KabarTifa- Apple dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan besar di berbagai lini produknya. Pembaruan signifikan untuk fitur satelit iPhone dan Apple Watch sedang dalam tahap pengembangan. Tak hanya itu, raksasa teknologi ini juga disebut-sebut hampir mencapai kesepakatan senilai USD 1 miliar per tahun dengan Google untuk mengintegrasikan teknologi AI Gemini ke dalam Siri. Kejutan lain, Apple juga menyiapkan MacBook versi terjangkau untuk menantang dominasi laptop Windows di pasar.
Langkah-langkah ini mengindikasikan ambisi besar Apple untuk memperluas ekosistemnya, mulai dari perangkat keras inovatif, perangkat lunak cerdas, hingga layanan berbasis satelit yang revolusioner.

Sejarah inovasi Apple seringkali dimulai dengan visi ambisius yang diwujudkan secara bertahap. Ambil contoh Apple Watch. Awalnya, perangkat ini dirancang sebagai pusat kesehatan canggih, namun versi perdananya hadir dengan fungsi dasar seperti pemantauan detak jantung. Seiring waktu, fitur-fitur canggih seperti deteksi aritmia jantung dan sleep apnea ditambahkan, dan kini pengembangan berfokus pada pemantauan tekanan darah dan kadar gula darah.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada proyek headset mereka. Visi awal adalah menciptakan kacamata pintar yang ringan dan sekuat iPhone, namun realisasinya dimulai dengan Vision Pro yang besar dan mahal. Strategi bertahap ini juga diterapkan pada pengembangan teknologi satelit.
Satu dekade lalu, Apple merekrut dua ahli satelit terbaik dari Alphabet (induk Google) untuk menjajaki kemungkinan membangun jaringan satelit sendiri. Idenya adalah memungkinkan iPhone terhubung langsung ke satelit tanpa bergantung pada jaringan operator. Namun, setelah melalui serangkaian studi, Apple memutuskan untuk fokus pada pendekatan yang lebih realistis dengan meluncurkan fitur Emergency SOS via Satellite di iPhone 14 pada tahun 2022.
Fitur satelit ini memungkinkan pengguna mengirim pesan darurat bahkan di area tanpa sinyal seluler. Setahun kemudian, Apple menambahkan layanan bantuan darurat di jalan melalui AAA, dan kini sedang mengembangkan fitur pesan satelit reguler agar pengguna tetap terhubung di daerah terpencil.
Pengembangan fitur satelit iPhone ditangani oleh tim khusus bernama Satellite Connectivity Group (SCG), yang dipimpin oleh Mike Trela dari divisi teknik perangkat keras Apple. Teknologi ini bekerja sama dengan jaringan satelit Globalstar Inc., dan sudah mendukung iPhone serta Apple Watch Ultra 3.
Namun, persaingan semakin ketat dengan munculnya teknologi serupa dari SpaceX (melalui Starlink), Verizon, dan AT&T. Di internal Apple, sempat muncul perdebatan mengenai perlunya perusahaan menjadi "penyedia layanan" satelit. Namun, banyak pihak meyakini bahwa Apple harus terus mengembangkan teknologi ini agar tidak tertinggal dan tetap memegang kendali penuh atas pengalaman pengguna.
Apple memiliki beberapa alasan kuat untuk terus berinvestasi dalam teknologi satelit. Pertama, satelit diprediksi akan menjadi bagian integral dari komunikasi seluler di masa depan. Kedua, Apple ingin mempertahankan kendali penuh atas kualitas, privasi, dan desain pengalaman pengguna. Selain itu, dengan jangkauan globalnya, Apple dapat menghadirkan teknologi satelit lebih cepat ke negara-negara yang belum memiliki layanan serupa.
Ke depannya, Apple dilaporkan sedang menyiapkan berbagai peningkatan, termasuk dukungan API agar pengembang aplikasi pihak ketiga dapat memanfaatkan koneksi satelit, fitur Apple Maps yang dapat digunakan tanpa koneksi internet, serta kemampuan mengirim foto melalui pesan satelit. Apple juga berupaya menghilangkan batasan teknis yang mengharuskan pengguna mengarahkan ponsel ke langit, sehingga koneksi tetap aktif meski ponsel berada di saku atau di dalam mobil.
Selain itu, iPhone generasi berikutnya dikabarkan akan mendukung teknologi 5G NTN, yang memungkinkan jaringan seluler menggunakan satelit untuk memperluas jangkauan sinyal.
Untuk mewujudkan hal ini, Globalstar perlu memodernisasi sistem satelitnya, sebuah proyek yang sebagian didanai oleh Apple. Jika SpaceX benar-benar mengakuisisi Globalstar, kolaborasi dengan Apple dapat mempercepat pengembangan fitur ini, meskipun mungkin juga memaksa Apple untuk menyesuaikan strategi bisnisnya.
Selama ini, Apple menawarkan fitur dasar seperti Emergency SOS via Satellite secara gratis untuk menarik pengguna agar tetap berada dalam ekosistem iPhone. Namun, untuk fitur-fitur lanjutan, Apple kemungkinan akan membuka opsi berlangganan yang terhubung langsung ke penyedia satelit seperti SpaceX atau operator tertentu.
Meskipun belum ada rencana untuk menghadirkan panggilan telepon, panggilan video, atau browsing melalui satelit, langkah Apple menunjukkan keseriusannya dalam memperluas kemampuan perangkatnya hingga ke luar angkasa. Dalam beberapa tahun mendatang, pengguna iPhone mungkin akan merasakan pengalaman komunikasi tanpa batas. Informasi ini dilansir dari kabartifa.id.

