Editor: BobonSyah
KabarTifa- Jakarta – Dinamika perdagangan XRP kini diwarnai oleh dominasi tekanan jual yang signifikan. Analisis data order flow terkini mengisyaratkan bahwa "whale" atau investor institusional mungkin sedang memanfaatkan momentum pelemahan harga untuk mengumpulkan likuiditas dari sisi penjualan. Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,35, mempertahankan kapitalisasi pasar sekitar US$83 miliar. Kendati demikian, di balik stabilitas harga jangka pendek, struktur pasar secara jelas menunjukkan dominasi order jual yang cukup kuat.

Tekanan Jual Masih Menguasai Pasar
Menurut laporan dari platform analitik Crypto Quant, rasio order saat ini berada di angka 0,912. Angka ini mengindikasikan bahwa volume order jual agresif jauh melampaui order beli. Fenomena ini menunjukkan agresivitas dari para penjual yang aktif mengambil likuiditas di pasar melalui market order.
Di sisi lain, para pembeli cenderung bersikap pasif, menempatkan limit order dan menunggu di level harga tertentu. Ini menandakan bahwa meskipun minat beli masih ada, kekuatan pendorong untuk kenaikan harga belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual yang masif.
Cadangan Menipis, Sinyal Positif Jangka Panjang?
Namun, Tim Riset Tokocrypto menawarkan perspektif lain. Mereka menyoroti menipisnya cadangan XRP di bursa, sebuah indikator yang dapat mengurangi tekanan jual secara struktural. "Apabila permintaan tetap stabil, berkurangnya ketersediaan aset di bursa seperti Binance dapat mendorong harga untuk melakukan penyesuaian ke atas. ‘Bottom mungkin sudah tercapai,’ demikian analisis mereka."
Pergerakan Harga XRP Terlihat Lesu
Dengan rasio order di bawah angka 1, jelas terlihat bahwa pasar XRP saat ini didominasi oleh order jual dalam menentukan arah pergerakan harga. Konsekuensinya, pergerakan harga XRP tampak relatif lesu, tanpa dukungan pembelian agresif dari para investor. Struktur pasar semacam ini seringkali mengindikasikan bahwa pemain besar sedang mengoptimalkan likuiditas yang tersedia dari sisi penjualan sebelum mereka mengambil posisi yang lebih substansial.
Potensi Tekanan Harga Berlanjut
Apabila rasio order terus bertahan di bawah 1 dan harga XRP tetap menunjukkan kelemahan, ini bisa menjadi sinyal bahwa struktur pasar masih dikuasai oleh tekanan jual. Korelasi antara rasio order dan pergerakan harga pada grafik juga memperlihatkan hubungan yang cukup jelas. Oleh karena itu, tekanan jual terhadap XRP berpotensi berlanjut dalam waktu dekat, kecuali jika ada lonjakan permintaan beli yang lebih kuat.
Kinerja Harga XRP Terkini
Data per Senin, 9 Maret 2026, menunjukkan bahwa XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,35, dengan volume transaksi 24 jam mencapai sekitar US$2,17 miliar. Dalam 30 hari terakhir, harga XRP telah mengalami koreksi sekitar 4,3%. Penurunan yang lebih signifikan terjadi dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan terakhir, di mana harganya anjlok lebih dari 34%.
Dengan suplai beredar sekitar 61,23 miliar token dari total maksimum 100 miliar, XRP tetap kokoh sebagai salah satu aset kripto terbesar kelima berdasarkan kapitalisasi pasar global. Ke depan, pergerakan harga XRP akan sangat ditentukan oleh pergeseran keseimbangan antara tekanan jual yang ada dan kemunculan permintaan beli yang lebih agresif di pasar.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

