Alarm Merah Monero! XMR Bisa Terjun Bebas ke $135?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Pasar kripto kembali diwarnai kekhawatiran, kali ini menimpa Monero (XMR). Setelah berjuang di bawah tekanan sejak pertengahan Januari, aset privasi ini menunjukkan sinyal bearish yang semakin kuat, memicu spekulasi potensi anjlok signifikan hingga ke level $135. Meskipun beberapa aset digital lain mulai menemukan pijakan, XMR justru tampak semakin terperosok dalam jurang koreksi.
Pergerakan harga Monero (XMR) terus dihantui sentimen negatif sejak pertengahan Januari lalu. Sempat mencatat sedikit pemulihan dan menemukan titik support di kisaran $276 pada awal Februari, namun momentum kenaikan tersebut terbukti rapuh. Analisis teknikal, minimnya daya beli investor, serta sentimen sosial yang memburuk secara kolektif mengindikasikan bahwa Monero berpotensi melanjutkan tren penurunannya ke level yang lebih dalam.
XMR Pecah Pola Bear Flag, Daya Beli Investor Lemah
Sejak pertengahan Januari, Monero terpantau membentuk pola bearish pole-and-flag atau yang dikenal sebagai bear flag. Pola ini, yang seringkali menjadi indikator kelanjutan tren turun, terbentuk setelah periode penurunan tajam yang diikuti fase konsolidasi singkat. Setelah mengalami koreksi lebih dari 60% dari puncaknya di bulan Januari, XMR sempat bergerak sideways dan menguat tipis dalam pola tersebut.
Namun, pada 12 Februari, XMR secara signifikan menembus batas bawah pola tersebut, menandakan potensi breakdown lanjutan jika tidak ada dorongan beli yang masif untuk mengembalikan harga ke dalam formasi. Menurut laporan yang diterima KabarTifa-, indikator Money Flow Index (MFI) memang sempat menunjukkan adanya aktivitas dip buying atau pembelian di harga rendah sejak awal Februari. Meskipun MFI sempat membentuk tren kenaikan (higher lows), namun gagal menembus garis tren atas atau menciptakan higher-high yang meyakinkan. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada upaya pembelian, kekuatannya belum memadai untuk membalikkan arah tren secara signifikan.
Arus Dana Bursa dan Sentimen Sosial yang Kontradiktif
Data arus dana di bursa juga memperkuat gambaran ini. Setelah mencatat inflow ringan selama tiga hari, Monero kembali mengalami net outflow pada 12 Februari, dengan sekitar $372.000 XMR ditarik dari bursa. Meskipun net outflow sering diinterpretasikan sebagai sinyal positif karena aset dipindahkan ke dompet pribadi, dalam konteks ini, jumlahnya belum cukup untuk memicu pemulihan harga yang substansial.
Di tengah tekanan harga, Monero justru mencatat peningkatan perhatian di ranah sosial. Social dominance XMR melonjak dari sekitar 0,046% menjadi 0,066% antara 11 hingga 12 Februari, menandakan semakin intensifnya diskusi mengenai Monero dibandingkan aset kripto lainnya. Namun, lonjakan ini masih jauh di bawah puncak social dominance yang terjadi pada Januari, yang kala itu mendahului reli harga Monero hingga 25%.
Ironisnya, peningkatan diskusi ini diiringi dengan penurunan drastis sentimen positif. Sejak 9 Februari, skor sentimen positif Monero anjlok sekitar 74%, dari 27,26 menjadi hanya 7,21. Ini mengindikasikan bahwa meskipun Monero banyak dibicarakan, mayoritas percakapan didominasi oleh kekhawatiran dan pandangan pesimis.
Level Kritis: Jika Gagal Rebut $361, Target Berikutnya $135
Secara teknikal, level resistensi krusial bagi XMR berada di sekitar $361. Titik ini, yang berada di tengah formasi bear flag, menjadi penentu apakah pembeli memiliki kekuatan untuk merebut kembali kendali pasar. Apabila XMR gagal menembus dan bertahan di atas $361, tekanan jual diperkirakan akan tetap mendominasi. Level support terdekat berada di $308, diikuti oleh $276 yang merupakan titik terendah pada Februari.
Jika kedua support tersebut gagal dipertahankan, proyeksi dari pola bear flag mengarah pada target penurunan berikutnya di kisaran $135. Level ini, yang juga merupakan support historis, berpotensi menjadi tujuan akhir jika tekanan jual terus berlanjut.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa divergensi antara tingginya volume diskusi sosial dan anjloknya sentimen positif merupakan indikator bearish yang kuat, karena seringkali menandakan bahwa pembahasan didominasi oleh ketakutan (Fear, Uncertainty, and Doubt atau FUD). "Tanpa dukungan sentimen yang stabil dan volume pembelian yang meyakinkan, pemulihan harga Monero akan sangat sulit dipertahankan dalam jangka pendek," demikian analisis mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

