Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasar altcoin kembali bergejolak hebat, dengan sekitar 38% aset kripto alternatif kini diperdagangkan di ambang level terendah sepanjang masa (all-time low). Situasi yang mengkhawatirkan ini bahkan disebut-sebut lebih parah dibandingkan gejolak pasar setelah runtuhnya bursa kripto FTX pada tahun 2022, memicu kekhawatiran serius di kalangan investor.

Analis terkemuka dari CryptoQuant, Darkfost, melalui laporannya yang dikutip KabarTifa.id, menyoroti bahwa kondisi pasar saat ini sangat tidak kondusif bagi aset berisiko tinggi seperti altcoin. Ia mencatat bahwa kehati-hatian investor masih mendominasi, dan minat terhadap altcoin terus menunjukkan pelemahan signifikan. "Sebagai perbandingan, metrik ini mencapai 35% pada April lalu dan 37,8% tepat setelah krisis FTX. Grafik ini dengan sangat jelas menggambarkan kondisi altcoin saat ini," ujar Darkfost, menggarisbawahi tingkat keparahan situasi yang sedang berlangsung.
Altcoin Raksasa Pun Terancam Rekor Terendah
Gelombang tekanan ini tidak hanya menimpa altcoin kecil. Beberapa altcoin dengan kapitalisasi pasar besar pun tak luput dari ancaman rekor terendah. Cardano (ADA), misalnya, kini diperdagangkan hanya sekitar US$0,10 di atas titik terendah sepanjang masanya yang berada di level US$0,17. Polkadot (DOT) bahkan sempat menyentuh rekor terendah di kisaran US$1,13 bulan lalu, meskipun kini telah sedikit pulih sekitar 33% dari level tersebut. Sementara itu, Polygon (POL) juga berada sangat dekat dengan rekor terendahnya, diperdagangkan sekitar US$0,10, hanya sekitar US$0,02 di atas titik terendah sepanjang masanya. Kondisi ini secara keseluruhan mengindikasikan bahwa banyak altcoin masih berjuang keras untuk bangkit setelah penurunan signifikan yang terjadi pada Oktober lalu.
Tim Riset Tokocrypto menambahkan bahwa pasar saat ini memang tidak ramah bagi aset berisiko. Altcoin, menurut mereka, telah kehilangan narasi "emas digital" dan dukungan institusional yang selama ini dinikmati oleh Bitcoin (BTC). "Ini bisa menjadi peluang beli bagi investor yang memiliki visi jangka panjang, namun perlu diingat: pasokan token yang berlebihan membuat pemulihan menjadi semakin berat," jelas tim tersebut, memperingatkan akan tantangan yang ada.
Likuiditas Menghilang, Beralih ke Aset Lain
Darkfost menjelaskan, salah satu pemicu utama melemahnya altcoin adalah pergeseran likuiditas dari pasar kripto ke aset-aset lain yang dianggap lebih aman, seperti saham dan komoditas. Volume perdagangan kripto harian, yang sempat mencapai lebih dari US$417 miliar pada 10 Oktober lalu, kini hanya berkisar antara US$49,4 miliar hingga US$268 miliar dalam beberapa bulan terakhir. Indikator Total3, yang merepresentasikan kapitalisasi pasar kripto di luar Bitcoin dan Ethereum, juga telah kembali ke level yang terakhir terlihat pada November tahun lalu, menunjukkan pengurasan modal yang signifikan.
Minat Investor Terjun Bebas
Selain tekanan harga, minat investor terhadap altcoin juga anjlok drastis. Data dari platform analisis sentimen Santiment menunjukkan bahwa diskusi mengenai altcoin di media sosial telah mencapai level terendah dalam dua tahun terakhir. Senada, pencarian global untuk kata kunci "altcoins" di Google juga merosot ke titik terendah dalam satu tahun terakhir, berdasarkan data Google Trends.
Co-founder platform likuiditas Axis, Jimmy Xue, menyebut fenomena ini sebagai "liquidity drain" atau pengurasan likuiditas. Menurutnya, sedikit perubahan sentimen saja dapat memicu penurunan harga yang signifikan karena altcoin tidak memiliki dukungan institusional sekuat Bitcoin, yang sering diposisikan sebagai "emas digital" dan memiliki fondasi yang lebih kokoh.
Terlalu Banyak Token, Pasar Terfragmentasi
Para analis juga menyoroti jumlah proyek kripto yang terus bertambah sebagai faktor penekan pasar altcoin. Saat ini, tercatat lebih dari 36,8 juta token kripto terdaftar di CoinMarketCap. Persaingan yang sangat ketat untuk menarik modal investor menyebabkan likuiditas tersebar ke terlalu banyak proyek, melemahkan potensi kenaikan harga secara kolektif. Di sisi lain, kehadiran produk investasi baru seperti ETF Bitcoin juga dinilai mengubah dinamika pasar, menyerap sebagian likuiditas yang sebelumnya mungkin mengalir ke altcoin.
Peluang di Tengah Badai?
Meskipun demikian, di tengah badai penurunan ini, Darkfost melihat adanya potensi peluang bagi investor jangka panjang. Ia berpendapat bahwa koreksi besar seringkali menjadi pendahulu fase pemulihan pasar berikutnya, menawarkan titik masuk yang menarik bagi mereka yang siap menanti dan memiliki strategi investasi jangka panjang.

