KabarTifa- Jaringan Ethereum (ETH) bersiap menghadapi perubahan signifikan pada tahun 2026 dengan mengadopsi strategi pengembangan baru yang lebih agresif. Dalam pertemuan All Core Developers Execution terakhir di penghujung tahun 2025, para pengembang inti secara resmi menyepakati peluncuran upgrade besar kedua, yang kini dinamakan "Hegota", pada paruh kedua tahun 2026. Keputusan ini mengubah fokus dari "Glamsterdam" sebagai satu-satunya upgrade besar, menjadikannya sebagai pendahulu yang dijadwalkan rilis pada paruh pertama tahun yang sama.
Pergeseran ini menandai babak baru dalam upaya Ethereum untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringannya. Menurut laporan Yellow.com, Hegota akan menjadi salah satu pilar utama dalam roadmap pengembangan Ethereum di tahun depan, menyusul peluncuran Glamsterdam.

Nama "Hegota" bukan sekadar label, melainkan perpaduan cerdas dari "Bogota" (mewakili lapisan eksekusi) dan "Heze" (untuk lapisan konsensus). Penamaan ini konsisten dengan tradisi Ethereum yang mengombinasikan nama kota tuan rumah Devcon dengan nama bintang, memberikan identitas unik pada setiap peningkatannya.
Sebelum Hegota, jaringan akan terlebih dahulu menyambut "Glamsterdam". Meskipun detail lengkap mengenai Glamsterdam masih akan difinalisasi dalam pertemuan lanjutan pada 5 Januari 2026, beberapa fitur utamanya telah dikonfirmasi. Ini termasuk Block-level Access Lists dan implementasi Proposer-Builder Separation (PBS) yang terintegrasi.
Informasi yang beredar di kalangan komunitas, seperti yang diungkapkan oleh Ethprofit.eth di platform X (sebelumnya Twitter), mengindikasikan bahwa Glamsterdam akan membawa peningkatan performa drastis. Diharapkan akan ada Parallel EVM, peningkatan kapasitas gas menjadi 200 juta, dan "blobs" yang lebih besar, berpotensi mencapai 10.000 transaksi per detik (TPS) di Ethereum dan 100.000 TPS di Layer 2. Selain itu, sekitar 10% validator diperkirakan akan beralih ke ZK rollups, mempercepat skalabilitas Ethereum secara signifikan.
Sementara itu, proposal peningkatan utama (EIP) untuk Hegota diperkirakan baru akan diumumkan paling cepat pada Februari 2026. Namun, diskusi awal telah menyoroti potensi penggunaan Verkle Trees dalam Hegota. Struktur data inovatif ini diharapkan dapat memungkinkan node Ethereum menyimpan dan memverifikasi data dalam jumlah masif dengan jauh lebih efisien. Jika berhasil diimplementasikan, Verkle Trees dapat secara signifikan mengurangi kebutuhan perangkat keras bagi operator node, sebuah langkah krusial untuk memperkuat desentralisasi jaringan Ethereum.
Strategi peluncuran dua upgrade besar dalam setahun ini merupakan perubahan fundamental dari pendekatan sebelumnya yang cenderung merilis satu upgrade besar dengan banyak perubahan sekaligus. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kritik dari komunitas yang merasa bahwa pengembangan protokol Ethereum tertinggal dibandingkan dengan laju pertumbuhan jaringannya yang pesat.
Ethereum Foundation menyatakan bahwa pola pengembangan baru ini sudah mulai terlihat pada upgrade Fusaka, yang memperkenalkan PeerDAS bersama sejumlah fitur minor. Pendekatan ini kini menjadi cetak biru bagi evolusi Ethereum ke depan, menjanjikan inovasi yang lebih cepat dan responsif terhadap kebutuhan ekosistem global.
Editor: BobonSyah
