Bitcoin Bisa Tembus US$1 Juta? Bernstein Ungkap Jalurnya Menuju Puncak Legendaris
KabarTifa.ID – 27 Agustus 2026 | Masa depan Bitcoin kembali menjadi sorotan tajam seiring dengan proyeksi ambisius dari perusahaan riset ternama Wall Street, Bernstein. Dalam analisis terbarunya, Bernstein membeberkan peta jalan yang memungkinkan aset kripto terbesar ini menembus angka psikologis US$1 juta per koin pada akhir tahun 2033. Proyeksi ini bukan sekadar angan-angan, melainkan didasarkan pada analisis mendalam terhadap adopsi institusional yang kian masif dan kekhawatiran global mengenai utang pemerintah serta penurunan daya beli mata uang fiat.
Skenario Bertahap Menuju Rekor Baru
Tim analis Bernstein, yang dipimpin oleh Gautam Chhugani, memprediksi bahwa siklus Bitcoin akan terus mengikuti pola historis empat tahunan yang telah terbukti. Dalam skenario dasar, mereka memperkirakan Bitcoin (BTC) akan mencapai sekitar US$125.000 pada akhir tahun 2026. Momentum ini diperkirakan akan berlanjut, mendorong BTC mencetak rekor baru di kisaran US$150.000 pada pertengahan tahun 2027. Puncak reli besar berikutnya diproyeksikan terjadi pada tahun 2029, dengan target mencapai US$300.000. Angka ini didasarkan pada model valuasi Bitcoin yang dikaitkan dengan biaya produksi marginalnya.
Jika mengacu pada harga Bitcoin yang saat ini bergerak di kisaran US$78.000–US$80.000, target US$300.000 berarti potensi kenaikan hampir empat kali lipat. Namun, Bernstein menekankan bahwa angka-angka ini adalah proyeksi dan sangat bergantung pada perkembangan siklus pasar serta kondisi makroekonomi global.
Skenario Bullish: Potensi US$500.000 di 2029 dan US$1 Juta di 2033
Tidak berhenti pada skenario dasar, Bernstein juga menyajikan skenario yang jauh lebih optimistis. Dalam skenario bullish ini, jika kondisi makroekonomi semakin mendorong investor beralih ke aset langka, Bitcoin dapat mencapai US$200.000 pada pertengahan 2027, melampaui target dasar US$150.000. Puncak siklus pada tahun 2029 bahkan berpotensi mencapai US$500.000, terutama jika aliran modal institusional ke Bitcoin semakin agresif. Pada akhirnya, target jangka panjang Bernstein untukBitcoin Bisa Tembus US$1 Juta? Bernstein Ungkap Jalurnya, dengan target US$1 juta pada akhir 2033, tetap dipertahankan. Target ini telah disampaikan Bernstein sejak 2024 dan terus dijaga meskipun pasar Bitcoin telah mengalami beberapa fase koreksi.
Utang AS dan ‘Debasement Trade’ Sebagai Pendorong Utama
Optimisme Bernstein terhadap Bitcoin tidak hanya bersandar pada siklus historis. Salah satu faktor fundamental yang paling disorot adalah perubahan lanskap ekonomi global. Bernstein menilai era penurunan suku bunga yang telah berlangsung selama empat dekade kemungkinan telah berakhir, sementara beban utang pemerintah terus membengkak. Amerika Serikat, dengan utang negara yang telah mencapai sekitar US$40 triliun, menjadi contoh nyata. Kenaikan imbal hasil obligasi dapat memicu siklus di mana biaya pembayaran bunga meningkat, defisit fiskal melebar, dan pemerintah terpaksa menerbitkan lebih banyak utang.
Kondisi ini menciptakan potensi munculnya apa yang disebut sebagai “debasement trade.” Dalam situasi ini, ketika pemerintah dihadapkan pada pilihan antara pengetatan fiskal yang drastis atau membiarkan nilai riil mata uang terkikis secara bertahap, investor cenderung meningkatkan eksposur mereka terhadap aset dengan pasokan terbatas. Bitcoin, dengan suplai maksimal yang hanya 21 juta koin, menjadi kandidat utama yang diuntungkan dari fenomena ini.
Peran Institusional dan Kelangkaan Bitcoin
Perubahan struktur investor Bitcoin juga menjadi faktor krusial. Berbeda dengan siklus sebelumnya yang sangat bergantung pada investor ritel, peluncuran produk spot Bitcoin ETF telah membuka pintu lebar bagi investor institusional. Bernstein melihat pertumbuhan investor melalui ETF dan kanal investasi tradisional ini akan menciptakan basis permintaan yang lebih kuat. Selain itu, firma tersebut mencatat bahwa sekitar 60% pasokan Bitcoin berada di tangan investor yang relatif tidak sensitif terhadap harga, yang cenderung mempertahankan aset mereka bahkan di tengah koreksi pasar yang dalam.
Kombinasi antara kelangkaan pasokan yang inheren dan peningkatan akses institusional menjadi fondasi utama di balik proyeksi harga jangka panjang Bernstein. Kepercayaan terhadap aset digital ini semakin menguat, menegaskan bahwaBitcoin Bisa Tembus US$1 Juta? Bernstein Ungkap Jalurnyamelalui fondasi fundamental yang kokoh.
Perjalanan Menuju US$100.000 dan Tantangan ke Depan
Meskipun target US$300.000 hingga US$1 juta terdengar sangat menggoda, Bitcoin masih harus menempuh perjalanan yang signifikan. Dalam jangka pendek, BTC perlu mempertahankan momentum positifnya setelah mendekati US$80.000 dan merebut kembali level psikologis US$100.000. Proyeksi Bernstein sebesar US$125.000 pada akhir 2026 dan US$150.000 pada pertengahan 2027 menunjukkan bahwa target US$300.000 bukanlah tujuan jangka pendek, melainkan bagian dari perkiraan siklus pasar hingga 2029. Sementara itu, target US$1 juta pada 2033 sangat bergantung pada asumsi kelanjutan pertumbuhan adopsi institusional, daya tarik kelangkaan Bitcoin, dan tren utang global yang mendorong pencarian aset alternatif.
Jika skenario ini terwujud, reli Bitcoin yang sedang berlangsung mungkin hanyalah permulaan dari sebuah siklus yang jauh lebih besar. Namun, para analis mengingatkan bahwa volatilitas tinggi dan koreksi tajam tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju target-target ambisius tersebut. Dengan begitu banyak faktor yang mendukung, pertanyaanBitcoin Bisa Tembus US$1 Juta? Bernstein Ungkap Jalurnyakini menjadi semakin menarik untuk diikuti.

