KabarTifa- Menjelang pergantian tahun dari 2025 ke 2026, mata uang kripto XRP masih berjuang di tengah tekanan pasar yang signifikan. Berbagai upaya pemulihan harga terbukti rapuh, menyebabkan altcoin ini mengakhiri tahun dengan performa tahunan yang kurang memuaskan, bahkan cenderung negatif, di tengah dominasi sentimen bearish. Namun, di balik awan gelap ini, minat investor institusional justru menjadi secercah harapan, menopang harga dari penurunan yang lebih dalam.
Aliran Dana Institusi Jadi Penopang Utama di Tengah Tekanan Jual

Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan harga XRP terus dihimpit oleh minimnya permintaan di pasar spot dan kehati-hatian investor ritel. Namun, di tengah gempuran sentimen negatif, arus dana dari investor institusional justru menjadi benteng pertahanan utama, mencegah XRP terperosok lebih dalam. Data terbaru dari CoinShares mengindikasikan bahwa XRP menjadi primadona di kalangan institusi sepanjang tahun 2025.
Pada pekan terakhir Desember, aset ini mencatat arus masuk dana sebesar US$70 juta, mendorong total aliran dana bulanan menjadi US$424 juta. Angka ini bahkan melampaui kinerja Bitcoin yang mengalami arus keluar US$25 juta, serta Ethereum dengan outflow yang lebih besar, mencapai US$241 juta dalam periode yang sama. Secara keseluruhan tahun 2025, XRP berhasil menarik investasi institusional hingga US$3,3 miliar, sebuah bukti kuat kepercayaan di tengah volatilitas pasar kripto dan ketidakpastian regulasi.
Fenomena ETF XRP yang Tak Tergoyahkan
Konsistensi permintaan institusional juga terpancar dari kinerja ETF XRP yang diluncurkan pada tahun 2025. Sejak debutnya, produk ETF ini belum pernah mencatat satu hari pun dengan arus keluar dana bersih. Hanya satu sesi perdagangan yang berakhir netral tanpa adanya inflow, menunjukkan tingkat permintaan yang luar biasa stabil.
CEO aplikasi kripto NoOnes, Ray Youssef, seperti dikutip oleh BeInCrypto, berpendapat bahwa akumulasi XRP yang terjadi pada awal Desember merupakan strategi jangka panjang para investor institusi. Pola ini, menurut Youssef, sangat mirip dengan fase awal peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum, di mana investor besar cenderung mengumpulkan aset sebelum dampaknya sepenuhnya tercermin pada harga. Ia juga menegaskan bahwa XRP kini dipandang sebagai aset berisiko tinggi (high beta) dengan proposisi nilai yang semakin kuat seiring meningkatnya partisipasi institusi.
Dilema Pemegang Jangka Panjang: Akumulasi atau Distribusi?
Namun, di sisi lain, perilaku para pemegang jangka panjang (long-term holder) justru menimbulkan kekhawatiran menjelang tahun 2026. Sepanjang tahun 2025, kelompok investor ini menunjukkan pola akumulasi dan distribusi yang bergantian, mencerminkan keraguan mereka terhadap prospek XRP dalam jangka menengah.
Memasuki kuartal IV 2025, aktivitas jual dari long-term holder semakin mendominasi. Fenomena ini mengisyaratkan penurunan tingkat kepercayaan dari investor yang biasanya setia bertahan di tengah gejolak pasar. Jika tren distribusi ini berlanjut hingga 2026, risiko penurunan harga XRP diperkirakan akan semakin meningkat.
Proyeksi Harga 2026: Stagnan atau Melesat?
Saat artikel ini ditulis pada Kamis, 1 Januari 2026, harga XRP diperdagangkan di kisaran US$1,87. Angka ini mencatat penurunan 38% sepanjang kuartal IV 2025 dan melemah 9,7% secara year-to-date. Bulan Desember gagal memberikan dorongan positif, semakin memperkuat sentimen bearish di penghujung tahun.
Ray Youssef memprediksi bahwa pergerakan harga XRP pada Januari hingga kuartal I 2026 kemungkinan besar akan cenderung stagnan. Ia memperkirakan XRP akan berkonsolidasi di rentang US$2 hingga US$2,50, kecuali jika muncul katalis makroekonomi yang signifikan. Menurutnya, volatilitas pasar global, ketegangan geopolitik, serta berbagai episode penghindaran risiko (risk-off) membuat para pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif.
Pemulihan yang lebih kuat baru akan terlihat jika XRP berhasil menembus level US$3,00 untuk kembali membangun struktur bullish menuju rekor tertinggi sebelumnya di US$3,66. Namun, skenario penurunan harga tetap menjadi ancaman. Jika tekanan jual meningkat dan permintaan melemah, penembusan di bawah level support krusial US$1,79 berpotensi menyeret harga menuju area US$1,50. Kondisi ini akan semakin memperkuat dominasi bearish dan membatalkan prospek netral-bullish yang ada.
Tantangan Musiman di Awal Tahun Baru
Secara historis, bulan Januari memang mencatatkan rata-rata kenaikan harga XRP sebesar 3%. Namun, data median return justru menunjukkan penurunan sekitar 7,8%, mengindikasikan bahwa performa positif tidak selalu konsisten dan dapat menyesatkan. Dengan likuiditas pasar yang masih terbatas dan sentimen risiko yang cenderung lemah, harga XRP diperkirakan akan menghadapi berbagai tantangan di awal tahun 2026. Arah pergerakan yang lebih jelas kemungkinan baru akan terbentuk setelah terjadi perubahan signifikan pada kondisi pasar secara keseluruhan dan perilaku investor.
Investasi dan trading aset kripto yang aman dan terpercaya dapat Anda lakukan melalui Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk mendapatkan update berita kripto terkini dan unduh aplikasi trading bitcoin & kripto sekarang! Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pasar kripto, kunjungi kabartifa.id.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Editor: BobonSyah

