KabarTifa- Aguila Trades, trader papan atas Bybit yang masuk Top 500, kembali menjadi sorotan. Trader ini dikenal dengan profit US$ 77,36 juta dalam setahun terakhir dan ROI 36,45%. Namun, setelah kerugian US$ 12,47 juta dari posisi long BTC sebelumnya, Aguila mengambil langkah berani: memasang posisi long baru senilai US$ 200 juta (1.894 BTC) dengan leverage 20x! Langkah ini dinilai sangat berisiko, mengingat pasar Bitcoin masih fluktuatif.
Informasi dari ambcrypto.com menyebutkan, Aguila melakukan taruhan besar ini meskipun pasar masih dalam rentang sempit dan berpotensi koreksi. Leverage 20x berarti sedikit pergerakan harga bisa menghasilkan keuntungan besar atau kerugian fatal. Grafik ROI Aguila menunjukkan lonjakan tajam saat breakout, tetapi juga penurunan besar di April lalu, membuktikan trader ini tak ragu mengambil risiko tinggi.

Zona likuidasi menjadi penentu nasib posisi Aguila. Dua zona krusial akan menentukan apakah taruhan besar ini akan membuahkan hasil atau justru menimbulkan kerugian besar. Banyak trader skeptis terhadap kenaikan harga akhir pekan ("Sunday Pump"), sehingga BTC harus bertahan di atas US$ 104.000 agar struktur bullish tetap terjaga.
MVRV Pricing Bands menunjukkan BTC diperdagangkan di US$ 105.767, sedikit di atas ambang +0,5o (US$ 102.044). Jika BTC gagal bertahan di area ini, koreksi ke harga rata-rata MVRV di US$ 82.570 mungkin terjadi. Namun, jika BTC mampu memantul dari US$ 102.000 dan menembus US$ 106.000, target MVRV berikutnya ada di kisaran US$ 121.519 (+1.0o), yang bisa membenarkan strategi agresif Aguila.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
