KabarTifa- Pasar keuangan global tengah menanti keputusan Federal Reserves (FOMC) terkait suku bunga. Namun, di tengah ketidakpastian ini, analis kripto yang dikenal sebagai "Ash" menyampaikan prediksi berani dan detail mengenai pergerakan pasar kripto. Lewat unggahan di X (sebelumnya Twitter), Ash meramalkan siklus lengkap, dari potensi penurunan harga hingga altseason dahsyat seperti tahun 2017 dan 2021.
Menurut Ash, pemangkasan suku bunga 25 basis poin (bps) yang sudah diantisipasi pasar akan memicu aksi jual ("sell the news"). Ia memprediksi penurunan harga hingga akhir September, dengan dampak negatif pada pasar saham dan kripto.

Namun, prediksi Ash berbalik arah di awal Oktober. Ia memperkirakan Bitcoin akan menembus rekor tertinggi baru (ATH) di atas US$ 150.000 antara Oktober-November, diikuti Ethereum yang naik ke rentang US$ 7.500 – US$ 10.000. Kenaikan ini diyakini akan memicu FOMO (Fear Of Missing Out) dari investor institusional dan ritel.
Setelah BTC dan ETH mencetak rekor, Ash memprediksi dominasi Bitcoin akan menurun, menandai dimulainya altseason. Ia memperkirakan lonjakan harga altcoin yang signifikan.
Lebih lanjut, Ash memperkirakan FOMC akan terus memangkas suku bunga hingga awal 2026, mendorong pasar kripto menuju fase parabola eksplosif sebelum puncak siklus.
Perlu diingat, prediksi ini hanyalah opini dari seorang analis dan bukan merupakan saran investasi. Pasar kripto sangat volatil dan berisiko tinggi. Sebelum berinvestasi, lakukan riset mendalam dan pahami risiko yang ada. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.
