KabarTifa- Harga Pi Network (PI) menunjukkan pergerakan positif yang terbatas dalam 24 jam terakhir. Setelah mengalami koreksi lebih dari 13% dalam sebulan, token kripto berbasis komunitas ini berhasil menguat sekitar 0,69%. Kenaikan ini memicu spekulasi tentang potensi pemulihan, meskipun pasar masih menunjukkan kehati-hatian di tengah likuiditas yang minim dan potensi risiko pasokan tambahan di masa depan.
Mengapa Ada Kenaikan? Penarikan Token dari Bursa Jadi Kunci

Salah satu pemicu utama di balik penguatan harga PI hari ini adalah adanya arus keluar token dari bursa kripto. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 2,7 juta PI, dengan nilai setara $553 ribu, telah ditarik dari platform perdagangan dalam sehari terakhir. Fenomena ini secara langsung mengurangi jumlah token yang tersedia untuk diperdagangkan, sehingga meredam tekanan jual jangka pendek.
Dalam dunia kripto, penarikan aset dari bursa sering diinterpretasikan sebagai sinyal positif. Investor yang memindahkan token ke dompet pribadi cenderung tidak berniat menjual dalam waktu dekat. Sejarah mencatat, Pi Network beberapa kali mengalami kenaikan harga 2-5% setelah penarikan token dalam jumlah signifikan, meski efeknya seringkali hanya bersifat sementara. Namun, pelaku pasar tetap mencermati faktor risiko ke depan, terutama jadwal unlock token sebesar 134 juta PI pada Januari 2026 yang berpotensi menambah tekanan jual baru.
Sinyal Teknikal Menjanjikan, Namun Momentum Masih Lemah
Dari perspektif analisis teknikal, PI mulai memancarkan sinyal pemulihan awal. Harga berhasil bertahan di level psikologis $0,20, yang telah berfungsi sebagai area support krusial dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, indikator MACD menunjukkan bullish crossover, di mana garis EMA jangka pendek melintasi EMA jangka panjang, mengindikasikan potensi perubahan tren.
Namun, momentum penguatan ini masih tergolong rapuh. Indikator RSI berada di level 42,69, menunjukkan kondisi netral dan belum memasuki zona overbought atau oversold. Volume perdagangan harian yang hanya sekitar $7,68 juta juga mengindikasikan partisipasi pasar yang masih rendah. Dalam skenario optimistis, penutupan harga di atas $0,21 dapat membuka jalan menuju $0,23, level puncak pada November 2025. Namun, jika volume tetap lesu, koreksi lanjutan tetap menjadi ancaman.
Ancaman di Balik Kenaikan: Suplai Besar dan Isu Keamanan
Meskipun ada secercah harapan, prospek jangka menengah Pi Network masih dibayangi oleh beberapa tantangan. Jadwal unlock token sebesar 134 juta PI pada Januari 2026 berpotensi menciptakan tekanan jual baru yang signifikan, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan riil dari ekosistem.
Selain itu, sentimen fundamental terhadap Pi Network masih bercampur. Di satu sisi, tim pengembang terus berupaya membangun ekosistem, termasuk pembaruan Decentralized Exchange (DEX) dan Automated Market Maker (AMM) di testnet, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap infrastruktur DeFi. Namun, isu keamanan masih menjadi ganjalan. Sejak pertengahan 2025, laporan mengenai penipuan yang menyebabkan hilangnya sekitar 4,4 juta PI telah merusak kepercayaan. Bahkan, Pi Network sempat menghentikan sementara permintaan pembayaran dompet untuk membatasi aktivitas mencurigakan. Langkah ini, meski positif untuk keamanan, belum sepenuhnya memulihkan keyakinan pasar.
Volatilitas Tinggi Menanti, $0,20 Jadi Penentu
Kenaikan harga PI yang tipis hari ini lebih mencerminkan pengetatan suplai jangka pendek dan respons teknikal, bukan perubahan fundamental yang mendalam. Dengan likuiditas yang rendah dan agenda unlock token besar di awal 2026, volatilitas harga PI diperkirakan akan tetap tinggi.
Level $0,20 akan menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika PI mampu bertahan di atas level ini, peluang rebound lanjutan terbuka. Namun, jika gagal, tekanan jual bisa kembali mendominasi pasar. Investor dan trader disarankan untuk terus memantau pergerakan saldo PI di bursa, perkembangan ekosistem, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan investasi. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di kabartifa.id.
Editor: BobonSyah

