Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Resesi 2025? Kripto Jadi Penyelamat?
    Crypto

    Resesi 2025? Kripto Jadi Penyelamat?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini27-03-2025 - 19.30Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Resesi 2025? Kripto Jadi Penyelamat?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Bitcoin (BTC) kokoh di atas US$ 86.000, Pepecoin, Shiba Inu, dan Floki melesat dua digit. Namun, peringatan resesi AS 2025 dari Mark Zandi, kepala ekonom Moody’s Analytics, mencuatkan pertanyaan: Bisakah aset kripto menyelamatkan investor? Zandi, lewat platform X, menyatakan indikator resesi "menyala kuning terang".

    Penurunan kepercayaan konsumen 17 poin dalam tiga bulan terakhir menjadi sorotan. Jika penurunan mencapai 20 poin, aktivitas belanja masyarakat akan berkurang, berpotensi memicu perlambatan ekonomi, bahkan resesi. "Secara teknis, resesi terjadi ketika ekonomi mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut," jelas Zandi.

    Resesi 2025? Kripto Jadi Penyelamat?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Ironisnya, situasi ini bisa jadi peluang emas bagi aset berisiko tinggi seperti kripto. Sejarah membuktikan, saat ekonomi melambat dan suku bunga turun, investor beralih ke aset berpotensi keuntungan tinggi. Setelah krisis 2008 dan pandemi Covid-19, pasar saham AS meroket. Bitcoin, yang sempat jatuh ke US$ 4.000 pada Maret 2020, melesat ke US$ 69.000 di akhir 2021. Ethereum juga mengalami kenaikan signifikan.

    Kenaikan ini didorong kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunga dan menyuntikkan likuiditas. Akses uang yang mudah membuat investor berani mengambil risiko, termasuk berinvestasi di kripto. Bahkan jika resesi terhindarkan, potensi kenaikan aset kripto tetap ada. Beberapa analis menilai prediksi Zandi bersifat pribadi, dipengaruhi kebijakan tarif perdagangan era Trump. Pengurangan atau penghapusan tarif bisa menghidupkan kembali pasar.

    Namun, harus diingat, saat resesi atau munculnya berita resesi, harga semua aset, termasuk Bitcoin dan altcoin, akan turun.

    Disclaimer: Konten di kabartifa.id bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau saran trading. Kripto aset volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBitcoin Menipis di Bursa, Pertanda Apa?
    Next Article Kacamata Pintar Xiaomi: Lebih Tipis, Lebih Canggih!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    BOB Mainnet Siap Berubah Total: Jovian Hardfork Meluncur!

    13-03-2026 - 19.30
    Crypto

    BlackRock Guncang Pasar! ETF Ethereum Staking Debut Solid!

    13-03-2026 - 19.15
    Crypto

    13-03-2026 - 19.00
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.