Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Keuangan Abu Dhabi Terpukul! Bitcoin Turun, Dua Dana Tanggung Kerugian Rp 1,8 Triliun dari ETF BlackRock
    Crypto

    Keuangan Abu Dhabi Terpukul! Bitcoin Turun, Dua Dana Tanggung Kerugian Rp 1,8 Triliun dari ETF BlackRock

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini15-08-2026 - 22.46Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Keuangan Abu Dhabi Terpukul! Bitcoin Turun, Dua Dana Tanggung Kerugian Rp 1,8 Triliun dari ETF BlackRock
    Keuangan Abu Dhabi Terpukul! Bitcoin Turun, Dua Dana Tanggung Kerugian Rp 1,8 Triliun dari ETF BlackRock
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa.ID – 15 Agustus 2026 |

    Bitcoin Turun, Dua Dana Abu Dhabi Tanggung Kerugian US$118 Juta dari IBIT

    Dua raksasa dana investasi dari Abu Dhabi, Mubadala Investment Company dan Abu Dhabi Investment Council (melalui Al Warda Investments), dilaporkan menanggung kerugian nilai gabungan sebesar US$118 juta pada kepemilikan mereka di iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Penurunan nilai ini terjadi sepanjang kuartal terakhir, seiring dengan koreksi tajam yang dialami oleh aset kripto utama, Bitcoin.

    Berdasarkan pengajuan terbaru ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, kedua entitas investasi negara tersebut ternyata tidak melakukan penjualan satu pun saham IBIT. Data per 30 Juni 2026 menunjukkan bahwa kepemilikan gabungan mereka mencapai 22,94 juta saham IBIT. Namun, nilai total posisi tersebut merosot menjadi sekitar US$764 juta, turun signifikan dari angka US$881 juta yang tercatat tiga bulan sebelumnya. Laporan dari Mubadala diajukan pada 14 Agustus 2026, sementara Abu Dhabi Investment Council mengajukan laporannya pada 13 Agustus 2026, keduanya merupakan bagian dari Form 13F-HR, laporan kuartalan wajib bagi manajer investasi institusional di AS.

    Abu Dhabi Teguh pada Posisi IBIT Meski Volatilitas Tinggi

    Meskipun nilai investasi mereka tergerus, Mubadala tetap mempertahankan 14,72 juta saham IBIT, dan Abu Dhabi Investment Council melalui Al Warda Investments juga tidak mengurangi kepemilikannya yang berjumlah 8,22 juta saham. Dengan total 22,94 juta saham yang dipegang, jelas bahwa penurunan nilai posisi Abu Dhabi bukanlah akibat aksi jual, melainkan murni disebabkan oleh pergerakan harga IBIT yang mengikuti jejak pelemahan Bitcoin.

    IBIT sendiri merupakan produk Exchange Traded Fund (ETF) spot Bitcoin yang diluncurkan oleh BlackRock, memberikan investor eksposur langsung terhadap pergerakan harga mata uang kripto terbesar di dunia tersebut. Tim Riset Tokocrypto menilai situasi ini sebagai sinyal penting. Sovereign wealth fund seperti Mubadala dan ADIC umumnya memiliki horizon investasi jangka panjang. Keputusan mereka untuk tidak menjual saham IBIT, meskipun menghadapi volatilitas besar, mengindikasikan bahwa Abu Dhabi belum mengubah pandangan strategis mereka terhadap aset digital ini.

    Sebelumnya, Mubadala bahkan dilaporkan menambah kepemilikan saham IBIT pada kuartal pertama 2026, meroket menjadi 14,72 juta saham dengan nilai sekitar US$565,6 juta per 31 Maret 2026.

    Nilai Kepemilikan Sempat Tembus US$1 Miliar, Lalu Anjlok

    Kerugian kuartalan sebesar US$118 juta tidak sepenuhnya mencerminkan drama volatilitas yang terjadi selama periode tersebut. Pada bulan April, Bitcoin membuka perdagangan di kisaran US$68.000 dan sempat melonjak menembus US$82.000 pada bulan Mei. Saat IBIT menyentuh level US$46,47 pada Mei, nilai gabungan posisi investasi Abu Dhabi diperkirakan mencapai puncaknya di sekitar US$1,07 miliar. Namun, koreksi pasar yang terjadi pada bulan Juni menghapus kenaikan tersebut.

    Bitcoin dilaporkan mengalami penurunan sekitar 17,9% pada bulan Juni, menutup bulan di level US$58.559. Akibatnya, nilai posisi IBIT yang dipegang oleh Abu Dhabi berakhir sekitar US$302 juta lebih rendah dari puncak yang dicapai pada bulan Mei. Dengan demikian, Abu Dhabi tidak hanya menanggung penurunan nilai gabungan sebesar US$118 juta secara kuartalan, tetapi juga telah melewati ayunan nilai ratusan juta dolar dari titik tertinggi sementara tanpa melakukan aksi jual.

    Dampak Berbeda bagi Mubadala dan ADIC

    Meskipun keduanya sama-sama mempertahankan saham IBIT, dampak dari fluktuasi nilai ini terasa berbeda bagi masing-masing institusi. Bagi Mubadala, posisi IBIT merupakan bagian yang relatif kecil dari portofolio saham AS mereka yang jauh lebih besar, yang bernilai sekitar US$34,77 miliar. Kepemilikan IBIT hanya mencakup sekitar 1,4% dari total portofolio AS Mubadala, dengan saham perusahaan semikonduktor GlobalFoundries menjadi porsi terbesar.

    Namun, bagi Abu Dhabi Investment Council, posisi IBIT memiliki bobot yang lebih signifikan. Nilai kepemilikan IBIT yang mencapai sekitar US$274 juta setara dengan sekitar 38% dari portofolio saham AS mereka yang terungkap senilai US$714 juta. Hal ini membuat fluktuasi harga Bitcoin dan IBIT memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap portofolio ADIC dibandingkan dengan Mubadala. Bahkan, IBIT menjadi posisi saham AS terbesar yang diungkapkan oleh Investment Council dalam laporan tersebut.

    Institusi Lain Mulai Kurangi Eksposur Bitcoin, Abu Dhabi Tetap Bertahan

    Keputusan Abu Dhabi untuk tetap mempertahankan kepemilikan IBIT ini sedikit berbeda dengan langkah beberapa institusi lain yang mulai mengurangi eksposur mereka terhadap Bitcoin. Sebagai contoh, Intesa Sanpaolo, salah satu grup perbankan terbesar di Italia, dilaporkan telah memangkas kepemilikan IBIT secara signifikan dan mengalihkan sebagian fokusnya ke produk investasi berbasis Ethereum. Data arus dana juga menunjukkan tren serupa, di mana produk ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar dana pada akhir Juli, sementara ETF Ethereum terus menarik minat investor.

    Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan strategi di kalangan investor institusional. Sebagian memilih untuk mengurangi risiko setelah koreksi harga Bitcoin, sementara Abu Dhabi tampaknya memilih pendekatan yang berbeda. Sikap ini dapat ditafsirkan sebagai strategi investasi jangka panjang. Sovereign wealth fund umumnya tidak membuat keputusan investasi hanya berdasarkan volatilitas dalam satu kuartal, terutama jika aset tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio yang lebih luas.

    Akankah Abu Dhabi Mulai Menjual?

    Hingga saat ini, belum ada indikasi dari pengajuan terbaru yang menunjukkan bahwa Mubadala atau Abu Dhabi Investment Council telah menjual saham IBIT mereka. Jumlah saham yang tidak berubah dalam laporan mengindikasikan bahwa keduanya masih mempertahankan eksposur terhadap Bitcoin melalui ETF BlackRock. Namun, perlu diingat bahwa laporan Form 13F hanya memberikan gambaran pada tanggal pelaporan tertentu dan tidak mencerminkan aktivitas harian.

    Pasar baru akan mengetahui secara pasti apakah Abu Dhabi tetap bertahan atau mulai memangkas posisinya melalui laporan berikutnya. Jika Bitcoin terus melemah dan tekanan terhadap ETF spot Bitcoin berlanjut, risiko penyesuaian portofolio tetap ada. Namun, jika Bitcoin mampu stabil di atas level-level penting dan arus dana ETF membaik, Abu Dhabi kemungkinan memiliki alasan kuat untuk terus mempertahankan posisinya.

    Untuk saat ini, keputusan untuk tidak menjual di tengah penurunan nilai yang signifikan menunjukkan kesabaran institusional. Abu Dhabi tampaknya memandang IBIT sebagai eksposur jangka panjang terhadap potensi Bitcoin, bukan sekadar perdagangan jangka pendek. Laporan keuangan berikutnya yang akan dirilis pada bulan November akan menjadi penentu penting. Jika jumlah saham tetap tidak berubah, pasar dapat membaca bahwa keyakinan Abu Dhabi terhadap Bitcoin masih bertahan melewati tekanan pasar musim panas. Namun, jika terjadi pengurangan posisi, hal itu bisa menjadi sinyal bahwa bahkan investor jangka panjang pun mulai menyesuaikan risiko di tengah volatilitas pasar kripto yang tinggi.

    Bitcoin turun, dua dana Abu Dhabi tanggung kerugian US$118 juta dari IBIT, namun sikap mereka mencerminkan pandangan investasi yang lebih luas dan berjangka panjang.

    Abu Dhabi Bitcoin ETF Bitcoin Investasi Institusional
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePI Network Terjebak di $0,089: Mampukah PI Menembus Benteng Psikologis $0,10?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    PI Network Terjebak di $0,089: Mampukah PI Menembus Benteng Psikologis $0,10?

    15-08-2026 - 19.15
    Crypto

    Mengapa Ethereum Terjebak di $1.882? Analisis Mendalam Hilangnya Momentum ETH

    15-08-2026 - 16.44
    Crypto

    XRP Tergelincir ke $1,003: Level Psikologis $1 Kembali Diuji Tekanan Jual Hebat!

    15-08-2026 - 13.22
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.