KabarTifa- Kabar yang dinanti-nantikan akhirnya tiba bagi para penggemar teknologi wearable di seluruh Indonesia. Telegram, aplikasi pesan instan populer, secara resmi kembali meluncurkan aplikasi native untuk perangkat Wear OS (Android) dan merilis pembaruan signifikan untuk versi Apple Watch. Peluncuran global yang digulirkan pada pertengahan Juni 2026 ini menandai berakhirnya penantian panjang, terutama bagi pengguna Wear OS yang sempat kehilangan dukungan Telegram secara sepihak sejak tahun 2021.
Bagi Anda yang memiliki gaya hidup serba cepat dan seringkali enggan mengeluarkan smartphone dari saku, kehadiran aplikasi Telegram di pergelangan tangan ini adalah sebuah anugerah. Pengguna Wear OS, seperti Samsung Galaxy Watch, Google Pixel Watch, atau Xiaomi Watch, kini dapat menikmati fungsionalitas penuh yang melampaui sekadar notifikasi. Anda bisa membaca percakapan panjang, bahkan membalas pesan dengan cepat menggunakan fitur suara langsung dari jam tangan pintar Anda. Ini adalah kemenangan besar setelah "puasa" aplikasi resmi selama lima tahun.
Menariknya, pada peluncuran awal ini, Telegram menghadirkan sedikit perbedaan fitur antara kedua platform. Pengguna Wear OS akan dimanjakan dengan kemampuan membungkam notifikasi obrolan (mute chat), menyematkan pesan penting (pin chat), hingga menghapus pesan langsung dari smartwatch. Sementara itu, pengguna Apple Watch kini bisa menikmati pratinjau lokasi (location preview) dan mengirim stiker favorit mereka. Namun, jangan khawatir, pihak Telegram telah berjanji untuk menyamakan semua fitur unik ini dalam pembaruan aplikasi berikutnya, memastikan pengalaman yang konsisten bagi semua pengguna.
Kembalinya Telegram ke ranah smartwatch ini bukanlah kejadian tunggal, melainkan bagian dari serangkaian pembaruan masif yang digulirkan bulan ini. Selain fokus pada perangkat wearable, Telegram juga meningkatkan sistem bot mereka secara signifikan. Kini, bot dapat mengirim pesan teks super panjang hingga 32.768 karakter, lengkap dengan dukungan format tabel, bagian yang dapat disembunyikan (collapsible sections), dan media tersemat. Bahkan, admin grup kini bisa memanfaatkan bot penjaga berbasis AI untuk menyaring permintaan bergabung secara otomatis, meningkatkan efisiensi moderasi. CEO Telegram, Pavel Durov, bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan pengembangan aplikasi khusus untuk ekosistem Huawei jika ada permintaan yang cukup besar dari komunitas.
Secara keseluruhan, pembaruan ini membawa angin segar bagi ekosistem smartwatch. Bagi pengguna Apple Watch di Indonesia, ini menjadi kabar baik di tengah transisi sistem operasi watchOS terbaru yang mulai membatasi dukungan untuk beberapa model lama. Namun, euforia terbesar tentu dirasakan oleh para pengguna Wear OS Android yang akhirnya bisa kembali merasakan kemudahan berkomunikasi melalui Telegram langsung dari pergelangan tangan mereka. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam mengintegrasikan komunikasi digital ke dalam perangkat sehari-hari kita, menjadikannya lebih mulus dan intuitif.
Editor: Rumaisha

