KabarTifa.ID – 04 Agustus 2026 | Pasar aset kripto memasuki pekan pertama Agustus 2026 dengan sorotan tajam pada sejumlah katalis penting yang berpotensi besar memengaruhi pergerakan harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP. Investor global saat ini memusatkan perhatian pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, laporan ketenagakerjaan bulan Juli, hasil pendapatan (earnings) dari raksasa teknologi, serta perkembangan dinamika geopolitik yang masih menghangat di Timur Tengah. Semua elemen ini menjadi Peristiwa Penting Pekan Ini yang Bisa Pengaruhi Bitcoin, Ethereum, dan XRP secara signifikan.
Sentimen pasar sempat menunjukkan perbaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan terhadap Iran dan membuka kembali jalur diplomasi. Keputusan ini berhasil meredakan kekhawatiran geopolitik yang sempat memicu kenaikan tajam pada harga minyak mentah. Dampaknya terasa pada futures saham AS yang ikut terangkat, memberikan sedikit angin segar bagi aset berisiko.
Namun, volatilitas pasar diprediksi masih akan tetap tinggi. Berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat dijadwalkan rilis pekan ini. Pada hari Senin, investor mencermati data ISM Manufacturing PMI Juli. Serangkaian data lanjutan akan menyusul, termasuk JOLTS, ADP Nonfarm Employment Change, dan ISM Services, yang puncaknya adalah laporan pekerjaan bulanan AS untuk bulan Juli yang dijadwalkan pada hari Jumat. Data-data ini akan memberikan gambaran kesehatan ekonomi AS dan memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve.
Selain data makroekonomi, laporan keuangan (earnings) dari perusahaan-perusahaan teknologi besar juga menjadi perhatian utama. Laporan pasar menyoroti SpaceX, AMD, dan beberapa nama besar lainnya sebagai katalis penting. Pergerakan saham-saham teknologi ini sering kali berkorelasi dengan risk appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar kripto. Jika perusahaan teknologi melaporkan hasil yang baik, ini bisa mendorong sentimen positif ke aset kripto, dan sebaliknya.
Bitcoin Menguji Area Krusial di Tengah Fluktuasi
Bitcoin menutup bulan Juli di kisaran US$62.818, masih cukup jauh dari rekor tertingginya di bulan Oktober tahun lalu. Secara teknikal, level US$63.000 menjadi area yang sangat penting untuk dipantau, mengingat posisinya yang berdekatan dengan rata-rata pergerakan harga selama 200 minggu. Beberapa analis menilai Bitcoin mungkin sedang berada dalam fase konsolidasi untuk membentuk dasar harga (price bottoming). Dalam siklus-siklus sebelumnya, fase ini bisa memakan waktu satu hingga tiga bulan dan sering kali diwarnai oleh penurunan tambahan sebelum harga menemukan titik terendahnya.
Indikator Relative Strength Index (RSI) bulanan Bitcoin berada di sekitar 43, yang masih di bawah level netral 50. Ini menunjukkan bahwa momentum penguatan belum sepenuhnya pulih, meskipun tekanan jual mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Analisis historis juga mengindikasikan bahwa siklus Bitcoin saat ini menunjukkan ketahanan yang relatif lebih kuat dibandingkan beberapa siklus sebelumnya. Meskipun belum ada konfirmasi resmi bahwa koreksi telah berakhir, Bitcoin menunjukkan daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi penurunan.
XRP Perlu Pertahankan Level Support Kunci
XRP juga berada di persimpangan teknikal yang krusial. Token ini harus mampu mempertahankan level support di US$1,06 untuk mencegah tekanan jual yang lebih dalam. Di sisi atas, level US$1,16 menjadi resistance yang harus ditembus untuk menggeser struktur harga menjadi lebih positif. Sejak mencapai puncaknya mendekati US$2,40 pada bulan Januari, setiap upaya pemulihan XRP masih terbentur pada pola resistance yang sama.
Saat ini, XRP bergerak dalam rentang yang sempit antara moving average 20 hari dan 50 hari, atau sekitar US$1,08 hingga US$1,12. Konsolidasi ini berpotensi membangun tekanan untuk pergerakan harga yang lebih besar, namun arahnya masih belum pasti. Jika XRP berhasil kembali menembus US$1,16, peluang pemulihan yang lebih kuat akan terbuka. Sebaliknya, jika level US$1,06 jebol, risiko penurunan menuju level psikologis US$1,00 akan meningkat. Pergerakan XRP ini merupakan salah satu Peristiwa Penting Pekan Ini yang Bisa Pengaruhi Bitcoin, Ethereum, dan XRP.
Ethereum Tertahan dalam Kisaran yang Menantang
Ethereum (ETH) dalam beberapa pekan terakhir terpantau bergerak dalam rentang yang relatif sempit, yakni antara US$1.860 hingga US$1.955. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang belum memiliki arah yang kuat, meskipun ETH tetap menjadi salah satu aset digital yang paling banyak dipantau oleh investor institusional maupun ritel. Beberapa analis memperingatkan bahwa kisaran harga Ethereum saat ini belum tentu mencerminkan stabilitas jangka panjang.
Ada skenario di mana ETH berpotensi menguji zona resistance di US$1.900 hingga US$2.000 terlebih dahulu, sebelum kembali menghadapi tekanan jual yang signifikan. Jika tekanan jual kembali meningkat, Ethereum berisiko mengalami penurunan lebih lanjut dan menguji area yang lebih rendah di kisaran US$900 hingga US$1.400 sebelum siklus bullish baru dapat terbentuk. Namun, skenario ini sangat bergantung pada kondisi makroekonomi global, arus dana institusional yang masuk ke pasar kripto, serta sentimen pasar secara keseluruhan. Faktor-faktor ini menjadi bagian dari Peristiwa Penting Pekan Ini yang Bisa Pengaruhi Bitcoin, Ethereum, dan XRP.
Secara umum, Bitcoin, Ethereum, dan XRP memasuki pekan yang krusial dengan potensi tekanan yang masih cukup besar. Laporan pekerjaan AS pada hari Jumat menjadi katalis utama yang berpotensi menentukan arah pasar kripto dalam jangka pendek. Jika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan yang terkendali, pasar kripto berpotensi mendapatkan dorongan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Sebaliknya, jika data ekonomi terlalu kuat atau ketidakpastian geopolitik kembali meningkat, investor kemungkinan akan kembali mengurangi eksposur mereka pada aset-aset berisiko.
Level-level yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar pekan ini adalah US$63.000 untuk Bitcoin, US$1,06 dan US$1,16 untuk XRP, serta rentang US$1.860 hingga US$2.000 untuk Ethereum. Perkembangan terbaru di pasar saham teknologi dan dinamika geopolitik global akan terus menjadi faktor penggerak penting dalam menentukan arah pergerakan aset-aset kripto utama ini.
