Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Harga HYPE Menguat Tak Terbendung Meski Ada Tekanan Jual? Pendapatan Solid dan Lonjakan RWA Jadi Penopang!
    Crypto

    Harga HYPE Menguat Tak Terbendung Meski Ada Tekanan Jual? Pendapatan Solid dan Lonjakan RWA Jadi Penopang!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini07-08-2026 - 08.05Tidak ada komentar4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa.ID – 07 Agustus 2026 | Harga Hyperliquid (HYPE) saat ini terpantau bergerak dalam tren pelemahan, sebuah fenomena yang cukup mengejutkan mengingat platform tersebut baru saja melaporkan kinerja kuartal kedua yang impresif. Laporan terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam volume perdagangan, revenue protokol, pertumbuhan produk real-world assets (RWA), serta aktivitas burn token. Namun, faktor-faktor fundamental yang kuat ini belum sepenuhnya mampu menahan tekanan jual yang terjadi di pasar. Pada saat berita ini ditulis, HYPE diperdagangkan di kisaran US$55,83, mengalami penurunan sekitar 2,86% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$14,09 miliar.

    Para analis dari Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa pelemahan harga HYPE ini terjadi di tengah laporan peningkatan volume perdagangan RWA perpetuals yang sangat signifikan. Produk derivatif berbasis aset dunia nyata ini kini menjadi tulang punggung volume perdagangan di Hyperliquid. Berdasarkan data dari Coinedition, volume perdagangan perpetual contracts berbasis RWA yang terkait dengan HIP-3 melonjak drastis, mencapai 32,2% dari total volume perdagangan platform pada kuartal II 2026. Angka ini merupakan lompatan besar jika dibandingkan dengan hanya 1,8% pada dua kuartal sebelumnya. Segmen RWA perpetuals sendiri berhasil mencatatkan volume perdagangan kuartalan sebesar US$213 miliar, sebuah bukti nyata meningkatnya minat investor terhadap produk derivatif yang mengacu pada aset riil di ekosistem Hyperliquid.

    Performa Finansial dan Tokenomics yang Menjanjikan

    Selain lonjakan pada segmen RWA, kuartal kedua juga menandai peluncuran tiga ETF HYPE yang mulai diperdagangkan. Dana investasi dan treasury yang terkait dengan produk-produk ini dilaporkan secara kolektif menguasai sekitar 7,7% dari total suplai HYPE. Menariknya, sepanjang periode pelaporan tersebut, harga HYPE sempat melesat hingga 79%, bahkan mencetak rekor tertinggi baru di level US$76,90. Kinerja ini kontras dengan pergerakan Bitcoin yang justru mengalami penurunan 14% pada periode yang sama.

    Dari sisi pendapatan, Hyperliquid berhasil mencatat protocol revenue sekitar US$169 juta pada kuartal II. Sebagian besar dari pendapatan ini, yaitu sekitar US$141 juta, dialokasikan untuk program buyback token. Data ini mengindikasikan bahwa aktivitas protokol tetap solid dan sehat, meskipun harga HYPE saat ini tengah mengalami koreksi dari level tertingginya. Di sisi lain, data on-chain dari Onchain Lens menunjukkan bahwa Hyperliquid telah melakukan pembakaran (burn) token HYPE senilai sekitar US$1,28 juta dalam 24 jam terakhir. Selama periode yang sama, protokol berhasil menghasilkan biaya (fee) sebesar US$1,65 juta.

    Aktivitas pembakaran token terbaru ini menambah total suplai HYPE yang telah dikeluarkan secara permanen dari peredaran menjadi 47,53 juta token, dengan nilai taksiran mencapai US$2,68 miliar. Jumlah ini setara dengan sekitar 4,75% dari total suplai maksimum HYPE yang dibatasi pada 1 miliar token. Mekanisme burn ini merupakan salah satu pilar penting dalam tokenomics Hyperliquid. Dengan mengalokasikan sebagian pendapatan protokol untuk buyback dan burn, suplai token secara bertahap dapat dikurangi, yang secara teori dapat memberikan dukungan positif pada harga dalam jangka panjang. Meskipun demikian, harga HYPE tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar secara umum, aktivitas derivatif, serta aksi ambil untung oleh investor setelah periode reli yang cukup panjang.

    Aktivitas Derivatif Mulai Mendingin

    Sementara fundamental protokol menunjukkan kekuatan, pasar derivatif HYPE justru memperlihatkan tren penurunan aktivitas dalam 24 jam terakhir. Total volume perdagangan derivatif dilaporkan turun 16,50% menjadi sekitar US$1,68 miliar. Open interest (total nilai kontrak derivatif yang belum terselesaikan) juga mengalami penurunan sebesar 4,98% menjadi US$2,27 miliar. Volume opsi melemah 5,66% ke US$1,67 juta, dan open interest opsi turun 3,39% menjadi US$14,92 juta. Penurunan ini menandakan bahwa aktivitas trading mulai mendingin setelah periode reli yang kuat.

    Sebelumnya, pada awal Juni, open interest HYPE sempat menembus angka US$3,5 miliar ketika harga mendekati US$75. Namun, pada 6 Agustus, angka tersebut terkoreksi ke sekitar US$2,3 miliar. Meskipun terjadi penurunan, posisi pasar secara keseluruhan masih menunjukkan kecenderungan long. Rasio long-to-short secara umum berada di 0,9798, sementara rasio akun di bursa Binance dan OKX masing-masing tercatat 1,2437 dan 1,45. Data likuidasi menunjukkan bahwa long trader masih lebih banyak tertekan, dengan likuidasi long mencapai sekitar US$793.450, lebih tinggi dibandingkan likuidasi short sebesar US$374.650. Total likuidasi mencapai sekitar US$1,17 juta.

    Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian trader masih mempertahankan eksposur bullish, namun koreksi harga yang terjadi membuat posisi long menjadi lebih rentan terhadap likuidasi. Untuk saat ini, prospek HYPE terlihat bercampur. Dari sisi fundamental protokol, Hyperliquid menunjukkan pertumbuhan yang kuat melalui volume RWA, pendapatan kuartalan, program buyback, dan pembakaran token. Namun, dari sisi pasar, harga masih berada di bawah tekanan akibat melemahnya aktivitas derivatif dan penurunan open interest dari puncaknya. Jika volume perdagangan kembali meningkat dan harga mampu stabil di atas level support utama, peluang pemulihan dapat terbuka. Sebaliknya, jika open interest terus menurun dan likuidasi long meningkat, HYPE berisiko melanjutkan koreksi meskipun metrik fundamental platform tetap solid. Pasar kini menanti apakah pertumbuhan RWA dan mekanisme burn token yang kuat akan cukup untuk mengimbangi tekanan jual jangka pendek yang sedang berlangsung.

    HYPE Hyperliquid Kripto RWA
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleROKET HEI: Heima Melonjak 428% Sepekan, HEI Masuk Price Discovery dan Bidik US$0,60 di Tengah Gelombang Bullish!
    Next Article ETH Tembus $1.899, Sinyal Bullish Terjaga Minimnya Tekanan Jual
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    ETH Tembus $1.899, Sinyal Bullish Terjaga Minimnya Tekanan Jual

    07-08-2026 - 11.41
    Crypto

    ROKET HEI: Heima Melonjak 428% Sepekan, HEI Masuk Price Discovery dan Bidik US$0,60 di Tengah Gelombang Bullish!

    07-08-2026 - 05.31
    Crypto

    Debat Sengit di Senat AS: Peluang CLARITY Act Lolos 2026 Makin Kabur, Pasar Kripto Resah

    07-08-2026 - 02.04
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.