Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - ETH Menipis, Harga Bakal Meledak?
    Crypto

    ETH Menipis, Harga Bakal Meledak?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini05-09-2025 - 13.15Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    ETH Menipis, Harga Bakal Meledak?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Aktivitas paus Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan. Serangkaian penarikan besar-besaran dari Binance terdeteksi dalam hitungan menit. Tiga transaksi jumbo terjadi beruntun, mengindikasikan akumulasi agresif oleh pemain besar di tengah tren kenaikan harga.

    Pengamat pasar kripto di X, @Darkfost, mengungkap data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan tiga lonjakan outflow besar. Transaksi tersebut terjadi dalam waktu singkat dan menuju dompet terkait protokol Aave. "Ada indikasi ETH digunakan untuk yield farming atau strategi DeFi lainnya," ujar Darkfost.

    ETH Menipis, Harga Bakal Meledak?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Akibatnya, cadangan ETH di Binance anjlok ke level terendah sekitar 4,2 juta ETH, berdasarkan grafik Exchange Reserve dari CryptoQuant. "Penurunan ini memperkuat tren sejak pertengahan Agustus. Semakin banyak ETH berpindah dari bursa ke dompet non-kustodian, sinyal akumulasi jangka panjang, bukan penjualan," tambah Darkfost.

    Aktivitas paus yang menarik ETH dari pasar spot dan langsung memanfaatkannya di ekosistem DeFi menunjukkan akumulasi yang signifikan. Hal ini menjelaskan mengapa ETH mengungguli Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan terakhir, baik dari sisi harga maupun aliran dana institusional.

    Sementara itu, melansir thecoinrepublic.com, paus Ethereum kembali menunjukkan akumulasi, meski tidak selalu tepat waktu. Analisis Santiment menunjukkan beberapa paus yang menjual ETH di harga rendah pada April, kini membelinya kembali dengan harga lebih tinggi. Contohnya, satu dompet menghabiskan US$ 3,8 juta untuk membeli 1.425 ETH pada 22 Mei, setelah sebelumnya menjual 2.522 ETH pada April seharga US$ 3,9 juta. Meskipun tampak merugikan, paus ini tetap untung dari reli harga ETH sejak saat itu.

    Akumulasi paus bukan satu-satunya faktor pendorong. Data Santiment menunjukkan minat institusional terhadap ETH melampaui Bitcoin, terutama melalui produk ETF.

    Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bersifat informatif. Artikel di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Lakukan riset sebelum berinvestasi dalam kripto karena aset ini volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBitcoin Gagal Tembus US$114.000: Jebakan Beruang?
    Next Article Bocoran! vivo X300: Bezel Tipisnya Bikin iPhone 16 Pro Minder!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Misteri di Balik Lonjakan Dana ETF Solana Saat Harga Terjun Bebas!

    10-03-2026 - 19.30
    Crypto

    Ethereum di Ambang Ledakan? Trader Bidik Short Squeeze!

    10-03-2026 - 19.15
    Crypto

    XRP Terancam? $50 Miliar Nyangkut, Harga Sulit Bangkit!

    10-03-2026 - 19.00
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.