Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Trump Angkat Raja Kripto! Regulasi AS Berubah Drastis?
    Crypto

    Trump Angkat Raja Kripto! Regulasi AS Berubah Drastis?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini25-12-2025 - 19.00Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Trump Angkat Raja Kripto! Regulasi AS Berubah Drastis?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Editor: BobonSyah

    KabarTifa- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menunjuk Michael Selig sebagai Ketua ke-16 Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), sebuah langkah yang mengukuhkan komitmennya terhadap masa depan aset digital di negara tersebut. Penunjukan ini dipandang sebagai titik balik penting yang berpotensi merombak lanskap regulasi global untuk aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum, mengingat pengaruh besar AS dalam industri kripto.

    Trump Angkat Raja Kripto! Regulasi AS Berubah Drastis?
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    Selig, seorang tokoh yang secara terbuka mendukung kripto dan memiliki rekam jejak mendalam di sektor regulasi keuangan, kini melengkapi formasi kunci pemerintahan Trump untuk pengawasan kripto. Ia bergabung dengan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Paul Atkins dan "Crypto Czar" Gedung Putih, David Sacks, yang telah lebih dulu dilantik. Kehadiran Selig dalam tim ini diperkirakan tidak hanya mencerminkan dedikasi pemerintahan Trump terhadap inovasi kripto, tetapi juga sinyal kuat bagi pasar global.

    Siapa Sebenarnya Michael Selig?

    Michael Selig bukanlah sosok asing di dunia regulasi keuangan AS. Kariernya dimulai pada tahun 2014 ketika ia bergabung dengan CFTC sebagai law clerk untuk J. Christopher Giancarlo, yang kemudian menjabat sebagai Ketua CFTC pada era pertama kepemimpinan Trump.

    Setelah berkiprah di CFTC, Selig beralih ke sektor swasta, bekerja di sebuah firma hukum internasional. Di sana, ia memberikan konsultasi kepada berbagai institusi keuangan, platform perdagangan, dan pengembang aset digital mengenai kepatuhan terhadap undang-undang sekuritas dan komoditas. Pengalaman ini memberinya pemahaman komprehensif tentang tantangan yang dihadapi industri kripto, termasuk ketidakpastian regulasi yang sering mendorong entitas kripto untuk mencari yurisdiksi yang lebih ramah di luar AS—seperti kasus Tether yang memilih El Salvador sebagai kantor pusatnya.

    Pada awal tahun 2025, Selig kembali ke kancah pemerintahan sebagai chief counsel di Crypto Task Force SEC, sekaligus penasihat senior untuk Ketua SEC Paul Atkins. Pada posisi ini, ia berperan aktif dalam perumusan kebijakan kripto, termasuk upaya harmonisasi regulasi antarlembaga untuk mendorong inovasi tanpa mengorbankan perlindungan investor.

    Pandangan Selig terhadap kripto memiliki karakter progresif. Ia meyakini bahwa sebagian besar aset digital harus diklasifikasikan sebagai komoditas, bukan sekuritas, sehingga berada di bawah yurisdiksi CFTC daripada SEC. Selain itu, Selig adalah pendukung kuat stablecoin, tokenisasi aset, dan perdagangan spot kripto, yang dipandangnya sebagai pilar utama untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia.

    Dampak Signifikan bagi Pasar Kripto

    Pengangkatan Selig dilakukan untuk menggantikan Caroline Pham, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua selama hampir satu tahun dan memimpin inisiatif "Crypto Sprint" untuk mempercepat implementasi rekomendasi regulasi aset digital. Di bawah kepemimpinan Pham, CFTC telah memelopori perdagangan spot kripto berjangka dengan leverage di platform seperti Bitnomial, mengakui Bitcoin, Ether, dan USDC sebagai jaminan, serta memberikan no-action relief kepada operator pasar prediksi seperti Polymarket dan PredictIt.

    Selig diharapkan akan meneruskan momentum positif ini, terutama dengan adanya undang-undang CLARITY Act yang telah lolos dari Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Juli 2025 dan kini menunggu persetujuan Senat. Undang-undang ini akan memperluas yurisdiksi CFTC atas pasar spot komoditas digital. Selain itu, ia juga akan memacu integrasi teknologi blockchain dalam produk derivatif melalui proses rulemaking yang ditargetkan pada tahun 2026.

    Secara keseluruhan, penunjukan Michael Selig ini dipandang sebagai sinyal positif yang signifikan bagi industri kripto. Dengan adanya regulasi yang lebih jelas dan berpihak pada inovasi, langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan startup berbasis blockchain serta mengakselerasi adopsi institusional di Amerika Serikat, memperkuat posisi negara tersebut sebagai pemimpin di era ekonomi digital.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleZBT Meroket 21%! Bangkit dari Kubur, Potensi Cuan?
    Next Article Mengejutkan! Pi Network: Angka Fantastis, Likuiditas Miris?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    XRP Siap Meledak? Target US$3 Setelah Koreksi!

    10-01-2026 - 19.45
    Crypto

    Sinyal Emas Solana: $156 di Depan Mata!

    10-01-2026 - 19.30
    Crypto

    Dogecoin Terjun Bebas! Support Krusial Ini Kunci Selamat?

    10-01-2026 - 19.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.