Solana di Ujung Tanduk! Akankah $120 Bertahan?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Harga aset kripto Solana (SOL) kembali menunjukkan pergerakan volatil, memantul dari level dukungan krusial US$120 di tengah lonjakan volume perdagangan yang sangat signifikan. Namun, para analis memperingatkan bahwa jika level ini gagal dipertahankan, SOL berpotensi menghadapi koreksi tajam yang dapat memicu aksi jual cepat dalam jangka pendek.
Pada sesi perdagangan Asia, SOL sempat mengalami tekanan jual tajam sebelum akhirnya berhasil rebound di area US$120. Pantulan ini mengindikasikan bahwa pembeli masih berupaya keras mempertahankan level penting tersebut, meskipun sentimen pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih.
Volume Perdagangan Harian Solana Melonjak Drastis
Dilaporkan KabarTifa.id, data menunjukkan volume perdagangan harian Solana melonjak hingga 278%, mencapai US$6,3 miliar. Angka fantastis ini setara dengan sekitar 9% dari total kapitalisasi pasar token tersebut, menegaskan relevansi teknikal yang kuat dari level harga US$120 sebagai titik krusial.
Minat institusional dari Wall Street terhadap Solana juga terpantau masih tinggi. Sepanjang Senin hingga Kamis pekan lalu, produk ETF Solana mencatatkan arus masuk dana sebesar US$10 juta, sehingga total aset yang dikelola mencapai US$1,1 miliar. Ini menunjukkan kepercayaan investor besar terhadap ekosistem Solana, meskipun volatilitas pasar masih tinggi.
(Gambar: Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.)
Meskipun pantulan harga dari support utama berpotensi menjadi pemicu kenaikan lanjutan, risiko koreksi tajam tetap membayangi jika area US$120 gagal dipertahankan. Berdasarkan grafik harian, tekanan jual kembali meningkat ketika harga SOL menyentuh area resistance di US$145. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan pelemahan momentum setelah turun di bawah rata-rata pergerakan 14 hari, mengindikasikan dominasi penjual masih cukup kuat di pasar.
Ancaman Penurunan Lebih Dalam ke US$97
Jika level support US$120 jebol, zona permintaan berikutnya berada di batas bawah kanal harga menurun. Kegagalan bertahan di area tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam, bahkan menuju level US$97, yang terakhir kali tercapai pada April tahun lalu. Skenario ini tentu menjadi kekhawatiran utama bagi para investor SOL.
Di tengah pelemahan harga altcoin utama, sejumlah proyek prapenjualan kripto di ekosistem Solana masih menarik perhatian investor. Salah satunya adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), sebuah proyek yang menggabungkan kecepatan tinggi, biaya rendah, dan dukungan smart contract Solana ke dalam jaringan Bitcoin. Proyek ini telah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$30 juta melalui prapenjualan untuk mengembangkan solusi scaling, menjelang peluncuran resminya ke pasar kripto.
Tim Riset Tokocrypto menganalisis bahwa lonjakan volume hampir 300% yang terjadi tepat di garis support adalah indikasi klasik dari "pertempuran likuiditas" berisiko tinggi. Mereka berpendapat bahwa "Smart Money" yang masuk melalui ETF kemungkinan sedang menyerap pasokan dari tangan investor ritel yang panik.
"Level $120 kini menjadi garis batas; jika level ini ditembus, pasar akan menghadapi efek domino dari eksekusi stop-loss massal. Namun, jika berhasil bertahan, tingginya volume transaksi ini justru memvalidasi kekuatan lantai harga tersebut sebagai pijakan kuat untuk pemulihan tren naik berikutnya," jelas Tim Riset Tokocrypto, memberikan pandangan dua arah terhadap masa depan harga SOL.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli.


