KabarTifa- Dunia kripto kembali dikejutkan dengan langkah progresif dari regulator Amerika Serikat. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) secara resmi memberikan lampu hijau bagi Formulir 8-A untuk 21Shares Solana Spot ETF. Keputusan ini menjadikan ETF Solana pertama yang terdaftar resmi di Bursa Efek Cboe BZX, memicu optimisme besar di kalangan investor dan analis. Pertanyaan yang kini menghangat: mampukah SOL menembus level psikologis $300?
Persetujuan bersejarah ini menandai babak baru dalam adopsi institusional terhadap Solana. ETF Solana dari 21Shares kini memiliki izin penuh untuk diperdagangkan. Meski sempat ada penundaan akibat penutupan sementara pemerintahan AS, 21Shares berhasil menjadi penerbit pertama yang memenuhi semua persyaratan utama, termasuk pendaftaran Formulir 8-A dan izin bursa.

Sentimen positif ini diperkuat oleh data dari Polymarket yang menunjukkan probabilitas 99% bahwa ETF Solana akan disetujui sepenuhnya sebelum akhir 2025. Akumulasi SOL oleh perusahaan treasury aset digital (DAT) juga mencatatkan lonjakan signifikan, mencapai $2 miliar pada September, atau meningkat 230% hanya dalam satu bulan.
Ray Youssef, CEO NoOnes, menyoroti peran penting entitas seperti Forward Industries dan Helius dalam mendorong adopsi Solana. Ia menegaskan bahwa Solana kini berada di "titik perubahan besar" untuk menjadi aset kripto terbesar ketiga di dunia, setelah Bitcoin dan Ethereum.
Sebelumnya, Hong Kong telah lebih dulu meluncurkan ETF Solana spot pertama di dunia oleh ChinaAMC (HK) pada 16 Oktober 2025, mengikuti kesuksesan ETF Bitcoin dan Ethereum.
Analis ETF terkemuka, Nate Geraci, seperti yang dilaporkan kabartifa.id, memprediksi bahwa AS akan segera menyusul. Beberapa manajer aset besar seperti Franklin Templeton, Fidelity, CoinShares, Bitwise, Grayscale, VanEck, dan Canary Capital telah memperbarui pengajuan dokumen S-1 untuk produk ETF Solana mereka. Geraci bahkan memperkirakan persetujuan final bisa terjadi sebelum akhir Oktober, menjadikan bulan ini sebagai "momen penting" bagi aset digital.
Dari sudut pandang analisis teknikal, grafik harian SOL/USDT menunjukkan formasi bullish reversal setelah menyelesaikan fase korektif Elliott Wave (A-B-C). Saat ini, harga SOL stabil di sekitar $180, yang bertepatan dengan zona Fibonacci retracement 50% dan tepat di atas EMA 200 hari – dua level kunci yang menandakan kekuatan support.
Jika SOL berhasil menembus level $216 dengan volume yang kuat, potensi reli menuju Gelombang 3 Elliott bisa membawa harga ke zona $260-$300, bahkan mungkin menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Namun, jika gagal mempertahankan support $166, koreksi sementara ke $148 masih mungkin terjadi sebelum kelanjutan tren naik.
Dengan persetujuan SEC terhadap ETF Solana, dukungan institusional yang besar, dan sentimen pasar yang membara, SOL kini berada di persimpangan menuju fase pertumbuhan eksponensial. Jika momentum ini terus berlanjut, Solana bukan hanya kandidat kuat untuk menembus $300, tetapi juga bisa menantang posisi Ethereum sebagai raja Layer-1 berikutnya.
Apakah kita sedang menyaksikan awal dari "Solana Season"? Semua mata kini tertuju pada SEC, dan pergerakan grafik SOL.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi.

