KabarTifa- Harga XRP mengalami penurunan tipis dalam beberapa hari terakhir, namun seorang analis pasar terkemuka, Max Avery, justru melihat ini sebagai pertanda positif. Menurutnya, stabilitas harga XRP saat ini merupakan fondasi yang kuat untuk adopsi jangka panjang oleh institusi keuangan global.
Dalam 24 jam terakhir, XRP tercatat turun 0,32% menjadi $2,34, dan secara mingguan melemah 2,11%. Meskipun sempat menyentuh titik terendah di $2,18 pada 17 Oktober, XRP berhasil pulih dan mencapai $2,39 pada hari Sabtu. Avery menegaskan bahwa XRP tidak dirancang untuk spekulasi ritel seperti meme coin, melainkan untuk berintegrasi dengan sistem keuangan yang ada tanpa menimbulkan gangguan.

"XRP tidak dirancang untuk naik turun seperti memecoin. Aset ini dibuat agar bisa masuk ke dalam rel keuangan yang ada tanpa merusaknya," tulis Avery dalam cuitannya di X (Twitter). Ia juga mengingatkan investor tentang pola serupa yang terjadi pada tahun 2017, di mana XRP mengalami penurunan tajam sebelum akhirnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Avery menjelaskan bahwa daya tarik XRP bagi lembaga keuangan dan penyedia pembayaran membuat stabilitas menjadi faktor kunci dalam adopsi institusional. "Jika Anda memegang XRP untuk mencari sensasi harga seperti memecoin, Anda akan kecewa. Tetapi jika Anda percaya pada infrastruktur keuangan masa depan, stabilitas ini akan terasa masuk akal," tambahnya.
Menurut Avery, kesabaran adalah kunci utama bagi investor yang melihat XRP sebagai bagian dari aset infrastruktur jangka panjang. Pergerakan harga XRP saat ini tidak mengejutkan, mengingat historisnya yang sering menunjukkan penurunan tajam saat euforia berlebihan, diikuti oleh pemulihan kuat ketika pasar mulai lengah.
Secara teknikal, jika pasar kripto kembali pulih, XRP berpotensi menguji resistensi di MA 200 dan 50 harian, masing-masing di level $2,58 dan $2,82. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, area support terdekat berada di $2,18, dan support lanjutan di sekitar $2,00. Informasi ini dilansir dari kabartifa.id.

