih menunjukkan sinyal yang beragam. Volume trading naik 1,95% menjadi sekitar US$233,74 juta, namun open interest justru turun 0,91% menjadi sekitar US$445,28 juta. Hal ini mengindikasikan peningkatan aktivitas perdagangan, tetapi belum diikuti oleh lonjakan posisi leverage terbuka yang signifikan.
Di luar pergerakan harga, ekosistem Chainlink terus menunjukkan perkembangan yang dinamis. Santiment menempatkan Chainlink sebagai salah satu proyek aset dunia nyata (RWA) dengan aktivitas pengembangan tertinggi, sejajar dengan Hedera. Integrasi institusional juga terus berjalan lancar. Belum lama ini, Mantle memindahkan Super Portal senilai US$2,5 miliar ke Chainlink Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP). Aave juga memilih infrastruktur Chainlink untuk solusi otomatisasi rebalancing vault mereka.
Jumlah dompet Ethereum yang memegang LINK juga telah melampaui 900.000, menandakan basis pemegang yang semakin luas. Dari sisi produk investasi, investor di Amerika Serikat kini memiliki akses teregulasi terhadap LINK melalui ETF spot Chainlink. Data SoSoValue mencatat ETF spot Chainlink AS berhasil mencatatkan net inflow sebesar US$2,68 juta pada 22 Juli, dengan total inflow kumulatif mencapai US$127,83 juta. Total volume perdagangan ETF pada hari tersebut mencapai US$2,99 juta, dengan total aset bersih sekitar US$114,78 juta.
Untuk saat ini, prospek LINK terlihat membaik, didukung oleh akumulasi whale, penurunan cadangan di bursa, dan aktivitas ekosistem yang tetap kuat. Namun, harga LINK perlu berjuang untuk merebut kembali area US$9 hingga US$10 guna mengonfirmasi tren pemulihan yang lebih substansial. Selama LINK masih tertahan di bawah zona resistensi tersebut, potensi pemulihan jangka pendek mungkin masih terbatas meskipun data on-chain memberikan sinyal positif.

