Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Bitcoin Menipis di Bursa, Pertanda Apa?
    Crypto

    Bitcoin Menipis di Bursa, Pertanda Apa?

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini27-03-2025 - 19.15Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Bitcoin Menipis di Bursa, Pertanda Apa?
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    KabarTifa- Jumlah Bitcoin (BTC) yang tersimpan di bursa kripto anjlok drastis! Hanya tersisa 7,53% dari total pasokan, level terendah sejak 20 Februari 2018. Data mengejutkan ini berasal dari Santiment, firma analitik kripto terkemuka. Melalui platform X, Santiment menjelaskan fenomena ini sebagai indikasi kuat bahwa investor lebih memilih menyimpan Bitcoin jangka panjang, bukan untuk trading jangka pendek.

    Bitcoin yang ditarik dari bursa umumnya disimpan di cold wallet—tempat penyimpanan yang lebih aman dan jarang digunakan untuk transaksi harian. Ini berarti, pemilik Bitcoin yang memindahkan asetnya ke cold wallet kemungkinan besar tak berniat menjual dalam waktu dekat. Konsekuensinya, tekanan jual jangka pendek berkurang, berpotensi menstabilkan harga Bitcoin karena pasokan yang tersedia di pasar semakin terbatas.

    Bitcoin Menipis di Bursa, Pertanda Apa?
    Gambar Istimewa : s.w.org

    Tren ini juga menunjukkan meningkatnya minat investor institusional. Banyak yang kini menggunakan layanan penyimpanan khusus atau sistem pribadi yang lebih aman. Ini mengindikasikan pergeseran paradigma: Bitcoin tak lagi sekadar aset spekulatif, melainkan penyimpan nilai jangka panjang, layaknya emas digital. Secara historis, penurunan pasokan Bitcoin di bursa kerap diiringi penguatan harga. Karenanya, banyak yang melihat tren ini sebagai sinyal positif untuk masa depan pasar Bitcoin.

    Data Glassnode memperkuat temuan ini. Saldo Bitcoin di bursa turun menjadi 2.716 juta BTC, atau 13,7% dari total pasokan. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya permintaan investor institusional, adopsi produk seperti ETF Bitcoin Spot, dan peningkatan kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan publik.

    Pada Kamis (27/3/2025), harga BTC berada di US$ 87.311, turun 0,3% dalam 24 jam. Namun, tren penurunan pasokan di bursa menjadi sorotan utama. Singkatnya, penurunan drastis ini merefleksikan kepercayaan jangka panjang investor dan kematangan pasar dalam memperlakukan Bitcoin.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi.

    Editor: BobonSyah

    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleRaih Token Gratis! 5 Airdrop Panas Pekan Ini
    Next Article Resesi 2025? Kripto Jadi Penyelamat?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Geger! Visa Gandeng Polygon, Revolusi Pembayaran Global?

    30-04-2026 - 13.15
    Crypto

    Pi Network Terjun Bebas! Ancaman Makro Hantui Kripto?

    30-04-2026 - 13.00
    Crypto

    LINK Terjepit! Akankah Tembus $10 atau Jatuh ke $8?

    30-04-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.