KabarTifa- Aktivitas pasar kripto kembali dihebohkan dengan aksi seorang whale (investor besar) yang memindahkan sejumlah besar Ethereum (ETH). Data dari Lookonchain yang dikutip kabartifa.id menunjukkan, sebuah dompet dengan alamat "0x3952" menarik 21.000 ETH senilai US$ 90,6 juta (sekitar Rp1,3 triliun) dari Binance dalam waktu kurang dari 40 menit pada 12 Agustus lalu. Aksi ini memicu spekulasi di pasar.
Penarikan ETH dalam jumlah masif ini, menurut laporan u.today yang dikutip kabartifa.id, umumnya mengindikasikan niat untuk menyimpan aset jangka panjang, bukan untuk dijual dalam waktu dekat. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan whale tersebut meningkat menjadi 86.001 ETH, atau sekitar US$ 260 juta berdasarkan harga pasar saat ini.

Tren akumulasi ETH oleh whale ini diperkuat dengan arus masuk dana signifikan ke produk spot ETH ETF. Glassnode mencatat kenaikan bulanan ETH yang mengalahkan Bitcoin dalam 30 hari terakhir. Meskipun Bitcoin relatif stabil, minat investor besar dan institusi tampaknya beralih ke Ethereum. Tekanan jual dari investor ritel tampak kalah oleh aksi beli whale, mendorong harga ETH terus naik.
Ethereum baru-baru ini menyentuh level tertinggi multi-bulan di US$ 4.622. Para pelaku pasar optimistis, akumulasi berkelanjutan ini akan menjadi katalis untuk reli harga selanjutnya. Namun, perlu diingat bahwa pelemahan Bitcoin seringkali mendorong kenaikan Ethereum atau altcoin lainnya. Hal ini diperkuat dengan narasi "altseason" yang semakin kuat di media sosial X.
Pada Rabu (13/8/2025), Coingecko mencatat harga Ethereum di US$ 4.577, naik 7,1% dalam 24 jam terakhir.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi atau trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi.

