KabarTifa- Inflasi meroket, dolar melemah, dan pasar Amerika di ambang "reset" terbesar sepanjang sejarah. Situasi ini membuat ekonom veteran Harry Dent angkat bicara, memperingatkan potensi koreksi besar pada beberapa aset penting, termasuk Bitcoin. Melansir finbold.com dan diolah ulang oleh kabartifa.id, Dent menyebut Bitcoin, Nasdaq 100, dan Nvidia menunjukkan sinyal bahaya.
Percepatan harga di sektor teknologi, kripto, dan AI, menurut Dent, telah mencapai puncak siklus industri. "Saya punya tiga grafik: Nasdaq 100, Bitcoin, dan Nvidia. Ketiganya sedang berakselerasi, tapi dalam kanal menurun. Kita sangat dekat dengan puncak, dan sejarah menunjukkan, setelah puncak itu, dampaknya bisa brutal," tegasnya.

Dent khusus menyoroti Nvidia, yang melesat sejak 2024 berkat booming AI. Namun, ia memprediksi kenaikan ini tak akan lama. "Nvidia mungkin masih punya ruang 1-2 persen lagi. Tapi setelah itu, siklus yang sama berlaku. Kita sudah lihat stimulasi, teknologi baru muncul kuat, dan sekarang siklusnya mengarah ke koreksi," tambahnya.
Peringatan Dent juga menyasar kripto. Meskipun Bitcoin masih di atas US$ 115.000 dan Ethereum sekitar US$ 4.300 (per pertengahan Agustus), Dent menekankan keduanya rentan terhadap arus keluar modal jika aset berisiko jatuh. "Bitcoin bisa mengubah dunia, tapi ia tidak akan lolos dari crash berikutnya," katanya. Ia menambahkan, crash besar ini akan membersihkan "kelebihan spekulasi" sebelum pertumbuhan nyata terjadi.
Pendapat serupa disampaikan Robert Kiyosaki, penulis buku "Rich Dad Poor Dad". Kiyosaki juga memperingatkan crash besar dan menyarankan investor mengurangi eksposur ke dolar AS, beralih ke aset seperti emas dan perak yang telah menunjukkan kenaikan signifikan tahun ini.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi di mata uang kripto sangat berisiko. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.


