KabarTifa- Token Melania (MELANIA), meme coin yang sempat meroket saat pelantikan Presiden Donald Trump pada 20 Januari 2025, kini mengalami kolaps dramatis. Dari puncaknya di US$ 8,4865, harga MELANIA terjun bebas hingga menyentuh US$ 0,2062, mengalami penurunan fantastis sebesar 97,57 persen. Dalam waktu kurang dari tujuh bulan, kapitalisasi pasarnya anjlok dari US$ 1,63 miliar menjadi hanya US$ 117,69 juta, menguapkan lebih dari US$ 1,45 miliar nilai pasar.
Penyebab utama kehancuran ini, menurut laporan dari finbold.com, adalah penjualan besar-besaran token MELANIA senilai US$ 35,7 juta oleh tim yang terkait dengan Melania pada Juni 2025. Aksi ini memicu kepanikan di pasar dan langsung membuat harga ambles. Situasi diperparah oleh tekanan politik yang meningkat terkait RUU MEME dan COIN, dua rancangan undang-undang dari Partai Demokrat yang bertujuan melarang tokoh politik, termasuk keluarga Trump, untuk meluncurkan atau mengambil keuntungan dari proyek kripto. Jika disahkan, aturan ini berpotensi mendepak MELANIA dari bursa kripto teregulasi, menghancurkan nilai merek dan menutup peluang spekulasi.

Struktur pasar MELANIA juga bermasalah. Data Solscan menunjukkan konsentrasi kepemilikan yang ekstrem: 10 wallet menguasai 89,77 persen dari total 1 miliar pasokan token. Kondisi ini menciptakan kerentanan terhadap manipulasi harga. Data SoSoValue menunjukkan peningkatan volume transfer token dan aktivitas DEX dalam tiga bulan terakhir, namun volume beli terus menurun dibandingkan tekanan jual, menunjukkan menipisnya kepercayaan investor ritel dan minimnya dukungan institusional.
Ironisnya, token Official Trump (TRUMP) masih kokoh dengan kapitalisasi pasar US$ 1,74 miliar. Meskipun keduanya memiliki branding politik yang sama, performa pasar mereka kini bertolak belakang. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang risiko investasi di pasar kripto yang sangat fluktuatif.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi atau trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi.

