Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Revolusi Ethereum: Vitalik Buterin Lirik Desain Bitcoin untuk Atasi Masalah Skalabilitas!
    Crypto

    Revolusi Ethereum: Vitalik Buterin Lirik Desain Bitcoin untuk Atasi Masalah Skalabilitas!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini18-08-2026 - 05.35Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Revolusi Ethereum: Vitalik Buterin Lirik Desain Bitcoin untuk Atasi Masalah Skalabilitas!
    Revolusi Ethereum: Vitalik Buterin Lirik Desain Bitcoin untuk Atasi Masalah Skalabilitas!
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ethereum di Persimpangan Jalan: Mengadopsi Filosofi Bitcoin untuk Masa Depan yang Lebih Ringan

    KabarTifa.ID – 18 Agustus 2026 | Dalam sebuah langkah yang berpotensi mendefinisikan ulang cara Ethereum memproses transaksi, co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, secara terbuka mendukung gagasan untuk mengadopsi desain fundamental yang telah lama digunakan oleh Bitcoin. Gagasan ini berpusat pada pemanfaatan model Unspent Transaction Output (UTXO), sebuah mekanisme yang telah menjadi tulang punggung Bitcoin sejak awal kemunculannya pada tahun 2009, untuk mengatasi salah satu tantangan terbesar Ethereum: pertumbuhan state yang membuat jaringan semakin berat.

    Mengapa Ethereum Semakin Berat? Tantangan State yang Membebani Node

    Ethereum saat ini dijalankan oleh ribuan node yang menyimpan salinan lengkap data jaringan. Salah satu isu krusial yang dihadapi adalah ‘account state’, sebuah catatan rinci mengenai setiap akun yang pernah dibuat beserta saldo mereka. Dalam model Ethereum yang berlaku saat ini, setiap akun yang pernah ada, bahkan yang sudah tidak aktif sekalipun, akan tetap tersimpan dalam state jaringan secara permanen. Hal ini secara eksponensial menambah beban penyimpanan yang harus ditanggung oleh setiap node. Bayangkan ribuan, bahkan jutaan, akun yang hanya digunakan sekali namun jejaknya abadi dalam state jaringan. Ini berbeda secara fundamental dengan cara kerja Bitcoin.

    Di sisi lain, Bitcoin tidak menyimpan ‘akun’ dalam pengertian yang sama. Jaringan Bitcoin melacak UTXO, yaitu output transaksi yang belum dibelanjakan. Begitu sebuah UTXO dibelanjakan, statusnya dianggap selesai dan tidak memerlukan penyimpanan aktif dalam state jaringan secara terus-menerus. Model ini secara inheren lebih efisien dalam hal pertumbuhan state. Oleh karena itu, pertumbuhan state Ethereum menjadi hambatan signifikan dalam menjaga agar node tetap ringan dan mudah diakses oleh pengguna biasa. Jika kebutuhan perangkat keras untuk menjalankan node terus meningkat, risiko sentralisasi jaringan juga akan semakin besar.

    Proposal Native UTXO: Meniru Efisiensi Bitcoin untuk Pembayaran Sederhana

    Menjawab tantangan ini, sebuah proposal yang diajukan oleh peneliti Ethereum Foundation, Toni Wahrstätter, pada Juli 2026, mengusulkan implementasi ‘native UTXOs on Ethereum’. Proposal ini secara spesifik membahas model pembayaran yang menggunakan UTXO untuk meminimalkan state permanen. Konsep utamanya adalah bahwa menerima pembayaran tidak seharusnya secara permanen menambah beban state jaringan. Dengan kata lain, pembayaran sederhana dapat dirancang agar lebih mirip dengan cara Bitcoin menangani transaksi, di mana uang direpresentasikan sebagai output yang dapat dibelanjakan sekali. Setelah dibelanjakan, hanya jejak minimal yang perlu dipertahankan untuk mencegah pengeluaran ganda (double spending).

    Ethereum Foundation Protocol Prototyping juga mencatat proposal ini sebagai rancangan execution layer yang memanfaatkan ‘frame transactions’ melalui EIP-8141. Tujuannya adalah mengurangi state permanen dengan menyimpan ‘spent bits’ dan membuktikan keberadaan UTXO dari histori transaksi. Secara teoritis, pendekatan ini dapat secara signifikan mengurangi beban penyimpanan untuk jenis transaksi yang sederhana. Jika model akun biasa membutuhkan ruang besar untuk setiap akun yang pernah dibuat, model UTXO dapat mengurangi jejak permanen secara drastis setelah output dibelanjakan.

    Relevansi Desain Bitcoin dan Dukungan Vitalik Buterin

    Vitalik Buterin sendiri telah menyuarakan dukungannya terhadap ide ini, menekankan bahwa Ethereum dapat mengambil manfaat dari elemen desain yang terbukti efektif dari Bitcoin. Ia menyatakan, “Bitcoiners deserve a lot of credit for pioneering many of these ideas (see Utreexo). But yes, this is what the current proposed Ethereum scaling strategy looks like in action. We want Ethereum to have the best of UTXO-style state, dynamic state, and everything in between…” Dukungan ini menegaskan bahwa Vitalik Buterin ingin adopsi desain Bitcoin untuk skalakan Ethereum, bukan untuk menggantikan seluruh arsitektur Ethereum.

    Penting untuk dicatat bahwa desain UTXO ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan model akun Ethereum yang ada secara keseluruhan. Ethereum tetap membutuhkan model akunnya untuk mendukung aplikasi kompleks, Decentralized Finance (DeFi), Non-Fungible Tokens (NFT), dan smart contract yang canggih. Namun, untuk transaksi sederhana yang tidak memerlukan logika smart contract yang rumit, model UTXO menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi. Banyak transaksi harian yang bersifat pembayaran murni, dan untuk aktivitas semacam ini, UTXO bisa menjadi opsi yang jauh lebih hemat sumber daya.

    Utreexo dan STARK: Kombinasi untuk Skalabilitas Masa Depan

    Lebih lanjut, Buterin juga menyoroti Utreexo, sebuah proyek dari ekosistem Bitcoin yang memungkinkan verifikasi koin tanpa perlu menyimpan seluruh daftar UTXO secara penuh. Pendekatan serupa, jika dikombinasikan dengan bukti kriptografi canggih seperti STARK (Scalable Transparent ARguments of Knowledge), dapat memberikan solusi skalabilitas yang kuat bagi Ethereum. Ethereum.org menjelaskan bahwa dalam roadmap ‘statelessness’, validator dapat memverifikasi ‘zero-knowledge proof’ untuk memastikan eksekusi block yang benar tanpa harus mengeksekusi ulang semua transaksi secara langsung. Kombinasi UTXO untuk pembayaran sederhana dan STARK untuk pembuktian eksekusi berpotensi memungkinkan Ethereum memproses volume transaksi yang jauh lebih besar tanpa membebani node secara berlebihan.

    Perdebatan dan Dampak Jangka Panjang

    Ide membawa UTXO ke Ethereum tidak luput dari perdebatan. Charles Hoskinson, pendiri Cardano, sempat menuduh Ethereum meniru model yang sudah digunakan Cardano melalui extended UTXO (EUTXO). Namun, proposal Ethereum secara eksplisit merujuk pada model UTXO Bitcoin sebagai inspirasi utama untuk mengurangi beban state pada pembayaran sederhana. Perdebatan ini menggarisbawahi bagaimana inovasi dalam desain blockchain seringkali bersifat iteratif dan saling menginspirasi.

    Secara teknis, jika proposal ini berhasil diimplementasikan, dampaknya bisa signifikan. Pembayaran sederhana akan menjadi lebih ringan, node lebih mudah dijalankan, dan beban state jangka panjang dapat ditekan. Namun, dampak langsung terhadap harga ETH belum terlihat jelas. Pasar cenderung menunggu kejelasan implementasi, timeline upgrade, dan bukti nyata peningkatan penggunaan jaringan sebelum memberikan premi harga. Dukungan Vitalik Buterin ingin adopsi desain Bitcoin untuk skalakan Ethereum ini adalah sinyal kuat bahwa Ethereum terus berupaya menyelesaikan masalah fundamental pada level protokol.

    Pada akhirnya, upaya Vitalik Buterin ingin adopsi desain Bitcoin untuk skalakan Ethereum ini menunjukkan arah baru dalam riset skalabilitas Ethereum. Tujuannya bukan untuk mengubah Ethereum menjadi Bitcoin, melainkan untuk mengintegrasikan elemen desain yang efisien guna mengurangi beban state. Jika berhasil, Ethereum dapat memiliki dua jalur yang saling melengkapi: model akun untuk smart contract kompleks dan model UTXO untuk pembayaran sederhana yang lebih ringan. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga desentralisasi node sambil meningkatkan kapasitas transaksi di masa depan.

    Meski demikian, jalan menuju implementasi masih panjang, melibatkan pengujian ketat, perdebatan komunitas, dan perubahan pada client Ethereum. Namun, sebagai sebuah visi, Vitalik Buterin ingin adopsi desain Bitcoin untuk skalakan Ethereum ini membuka potensi besar bagi ekosistem Ethereum untuk menjadi lebih efisien dan terdesentralisasi.

    Bitcoin Ethereum Skalabilitas Blockchain Vitalik Buterin
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleLedakan Inflow ETF Solana 70 Kali Lipat, Mengapa Harga SOL Justru Melorot?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Ledakan Inflow ETF Solana 70 Kali Lipat, Mengapa Harga SOL Justru Melorot?

    18-08-2026 - 03.04
    Crypto

    Misteri di Balik UNI: Harga Anjlok 18% Meski ‘Whale’ Tarik Token Besar-besaran dari Binance

    17-08-2026 - 23.29
    Crypto

    Ledakan AI Dongkrak SanDisk: Saham Melonjak 14% Berkat Backlog Rp 1.500 Triliun!

    17-08-2026 - 18.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.