KabarTifa.ID – 06 Juli 2026 | JAKARTA – Prospek cerah membayangi pergerakan saham SpaceX (SPCX) di pasar modal. Sejumlah analis memprediksi harga saham perusahaan antariksa milik Elon Musk ini berpotensi menembus level US$190 dalam waktu dekat. Prediksi ini didasarkan pada analisis mendalam mengenai potensi pertumbuhan dari tiga pilar utama bisnis SpaceX: bisnis antariksa, layanan internet satelit Starlink, dan perusahaan kecerdasan buatan xAI. Khususnya, pertumbuhan pesat Starlink menjadi sorotan utama yang diperkirakan akan menjadi pendorong utama penguatan Saham SpaceX Diprediksi Tembus US$190, Analis Soroti Pertumbuhan Starlink.
Pandangan optimis ini datang dari Dan Ives, seorang analis terkemuka dari Wedbush, yang memberikan peringkat outperform untuk saham SPCX. Perkiraan target harga US$190 menunjukkan potensi kenaikan sekitar 17% dari harga penutupan terakhir di level US$162 pada 2 Juli. Kenaikan ini juga didukung oleh performa saham SPCX yang telah mencatat penguatan sekitar 7% dalam lima hari perdagangan terakhir.
Starlink: Jaringan Satelit yang Mengubah Lanskap Telekomunikasi
Dalam analisisnya, Ives menekankan bahwa Starlink merupakan segmen paling krusial yang akan menopang pertumbuhan SpaceX di masa depan. Layanan internet satelit inovatif ini terus memperluas jejaknya di pasar telekomunikasi global, menawarkan konektivitas di area yang sebelumnya sulit dijangkau. Dokumen penawaran umum perdana (IPO) SpaceX yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) mengungkapkan bahwa Starlink diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar US$11,4 miliar pada tahun 2025. Angka ini merepresentasikan porsi signifikan, sekitar 61%, dari total pendapatan SpaceX yang diperkirakan mencapai US$18,7 miliar pada tahun yang sama. Pertumbuhan pendapatan Starlink yang konsisten menjadi katalis utama yang membuat Saham SpaceX Diprediksi Tembus US$190, Analis Soroti Pertumbuhan Starlink.
Selain Starlink, lini bisnis roket SpaceX yang terus berkembang dan potensi terobosan dari xAI juga dinilai sebagai katalis tambahan yang menarik bagi investor. Kombinasi antara teknologi antariksa yang canggih, solusi konektivitas satelit yang revolusioner, dan pengembangan kecerdasan buatan menempatkan SpaceX sebagai pilihan investasi menarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur ke sektor teknologi masa depan.
Menjelang Nasdaq-100: Peningkatan Visibilitas dan Potensi Permintaan
Sentimen positif terhadap Saham SpaceX Diprediksi Tembus US$190, Analis Soroti Pertumbuhan Starlink semakin menguat menjelang potensi masuknya saham SpaceX ke dalam indeks Nasdaq-100 pada 7 Juli. Jika terealisasi, langkah ini diperkirakan akan meningkatkan visibilitas saham SPCX secara signifikan di kalangan investor institusional, yang pada gilirannya dapat mendorong peningkatan permintaan dan harga.
Secara teknikal, saham SpaceX menunjukkan ketahanan yang kuat di atas level support US$155. Area ini menjadi krusial untuk dijaga guna mempertahankan momentum pemulihan. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 53 mengindikasikan adanya peningkatan tekanan beli di pasar. Jika tren positif berlanjut, ada potensi bagi SPCXB untuk kembali menguji level tertingginya di kisaran US$171 yang dicapai pada 1 Juli.
Indikator teknikal lainnya juga memberikan sinyal positif. Perubahan warna Bar Awesome Oscillator menjadi hijau mengindikasikan peluang bagi para pembeli untuk kembali memasuki pasar. Jika SPCXB berhasil menembus level resistance US$165 secara meyakinkan, peluang untuk menguji target kenaikan hingga US$190 atau bahkan US$195 akan semakin terbuka lebar.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diwaspadai
Meskipun prospeknya cerah, investor tetap perlu mewaspadai potensi risiko koreksi. Bank of America sebelumnya telah memperingatkan adanya tren investor yang mulai mengurangi eksposur terhadap saham-saham Amerika Serikat. Jika tekanan jual di pasar ekuitas global meningkat, saham SpaceX berisiko mengalami penurunan di bawah level support krusial US$155.
Selain itu, penjualan obligasi SpaceX baru-baru ini juga menjadi sorotan pasar. Tim Riset Tokocrypto menganalisis bahwa penerbitan obligasi tersebut menunjukkan adanya permintaan yang lemah, terbukti dari pelemahan harga obligasi tak lama setelah diluncurkan. Obligasi ini dilaporkan mengalami kerugian di atas kertas sekitar US$305 juta akibat minimnya permintaan di pasar sekunder. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penurunan eksposur investor terhadap obligasi SpaceX, yang dapat menambah tekanan pada sentimen perusahaan secara keseluruhan.
Untuk saat ini, optimisme terhadap Saham SpaceX Diprediksi Tembus US$190, Analis Soroti Pertumbuhan Starlink masih ditopang oleh pertumbuhan Starlink yang solid, ekspektasi masuk ke Nasdaq-100, dan peringkat outperform dari analis. Namun, kewaspadaan terhadap pelemahan pasar saham AS dan performa obligasi perusahaan tetap diperlukan. Jika SPCX mampu mempertahankan posisi di atas US$155 dan menembus resistance US$165, reli menuju US$190 masih sangat mungkin terjadi. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan level support utama gagal dipertahankan, koreksi lanjutan menjadi skenario yang perlu diantisipasi.

