Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Kenaikan BTC dan ETH Serupa, Namun Data On-Chain Ungkap Perilaku Investor yang Berlawanan: Siapa Lebih Unggul?
    Crypto

    Kenaikan BTC dan ETH Serupa, Namun Data On-Chain Ungkap Perilaku Investor yang Berlawanan: Siapa Lebih Unggul?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini29-08-2026 - 00.17Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Kenaikan BTC dan ETH Serupa, Namun Data On-Chain Ungkap Perilaku Investor yang Berlawanan: Siapa Lebih Unggul?
    Kenaikan BTC dan ETH Serupa, Namun Data On-Chain Ungkap Perilaku Investor yang Berlawanan: Siapa Lebih Unggul?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BTC dan ETH Sama-Sama Reli, tapi Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda

    KabarTifa.ID – 29 Agustus 2026 | Agustus 2026 menjadi saksi bisu reli kuat yang dialami oleh Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Kedua aset kripto terbesar di dunia ini berhasil mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Namun, di balik euforia kenaikan tersebut, data on-chain mulai mengungkap pola perilaku investor yang semakin menjauh, mengisyaratkan strategi yang berbeda dalam mengelola aset mereka.

    Pergeseran Aset: ETH Keluar Exchange, BTC Justru Menumpuk

    Perbedaan mencolok terlihat dari pergerakan saldo kedua aset di bursa (exchange). Data dari Santiment menunjukkan tren penarikan Ethereum yang masif dari platform perdagangan. Sejak 3 Juni 2026, tercatat sekitar 1,4 juta ETH telah ditarik dari bursa, sebuah penurunan signifikan sekitar 18% dari saldo awal yang berada di angka 7,69 juta ETH menjadi 6,28 juta ETH pada 27 Agustus. Fenomena ini semakin intensif seiring dengan kenaikan harga, di mana sekitar 275.000 ETH tambahan keluar hanya dalam periode 19 Agustus.

    Penarikan besar-besaran ini umumnya diartikan sebagai sinyal positif. Investor yang menarik aset mereka ke dompet pribadi biasanya memiliki niat untuk menahan aset tersebut dalam jangka panjang, bukan untuk segera menjualnya. Berkurangnya suplai ETH yang tersedia di bursa berpotensi mengurangi tekanan jual di pasar. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa penarikan ini tidak serta merta menjamin kenaikan harga berkelanjutan. Aset yang ditarik bisa saja dialihkan untuk keperluan staking, aktivitas Decentralized Finance (DeFi), disimpan oleh kustodian institusional, atau digunakan untuk berbagai kebutuhan on-chain lainnya.

    Berbanding terbalik dengan Ethereum, Bitcoin justru menunjukkan tren yang berbeda. Dalam periode 12 minggu yang sama, saldo Bitcoin di bursa justru mengalami peningkatan tipis sekitar 0,25%. Meskipun sempat mengalami penurunan suplai di bursa hingga 6,50% pada 28 Juli, saldo BTC di bursa kembali merangkak naik menjadi sekitar 6,65% pada akhir Agustus. Hal ini mengindikasikan bahwa para investor Bitcoin cenderung mempertahankan lebih banyak aset mereka dalam kondisi yang lebih likuid dan siap diperdagangkan di bursa, dibandingkan dengan investor Ethereum yang lebih aktif menarik asetnya.

    Perbedaan pola ini digambarkan sebagai dua aset utama yang bergerak dalam pasar yang sama, namun memperlihatkan pola inventori yang berlawanan. Peningkatan saldo Bitcoin di bursa tidak selalu berarti investor bersiap menjual, namun secara umum, jumlah aset yang lebih besar di bursa dapat meningkatkan potensi suplai yang tersedia apabila tekanan jual meningkat.

    Arus Dana ETF: Ethereum Ungguli Bitcoin Secara Jauh

    Perbedaan perilaku investor juga tercermin kuat di pasar institusional, khususnya melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF). Dalam periode sekitar 60 hari perdagangan sejak 3 Juni, produk spot Ethereum ETF di Amerika Serikat berhasil mengumpulkan net inflow (arus masuk bersih) sebesar US$1,633 miliar. Angka ini jauh melampaui net inflow spot Bitcoin ETF yang hanya tercatat sekitar US$173 juta dalam periode yang sama.

    Signifikansi perbedaan ini semakin terasa ketika mempertimbangkan total aset yang dikelola. Pada awal periode, total aset produk Bitcoin ETF tercatat sekitar delapan kali lebih besar dibandingkan Ethereum ETF. Meskipun Bitcoin ETF menerima gross inflow (arus masuk kotor) sebesar US$5,87 miliar, namun pada saat yang sama mengalami outflow (arus keluar) sebesar US$5,69 miliar, menghasilkan net inflow yang tipis. Sebaliknya, Ethereum ETF menunjukkan aliran dana yang lebih konsisten menuju sisi pembelian. Tambahan modal menuju Ethereum ETF setara dengan sekitar 15,51% dari nilai aset pada awal periode, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan tambahan sekitar 0,2% pada Bitcoin ETF.

    Data terbaru pada 27 Agustus menunjukkan kedua aset masih menarik minat institusional, dengan Bitcoin ETF mencatat net inflow US$242,3 juta dan Ethereum ETF US$235 juta. Keduanya mencatat sembilan hari perdagangan berturut-turut dengan arus dana positif. Namun, jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang sejak awal Juni, Ethereum secara relatif masih mendapatkan akumulasi modal yang lebih kuat.

    Performa Harga dan Prospek Masa Depan

    Performa harga juga mencerminkan perbedaan tersebut. Sejak 3 Juni hingga 27 Agustus, Ethereum berhasil menguat sekitar 34,74%, sementara Bitcoin meningkat sekitar 11,91%. Kombinasi antara kenaikan harga yang lebih agresif, penurunan suplai di bursa, dan masuknya dana ETF yang signifikan membuat Ethereum semakin menjadi sorotan sebagai aset yang berpotensi mendapatkan rotasi modal ketika pasar kripto kembali menguat.

    Meskipun demikian, data saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Ethereum akan menggantikan dominasi Bitcoin. Bitcoin tetap memegang status sebagai aset kripto terbesar dengan total aset produk ETF yang jauh lebih besar. Namun, pola yang ditunjukkan Ethereum saat ini – penarikan aset dari bursa yang bersamaan dengan masuknya modal bersih melalui ETF – patut dicermati. Jika tren ini berlanjut, suplai ETH yang tersedia untuk diperdagangkan dapat semakin terbatas di tengah meningkatnya permintaan institusional.

    Sebaliknya, peningkatan jumlah BTC di bursa menjadi indikator yang perlu diperhatikan apabila reli Bitcoin mulai kehilangan momentum. Data bulan September akan menjadi ujian berikutnya. Jika Ethereum terus mencatat outflow dari bursa dan inflow ETF yang kuat, perbedaan antara kedua aset dapat semakin melebar. Untuk saat ini, BTC dan ETH sama-sama reli, namun data on-chain menunjukkan investor Ethereum terlihat lebih agresif dalam mengurangi suplai yang tersedia di pasar, sementara pemegang Bitcoin masih mempertahankan lebih banyak asetnya di bursa. Situasi ini menegaskan bahwa BTC dan ETH sama-sama reli, tapi data on-chain ungkap sinyal berbeda yang menarik untuk terus dipantau perkembangannya.

    Pergerakan pasar kripto selalu dinamis. Memahami pola perilaku investor melalui data on-chain dan arus dana institusional seperti ETF dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif mengenai potensi kedua aset kripto terbesar ini. BTC dan ETH sama-sama reli, tapi data on-chain ungkap sinyal berbeda yang menjadi kunci analisis pergerakan pasar selanjutnya.

    Analisis Pasar Bitcoin Ethereum Kripto
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRevolusi Hijau Solana: Harga Melonjak 5,56% ke $107, Investor Kembali Bergairah!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Revolusi Hijau Solana: Harga Melonjak 5,56% ke $107, Investor Kembali Bergairah!

    28-08-2026 - 20.50
    Crypto

    ETH Tertahan di $2.487: Tanda Pasar Beristirahat atau Aksi Jual Mengintai Pasca Reli 32%?

    28-08-2026 - 18.17
    Crypto

    Menggebrak Pasar Kripto: Harga Pi Network Meroket 2,83% ke $0,0922, Upgrade Protocol 27 Jadi Katalis Utama!

    28-08-2026 - 14.42
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.