Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Rahasia Whale Bitcoin: Akumulasi di Tengah Badai Tarif!
    Crypto

    Rahasia Whale Bitcoin: Akumulasi di Tengah Badai Tarif!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini31-03-2025 - 13.30Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Rahasia Whale Bitcoin: Akumulasi di Tengah Badai Tarif!
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Ketegangan geopolitik kembali mengguncang pasar keuangan global. Ancaman perang dagang akibat rencana pengumuman tarif baru Presiden AS Donald Trump pada 2 April mendatang menekan pasar saham dan kripto, termasuk Bitcoin (BTC). Sejak pengumuman tarif pertama Trump pada Januari lalu, investor cenderung menghindari risiko. Dalam dua bulan terakhir, harga Bitcoin anjlok sekitar 18%, sementara indeks S&P 500 turun lebih dari 7% (data TradingView).

    Tanggal 2 April menjadi titik krusial. Editor platform investasi digital Nexo, Stella Zlatareva, menyatakan investor cemas dengan potensi eskalasi perang dagang. Laporan Washington Post bahkan menyebut Trump mendorong penasihatnya untuk bersikap lebih agresif dalam menerapkan tarif, bertujuan mengurangi defisit perdagangan AS (US$ 1,2 triliun) dan meningkatkan produksi dalam negeri. Tarif baru diperkirakan akan menyasar beberapa mitra dagang utama AS.

    Rahasia Whale Bitcoin: Akumulasi di Tengah Badai Tarif!
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Di tengah ketidakpastian ini, Bitcoin tertekan. Namun, fenomena menarik terjadi: "whale" Bitcoin (pemilik BTC dalam jumlah besar) justru terus mengakumulasi aset kripto tersebut. Data Glassnode menunjukkan peningkatan jumlah alamat wallet yang menyimpan 1.000-10.000 BTC dari 1.956 (1 Januari) menjadi lebih dari 1.990 (27 Maret).

    Analis Nexo, Iliya Kalchev, menjelaskan melemahnya minat risiko akibat ketidakpastian makro dan ancaman tarif. Namun, akumulasi BTC oleh whale dan arus masuk ETF dalam 10 hari terakhir mengindikasikan permintaan institusional yang stabil. Meskipun sempat terjadi arus keluar US$ 93 juta dari ETF Bitcoin Fidelity pada 28 Maret, analis tetap optimis terhadap prospek jangka panjang BTC, memproyeksikan harga akhir 2025 antara US$ 160.000 hingga di atas US$ 180.000.

    Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBitcoin di Titik Kritis: Menuju US$100.000?
    Next Article Lonjakan Harga Menggila? XRP, DOGE, dan MTAUR Siap Meledak!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Chainlink Guncang DeFi! Bitcoin Masuk Monad, Apa Untungnya?

    04-03-2026 - 13.15
    Crypto

    04-03-2026 - 13.00
    Crypto

    Vitalik Buterin: AI Adalah Turbo Baru Ethereum!

    04-03-2026 - 05.45
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.