KabarTifa- Harga aset kripto Solana (SOL) memulai tahun 2026 dengan langkah yang tertahan, terjebak dalam rentang sempit di kisaran US$127-128. Setelah berbulan-bulan dihantam tekanan jual signifikan sepanjang paruh kedua 2025, pasar kini memasuki fase konsolidasi yang hati-hati, namun keraguan masih menyelimuti potensi kenaikan harga yang berkelanjutan.
Meskipun intensitas penjualan besar yang mendominasi November dan Desember tahun lalu telah berkurang, pasar belum menunjukkan keyakinan kuat untuk mendorong SOL ke level yang lebih tinggi. Aktivitas perdagangan di awal tahun 2026 lebih banyak diwarnai pergerakan sideways, mencerminkan sikap menanti dan mengamati dari para pelaku pasar yang masih mencari arah yang jelas.

Struktur Harian Masih Bertahan, Belum Agresif
Secara teknikal, grafik harian Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026, masih menunjukkan struktur yang cenderung bertahan atau defensif. Harga tetap berada di bawah seluruh rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) utama, mulai dari EMA 20 hari hingga 200 hari. EMA 20 hari yang mulai mendatar di sekitar harga saat ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan telah melambat secara signifikan.
Namun, rintangan berat untuk kenaikan masih berada di EMA 50 hari di area US$136 dan EMA 100 hari di sekitar US$152. Indikator momentum Relative Strength Index (RSI) harian juga berada sedikit di bawah level 50, mengamini sinyal keseimbangan antara tekanan beli dan jual, bukan dominasi tren naik yang kuat. Kondisi oversold memang telah dinetralisir, tetapi pasar belum menunjukkan tanda-tanda memasuki fase akumulasi yang agresif.
Potensi Jangka Pendek dan Sinyal Stabilisasi
Dalam kerangka waktu yang lebih pendek, seperti grafik 30 menit, pergerakan harga Solana terlihat sedikit lebih konstruktif. SOL berhasil mempertahankan area support krusial di US$125-126. Kondisi ini mendorong strategi buy on dip (beli saat harga turun), meskipun setiap upaya kenaikan menuju US$128-129 masih kerap tertahan oleh aksi jual.
Data arus dana on-chain juga memberikan secercah harapan awal. Setelah berbulan-bulan mencatat arus keluar, Solana kini membukukan arus masuk spot moderat sekitar US$3 juta. Meskipun belum cukup besar untuk memicu reli signifikan, data ini menandakan bahwa tekanan jual paksa telah berkurang secara substansial.
Di pasar derivatif, open interest futures justru meningkat ke sekitar US$7,5 miliar, meskipun harga bergerak datar. Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar mulai kembali membangun posisi, namun juga berpotensi memicu gejolak harga jika terjadi pergerakan tajam. Rasio long-short menunjukkan investor ritel cenderung sedikit long, sementara trader besar juga condong ke posisi long, meski dengan pendekatan yang lebih berhati-hati.
Skenario Ke Depan: Antara Pemulihan dan Penurunan
Untuk skenario positif, Solana perlu mempertahankan area US$125 dan menembus US$130 secara meyakinkan. Penutupan harian di atas zona US$136-138 akan menjadi sinyal awal perubahan tren, dengan potensi kenaikan menuju US$150 jika didukung oleh volume perdagangan yang membaik dan arus dana yang lebih kuat.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level US$125 berisiko mendorong harga kembali ke area US$122, bahkan membuka peluang penurunan menuju batas psikologis US$110 jika sentimen pasar kripto global melemah.
Saat ini, Solana belum kembali jatuh, namun juga belum menunjukkan tren pemulihan yang jelas. Hingga resistensi utama berhasil ditembus dan arus dana menguat, pergerakan SOL diperkirakan tetap berada dalam fase konsolidasi, mencerminkan pasar yang lebih mengutamakan kehati-hatian dibandingkan mengejar momentum.
Penting untuk Diketahui dari KabarTifa.id:
Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan untuk menjual atau membeli. Selalu lakukan riset mendalam dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum berinvestasi.
Ikuti Google News Tokonews untuk update berita kripto dan informasi terkini lainnya.
Editor: BobonSyah

