KabarTifa- Peluncuran Open Mainnet oleh Pi Network pada kuartal pertama 2025 tampaknya menjadi angin segar bagi aset kripto ini. Data terbaru menunjukkan adanya kenaikan harga PI, memicu optimisme di kalangan komunitas.
Menurut pantauan Coinmarketcap (19/10), harga PI melonjak ke level $0,2036, naik 0,52% dalam 24 jam terakhir. Open Mainnet memungkinkan transfer ke dompet eksternal, pembuatan smart contract, dan interoperabilitas lintas blockchain.

Namun, euforia ini dibayangi tantangan. Tekanan jual akibat token unlock, likuiditas yang belum optimal, dan keraguan dari bursa kripto besar menjadi perhatian utama.
Transisi ke Open Mainnet adalah langkah penting bagi Pi Network, setelah lama beroperasi dalam ekosistem tertutup. Jika berjalan lancar, ini akan memvalidasi utilitas Pi dan menarik pengembang serta pengguna baru.
Lebih dari 120 juta token PI (senilai sekitar $24,5 juta) akan dilepas ke pasar. Ini bertepatan dengan penurunan harga bulanan sebesar 43% dan rasio perputaran yang rendah (0,8%). Bursa besar seperti Binance masih enggan melisting PI karena masalah sentralisasi.
Meski demikian, indikator teknikal RSI menunjukkan kondisi oversold, yang bisa memicu pemulihan jika tekanan jual mereda. Data on-chain mencatat 2,6 juta PI berpindah ke dompet pribadi, menandakan minat untuk investasi jangka panjang.
Hingga saat ini, 13,7 juta pengguna telah bermigrasi ke Mainnet, meskipun proses KYC masih menjadi kendala. Pi App Studio terus berkembang dengan ribuan aplikasi berbasis AI.
Masa depan Pi Network masih belum pasti. Proyek ini memiliki potensi besar melalui Open Network dan ekosistem aplikasi yang inklusif. Namun, risiko jangka pendek seperti tekanan jual, sentimen investor yang lemah, dan keterbatasan listing masih menjadi tantangan.
Jika partisipasi tinggi dan jaringan stabil, kepercayaan bisa pulih dan harga berpotensi naik. Sebaliknya, kegagalan teknis atau penurunan minat pengguna bisa memperkuat stigma Pi sebagai "ghost chain". Informasi ini dikutip dari kabartifa.id.
