KabarTifa- Peluncuran ETF XRP oleh Bitwise, yang dinanti-nantikan banyak pihak, justru terjadi di tengah badai pasar kripto global. Debut ETF ini bukannya menjadi katalis positif, malah bertepatan dengan salah satu hari terburuk bagi pasar kripto tahun ini.
Akibatnya, harga XRP terpuruk, volume perdagangan ETF Bitwise jauh tertinggal dari kompetitor, dan investor kini dihantui kekhawatiran akan tekanan jual yang berkelanjutan.

Debut ETF Bitwise: Solid, Namun Kurang Menggembirakan
Menurut data dari TradingView, ETF XRP Bitwise menutup hari pertama perdagangan dengan 1.127.647 saham, setara dengan volume $25,93 juta. Angka ini sebenarnya cukup baik, terutama mengingat kondisi pasar yang sedang tidak stabil.
Namun, jika dibandingkan dengan pesaing, performa Bitwise masih jauh di bawah harapan. ETF XRPC dari Canary mencatatkan volume $58,5 juta pada hari peluncurannya minggu lalu, lebih dari dua kali lipat dari yang dicapai Bitwise.
CEO Canary Capital, Steven McClurg, memberikan ucapan selamat kepada Bitwise, namun dengan nada bercanda. Ia mengatakan bahwa kedua perusahaan telah membuktikan bahwa "Anda tidak perlu menjadi BlackRock untuk meluncurkan ETF terbaik tahun 2025," sambil menambahkan dukungan agar Bitwise bisa masuk lima besar, asalkan tidak melampaui Canary.
Beberapa analis masih menyimpan harapan bahwa volume perdagangan Bitwise akan meningkat pada hari-hari berikutnya, terutama jika volatilitas pasar mereda.
Waktu Peluncuran yang Kurang Tepat: Pasar Global Berdarah
Sayangnya, peluncuran ETF XRP Bitwise bertepatan dengan kejatuhan pasar global yang paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam satu sesi perdagangan, terjadi penurunan tajam di berbagai sektor:
- Saham-saham teknologi mengalami aksi jual besar-besaran.
- Mata uang kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum juga ikut tertekan.
- Sentimen investor secara umum berubah menjadi sangat bearish.
XRP pun tak luput dari imbasnya, harganya jatuh di bawah $2 hanya beberapa jam setelah ETF Bitwise mulai diperdagangkan. Dari sudut pandang momentum, waktu peluncuran ETF ini sangat tidak menguntungkan.
XRP di Zona Bahaya: Penurunan Multi-Bulan Semakin Dalam
XRP sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan sejak beberapa bulan terakhir, bahkan sebelum terjadi crash terbaru. Tekanan teknikal yang semakin memburuk kini menempatkan XRP di wilayah yang sangat kritis.
Beberapa sinyal teknikal yang mengkhawatirkan:
- Breakdown dari pola grafik bullish sebelumnya.
- Penembusan di bawah moving average utama.
- Indikator momentum yang menunjukkan tren penurunan yang kuat.
Saat ini, level $2 menjadi support terakhir dalam jangka pendek. Jika harga ditutup di bawah level tersebut, potensi penurunan menuju $1,80 terbuka lebar, bahkan bisa berlanjut ke $1,60 jika tekanan jual terus meningkat.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

