Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pergerakan harga XRP di awal tahun 2026 menunjukkan tren yang cenderung lesu, bertahan di bawah level US$2 tanpa membentuk arah yang jelas. Namun, di balik stagnasi yang tampak di permukaan, data on-chain terbaru mengungkap adanya akumulasi senyap oleh investor institusional atau yang sering disebut "whale", memicu spekulasi mengenai potensi perubahan dinamika pasar.

Menurut laporan dari firma analitik on-chain Santiment, jaringan XRP telah mencatat penambahan bersih 42 dompet baru yang masing-masing menyimpan minimal 1 juta XRP sejak Januari 2026. Fenomena ini menandai peningkatan pertama jumlah "dompet jutawan" sejak September 2025, terjadi justru di tengah kondisi harga XRP yang masih melemah secara tahunan. Pola akumulasi oleh pemegang besar di saat harga sedang tertekan seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal awal perubahan tren, terutama jika disertai dengan pengetatan likuiditas.
Secara teknikal, XRP masih berada dalam posisi rentan. Harga saat ini berkisar di US$1,80, jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari yang berada di sekitar US$2,54. Jarak ini mengindikasikan bahwa XRP masih dalam fase korektif jangka panjang, mendorong banyak trader momentum untuk menanti konfirmasi breakout sebelum mengambil posisi. Data dari CryptoQuant juga mencerminkan kehati-hatian pasar, dengan rasio Sharpe 30 hari XRP yang mendekati nol (0,034), menunjukkan imbal hasil yang belum sepadan dengan volatilitas.
Namun, ada secercah harapan dari sisi suplai. CryptoQuant melaporkan bahwa proporsi XRP yang tersimpan di bursa kini berada di "zona bawah", mengindikasikan tekanan jual yang mereda setelah periode penarikan koin dari bursa. Secara historis, kondisi seperti ini kerap mendahului kenaikan harga, sebagaimana yang terjadi pada periode Februari hingga April 2025. Meskipun demikian, analisis ini juga menyoroti absennya peningkatan volume perdagangan. Tanpa volume yang substansial, potensi kenaikan harga dinilai masih berisiko hanya menjadi reli jangka pendek, bukan tren berkelanjutan.
Di sisi lain, aktivitas jaringan XRP Ledger (XRPL) justru menunjukkan geliat positif. Data CryptoQuant mencatat lonjakan signifikan dalam aktivitas decentralized exchange (DEX) di XRPL. Rata-rata pergerakan 14 hari jumlah transaksi DEX mencapai sekitar 1,014 juta transaksi, tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Peningkatan ini mengindikasikan partisipasi yang lebih berkelanjutan dan likuiditas yang lebih "lengket" dalam ekosistem, memberikan dasar fundamental di luar faktor spekulasi.
Melihat ke depan, manajer aset kripto 21Shares memproyeksikan beberapa skenario untuk pergerakan XRP sepanjang 2026. Permintaan yang kuat dari ETF XRP spot di AS, yang telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar aset dalam bulan pertama dan mencatat aliran dana masuk selama 55 hari berturut-turut, menjadi pendorong utama.
Dari sisi suplai, cadangan XRP di bursa berada di level terendah dalam tujuh tahun, sekitar 1,7 miliar XRP. Kondisi ini berpotensi menciptakan tekanan pasokan jika permintaan struktural terus meningkat. Utilitas seperti pertumbuhan stablecoin RLUSD, peningkatan total value locked (TVL) DeFi XRPL yang melampaui US$100 juta, serta fokus pada tokenisasi, disebut sebagai faktor pendukung adopsi jangka panjang.
Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa pembentukan dompet jutawan baru saat harga bergerak sideways adalah sinyal klasik "akumulasi uang pintar" (smart money accumulation). "Whale tidak mengejar harga, mereka mengakumulasi saat retail kehilangan minat. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan begitu fase distribusi/akumulasi selesai," tutur mereka.
Berdasarkan skenario tersebut, 21Shares memodelkan harga puncak XRP di 2026 pada level US$2,45 untuk skenario dasar, US$2,69 untuk skenario bullish, dan US$1,60 untuk skenario bearish.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

