Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Likuiditas Bitcoin Meroket, Mampukah BTC Lampaui US$81.000?
    Crypto

    Likuiditas Bitcoin Meroket, Mampukah BTC Lampaui US$81.000?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini31-08-2026 - 04.53Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Likuiditas Bitcoin Meroket, Mampukah BTC Lampaui US$81.000?
    Likuiditas Bitcoin Meroket, Mampukah BTC Lampaui US$81.000?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa.ID – 31 Agustus 2026 | Pasar Bitcoin (BTC) menunjukkan gelagat positif dengan kembalinya likuiditas yang signifikan. Indikator realized capitalization melonjak lebih dari US$4,6 miliar dalam sepekan terakhir, memicu spekulasi apakah Likuiditas Bitcoin Kembali Deras, BTC Siap Tembus US$81.000? Tren ini berbarengan dengan reli tajam BTC yang sempat menyentuh angka US$81.000 setelah berjuang dari kisaran US$63.000 pada pertengahan Agustus.

    Data dari kontributor CryptoQuant, Darkfost, mengindikasikan lonjakan realized cap ini sebagai pergerakan jangka pendek terkuat sejak fase bearish Bitcoin saat ini dimulai. Meskipun demikian, tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa sinyal ini belum cukup untuk mengkonfirmasi perubahan menuju bull market yang berkelanjutan. Pertumbuhan realized cap rata-rata 30 hari masih berada di angka 0,4%, mengindikasikan pasar membutuhkan konsistensi arus likuiditas dalam beberapa pekan mendatang untuk memvalidasi tren positif ini.

    Memahami Arti Lonjakan US$4,6 Miliar pada Realized Capitalization

    Penting untuk membedakan realized capitalization dengan kapitalisasi pasar Bitcoin yang umum. Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan harga BTC terbaru dengan jumlah koin yang beredar. Sementara itu, realized cap menghitung nilai setiap Bitcoin berdasarkan harga saat terakhir kali berpindah tangan secara on-chain. Kenaikan realized cap terjadi ketika Bitcoin lama berpindah tangan pada harga yang lebih tinggi, yang sering diinterpretasikan sebagai indikasi modal baru yang masuk dan membentuk basis biaya (cost basis) yang lebih tinggi di pasar.

    Lonjakan US$4,6 miliar dalam sepekan ini bisa menjadi sinyal kembalinya aktivitas dan likuiditas on-chain setelah periode yang relatif lemah. Namun, perlu digarisbawahi bahwa angka ini tidak serta-merta berarti ada US$4,6 miliar uang baru yang langsung membeli Bitcoin. Pergerakan dana antar-wallet atau investor yang menjual BTC dengan harga berbeda dari cost basis sebelumnya juga dapat memengaruhi angka realized capitalization.

    Peran Investor yang ‘Menyerah’ dalam Data Realized Cap

    Analisis realized cap perlu dilakukan secara hati-hati. Sebagian investor yang membeli Bitcoin pada harga tinggi sebelumnya mungkin mengalami kapitulasi (capitulation) ketika harga BTC turun drastis. Ketika Bitcoin tersebut kemudian dijual kepada pemilik baru dengan harga lebih rendah, blockchain akan mencatat UTXO baru dengan cost basis yang baru. Perubahan ini dapat memengaruhi realized capitalization meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan masuknya modal baru dari luar pasar. Oleh karena itu, Darkfost menilai kenaikan realized cap saat ini sebagai sinyal awal yang konstruktif, namun belum menjadi konfirmasi rezim likuiditas baru.

    Sinyal Positif dari Pasar Institusional: ETF Bitcoin

    Selain data on-chain, pasar institusional juga memberikan sinyal positif. Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat serangkaian arus masuk positif sepanjang reli Agustus. Hingga 25 Agustus, dana-dana ini membukukan tujuh sesi perdagangan berturut-turut dengan net inflow, mencapai total sekitar US$2,57 miliar. Data lain menunjukkan enam sesi hingga 24 Agustus menghasilkan sekitar US$2,26 miliar net inflow, yang kemudian berlanjut menjadi tujuh hari positif dengan tambahan US$314,37 juta.

    Permintaan dari ETF ini dianggap krusial karena menunjukkan bahwa reli tidak semata-mata didorong oleh aktivitas leverage atau short squeeze. BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi salah satu kontributor utama, menyumbang US$284 juta dari total inflow US$314 juta pada 25 Agustus. Tren positif ini berlanjut, dengan total arus masuk mencapai sekitar US$2,8 miliar hingga 27 Agustus melalui delapan hari perdagangan positif berturut-turut.

    BTC Sempat Tembus US$81.200, Kini Menghadapi Level Kunci

    Masuknya likuiditas ini bertepatan dengan salah satu reli mingguan terbesar Bitcoin secara nominal. Setelah berada di kisaran US$63.000–US$65.000 pada pertengahan Agustus, BTC melesat lebih dari 20% dan sempat menyentuh US$81.265 pada 25 Agustus. Namun, level ini terbukti menjadi resistensi kuat. Kegagalan mempertahankan harga di atas moving average 50 minggu di sekitar US$81.085 membuat Bitcoin kembali turun di bawah US$80.000.

    Saat ini, zona US$81.000–US$81.500 menjadi level teknikal terpenting. Jika BTC berhasil menembus dan bertahan di atas area ini, pasar akan mendapatkan konfirmasi tambahan mengenai momentum bullish. Sebaliknya, penolakan berulang di level ini dapat mengindikasikan fase konsolidasi atau koreksi yang lebih panjang. Pertanyaan mengenai Likuiditas Bitcoin Kembali Deras, BTC Siap Tembus US$81.000? akan terjawab dari pergerakan di level krusial ini.

    Pertumbuhan Stablecoin Menambah Sinyal Positif

    Sinyal kembalinya likuiditas tidak hanya terbatas pada Bitcoin. Suplai dua stablecoin terbesar, USDT dan USDC, juga menunjukkan peningkatan signifikan seiring reli pasar kripto. Suplai USDT bertambah sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan, sementara USDC meningkat sekitar US$1,8 miliar. RLUSD juga mengalami penambahan sekitar US$300 juta. Stablecoin merupakan sumber likuiditas utama dalam ekosistem kripto, memungkinkan pergerakan modal antaraplikasi tanpa kembali ke sistem perbankan tradisional.

    Pertumbuhan suplai stablecoin dapat menjadi indikasi ketersediaan modal yang lebih besar untuk digunakan di dalam ekosistem kripto. Namun, seperti halnya realized cap, peningkatan suplai stablecoin tidak secara otomatis berarti seluruh dana tersebut akan dialokasikan ke Bitcoin.

    Bull Market Belum Terkonfirmasi Sepenuhnya

    Kombinasi lonjakan realized cap, arus dana ETF yang positif, dan pertumbuhan stablecoin menunjukkan perbaikan kondisi likuiditas pasar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Namun, para analis masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Realized cap rata-rata 30 hari yang masih tumbuh lambat di angka 0,4% mengindikasikan tren jangka panjang belum sekuat lonjakan mingguan. Selain itu, resistensi signifikan di sekitar US$81.000 masih menjadi tantangan.

    Arus masuk ETF juga perlu dipertahankan agar permintaan institusional tetap solid. CryptoQuant sendiri menilai Bitcoin masih berada di fase awal potensi bull market, yang memerlukan area harga lebih tinggi sebagai konfirmasi tren. Pertanyaan Likuiditas Bitcoin Kembali Deras, BTC Siap Tembus US$81.000? masih menggantung, menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pergerakan pasar.

    Ujian US$81.000 Menjadi Penentu Arah Bitcoin

    Untuk jangka pendek, perhatian investor terfokus pada dua hal: keberlanjutan likuiditas dan kemampuan BTC untuk merebut kembali level US$81.000. Jika realized cap terus meningkat, arus ETF tetap positif, dan Bitcoin berhasil menembus resistensi, argumen pergeseran pasar dari bearish ke bullish akan semakin kuat. Sebaliknya, penurunan realized cap, arus keluar ETF, atau penolakan berulang di area US$81.000 dapat menandakan reli Agustus masih memerlukan fase konsolidasi yang lebih panjang.

    Dengan demikian, tambahan US$4,6 miliar pada realized capitalization memang menjadi sinyal positif, tetapi belum menjadi bukti definitif kembalinya seluruh modal ke Bitcoin. Likuiditas Bitcoin Kembali Deras, BTC Siap Tembus US$81.000? Ujian sebenarnya adalah apakah tren pemulihan likuiditas ini mampu bertahan ketika Bitcoin kembali mencoba menaklukkan level US$81.000.

    Bitcoin ETF Kripto Likuiditas
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSolana Gagal Tembus US$110, Tapi Potensi ke US$133 Masih Terbuka Lebar?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Solana Gagal Tembus US$110, Tapi Potensi ke US$133 Masih Terbuka Lebar?

    31-08-2026 - 01.26
    Crypto

    Keajaiban Kripto: Hilang 12 Tahun, 61 Bitcoin Pria Inggris Akhirnya Kembali dan Kini Bernilai US$5 Juta!

    30-08-2026 - 23.01
    Crypto

    Bitcoin Menggila! Indeks Ketakutan & Keserakahan Melonjak ke 82, Investor ‘Kepedean’ Duit Mengalir Deras

    30-08-2026 - 20.26
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.