KabarTifa- Aktivitas paus Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan. Serangkaian penarikan besar-besaran dari Binance terdeteksi dalam hitungan menit. Tiga transaksi jumbo terjadi beruntun, mengindikasikan akumulasi agresif oleh pemain besar di tengah tren kenaikan harga.
Pengamat pasar kripto di X, @Darkfost, mengungkap data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan tiga lonjakan outflow besar. Transaksi tersebut terjadi dalam waktu singkat dan menuju dompet terkait protokol Aave. "Ada indikasi ETH digunakan untuk yield farming atau strategi DeFi lainnya," ujar Darkfost.

Akibatnya, cadangan ETH di Binance anjlok ke level terendah sekitar 4,2 juta ETH, berdasarkan grafik Exchange Reserve dari CryptoQuant. "Penurunan ini memperkuat tren sejak pertengahan Agustus. Semakin banyak ETH berpindah dari bursa ke dompet non-kustodian, sinyal akumulasi jangka panjang, bukan penjualan," tambah Darkfost.
Aktivitas paus yang menarik ETH dari pasar spot dan langsung memanfaatkannya di ekosistem DeFi menunjukkan akumulasi yang signifikan. Hal ini menjelaskan mengapa ETH mengungguli Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan terakhir, baik dari sisi harga maupun aliran dana institusional.
Sementara itu, melansir thecoinrepublic.com, paus Ethereum kembali menunjukkan akumulasi, meski tidak selalu tepat waktu. Analisis Santiment menunjukkan beberapa paus yang menjual ETH di harga rendah pada April, kini membelinya kembali dengan harga lebih tinggi. Contohnya, satu dompet menghabiskan US$ 3,8 juta untuk membeli 1.425 ETH pada 22 Mei, setelah sebelumnya menjual 2.522 ETH pada April seharga US$ 3,9 juta. Meskipun tampak merugikan, paus ini tetap untung dari reli harga ETH sejak saat itu.
Akumulasi paus bukan satu-satunya faktor pendorong. Data Santiment menunjukkan minat institusional terhadap ETH melampaui Bitcoin, terutama melalui produk ETF.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bersifat informatif. Artikel di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Lakukan riset sebelum berinvestasi dalam kripto karena aset ini volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
